ASUS All-in-One V400 Series, Pilihan tepat untuk Work From Home – Halo Pembaca! Istilah Work From Home (WFH) alias kerja dari rumah mulai populer sejak pandemi 2020 silam. Saat itu banyak orang dianjurkan kerja dari rumah guna mengurangi penyebaran Covid-19. Jauh sebelum pandemi, yakni tahun 2012, Tuxlin Blog udah mulai kerja dari rumah alias WFH ini. Saat itu kerja remote yang dilakukan dari rumah emang bukan hal yang umum, jadi wajar ya dulu kadang dicap nganggur dan nyusahin ortu hahaha 🤣
WFH juga membutuhkan peralatan pendukung yang mumpuni dan memberikan kenyamanan untuk bekerja dalam waktu lama. Makanya Tuxlin Blog beli kursi yang nyaman, meja custom yang sesuai dengan postur kerja, sebuah laptop, dan PC Desktop. Laptop biasanya Tuxlin gunakan saat mobile dan mengerjakan tugas ringan. Sedangkan PC Desktop Tuxlin pakai untuk menangani beban kerja yang berat seperti edit video dan menampung sebagian besar data.

Tiga tahun lalu, PC desktop andalan Tuxlin Blog rusak 🥲 Data yang tersimpan langsung pindah ke HDD eksternal. Praktis, kerja sehari-hari mengandalkan laptop saja. Awalnya Tuxlin pikir satu laptop saja sudah cukup, tapi ternyata kenyataannya jauh dari ekspektasi. Terbiasa dengan pakai dua perangkat bikin Tuxlin agak keteteran dan kadang dihantui hal ini: tahan berapa lama itu laptop untuk kerja rodi (12 jam++ sehari)? 🤔 Kalau punya dua perangkat, kan kerjanya bisa gantian dan masa pakai masing-masing perangkat bisa lebih panjang.
Di penghujung 2025 ini, Tuxlin kepikiran ingin beli pengganti PC Desktop yang rusak itu agar beban kerja laptop bisa lebih ringan. Kebetulan pas browsing, nemu produk ASUS All-in-One V400 Series yang dijuluki sebagai The Most Aesthetic Workstation. Kalau dilihat desainnya, emang keren dan estetik sih. Jauh lebih ringkas dari PC desktop biasa karena komponen PC menyatu dengan layarnya, sehingga hemat tempat. Spesifikasinya lumayan gahar untuk kerja sehari-hari. 🤔
ASUS V400 Series, AiO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja. Akan tetapi apakah bisa jadi yang terbaik untuk kebutuhan Tuxlin Blog? 🤔 Jujur sih, tampilan fisik ASUS All-in-One V400 ini emang menggoda. Desainnya modern dan minimalis, ukuran ringkas, dan bebas dari keruwetan kabel 😍
Table of Contents
Sebagai Tech Reviewer

Sebagai tech reviewer dan mengelola sebuah tech website itu ternyata emang penuh tantangan, gaes! Jujur saja, meski secara “cuan” memang cukup menjanjikan, tapi tanggung jawab yang dipikul juga jauh lebih berat dari sekadar ngeblog doang. Banyak juga momen sedih dan pusingnya pas mengulas gadget seperti smatphone dan laptop. Tapi ya gitu, kalau notifikasi fee sudah mendarat di rekening, rasa sedihnya langsung menguap entah ke mana, hehehe… 🤣
Biasanya nih Tuxlin Blog dapat unit review dengan dua cara, yakni: beli sendiri atau dikasih brand. Ada juga sih opsi ketiga, dipinjamin sama brand 😝 Setelah unit mendarat, biasanya langsung dilakukan ritual unboxing, foto produk, dan uji pakai selama minimal seminggu atau maksimal sebulan (tergantung itu barang pinjaman atau nggak 😁). Pengujian biasanya dilakukan dengan menggunkan perangkat smartphone atau laptop untuk penggunaan sehari-hari yang mensimulasikan pengguna pada umumnya.
Selain penggunaan sehari-hari, juga dilakukan benchmark atau pengukuran menggunakan software benchmark sintetis untuk mengetahui raw performance alias performa mentahnya. Setelah itu dipakai untuk beban kerja menengah seperti edit video, edit foto, dan bermain game. Sedangkan untuk review smartphone, biasanya Tuxlin perlu hunting sampel foto dan video untuk menguji kemampuan kameranya.
Setelah proses uji pakai, Tuxlin Blog biasanya langsung ngumpulin bahan dan data hasil uji pakai di laptop atau PC desktop untuk diolah menjadi artikel. Nah yang biasanya Tuxlin Blog lakukan adalah:
- Editing foto produk dan sampel foto yang dihasilkan unit perangkat yang diulas.
- Melihat dan menganalisa sampel foto dan video yang dihasilkan smartphone yang sedang direview.
- Memuilih sampel foto yang akan ditampilkan di artikel review.
- Edit video (video unboxing unit, sampel video dari unit review, dan video review). Biasanya Tuxlin pakai CapCut Desktop untuk keperluan ini.
- Bikin draft artikel di Microsoft Word atau kadang langsung di dashboard website-nya.
- Publish artikel dan video review.
Aplikasi yang Tuxlin gunakan untuk kerjaan ini paling cuma Microsoft Word, Notepad, Fastone Image Viewer, browser, dan paling berat paling ya CapCut Pro untuk desktop.
Sebagai Social Media Specialist

Selain jadi tech reviewer, Tuxlin Blog juga nyambi jadi social media specalist yang mengelola akun sosmed sebuah usaha kuliner. Jobdesc-nya sih mengelola akun sosmed di semua platform, seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube, serta bisa dilakukan secara remote. Tapi kenyataannya lebih kompleks dari sekadar seorang socil media specialist, karena kadang jadi Customer Service yang jawabin DM customer, bikin dan edit konten foto/video, dan kadang ngurusin Google Review juga 😝
Berikut ini yang biasa Tuxlin Blog lakukan untuk kerjaan ini:
- Bikin kalender konten dan tentunya eksekusi berupa posting kontennya juga.
- Campaign promo bareng tim marketing.
- Bikin dan edit video Reels, TikTok, dan YouTube Shorts pakai CapCut.
- Bikin desain, animasi singkat, atau video singkat pakai Canva.
Kadang Kontributor Media Online

Selain dua kerjaan di atas, Tuxlin Blog masih nyambi kerjaan lain lho, yakni jadi kontributor media online nasional. Meski beberapa bulan terakhir ini off, tapi pengalaman bekerja sebagai kontributor media online ini lumayan menantang. Bagiamana bisa Tuxlin Blog dengan gaya bahasa acakadut begini suruh nulis artikel 5W+H dengan penerapan kode etik jurnalistik dan dipoles agar tetap enak dibaca. Berat cuy! 😝
Kalau kerjaan sebagai kobtributor media online ini sebenernya nggak butuh performa laptop atau PC kenceng, tapi bikin kepala ngebul hahaha… Aplikasi yang Tuxlin butuhkan cuma Notepad, browser, ChatGPT, dan KBBI online 😁
Mending ASUS All-in-One V400 Series atau Rakit PC?

Sebelum lihat ASUS All-in-One V400 Series, Tuxlin Blog sempat kepikiran untuk rakit PC baru untuk menggantikan PC lama yang sudah rusak. Opsi upgrade PC rakitan nggak berlaku karena umur PC udah tua, tetep harus ganti semua komponen alias ganti baru 😝 Pertimbangan memilih PC rakitan ini adalah Tuxlin pernah pakai sebelumnya, spesifikasi bisa disesuaikan dengan budget, dan opsi upgrade bisa lebih luas dan fleksibel.
Minusnya kalau rakit PC adalah harus belajar lagi dari nol karena Tuxlin nggak terlalu ngikutin perkembangan PC desktop ini. Kalau cuma sekadar rakit doang ya bisa. Tapi sebenernya diperlukan keahlian dan analisa mendalam untuk “meramu” aneka pilihan komponen dan periferal menjadi sebuah PC rakitan yang stabil, optimal, dan balance. Belum lagi musti pilih PSU yang berkualitas yang dayanya musti disesuaikan dengan spesifikasi PC yang dirakit.
Soalnya kalau Tuxlin nekat asal rakit dan pilih komponen sembarangan, kadang kompatibilitas dan kesesuaian antar komponen jadi masalah di kemudian hari. Kalau PC desktop ngadat atau bermasalah, ujung-ujungnya Tuxlin sendiri yang repot.
Kekurangan PC desktop lainnya untuk Tuxlin Blog adalah ukurannya yang besar! Casing atau CPU tower ukuran full Tower ATX yang Tuxlin pakai di PC lama aja udah menuh-menuhin meja 🥲 Belum lagi musti mikirin kipas pendingin lengkap dengan suara berisiknya. Selain itu, manajemen kabel juga penting agar meja kerja tetap rapi dan bikin nyaman kerja remote alias WFH.

Belum dikasih PC desktop aja meja udah berantakan begini, apalagi dikasih PC desktop? Hahaha… Belum lagi kadang unit review ikutan numpuk di meja kerja dan Tuxlin sendiri kadang jorok juga sih kalau kerja hehehe 🤣 Duh lihat keruwetan mejanya saja rasanya kepala mau pecah 🤯

Melihat kondisi dan kebutuhan Tuxlin sekarang, rasanya ASUS All-in-One V400 yang merupakan The Most Aesthetic Workstation udah lebih dari cukup. Ukuran yang ringkas dan nggak butuh kabel yang rumit, ASUS All-in-One V400 bisa berkontribusi bikin meja kerja Tuxlin Blog lebih rapi dan minimalis😝
Setelah melihat dan menganalisa secara mendalam *ceileh…* Sepertinya ASUS All-in-One V400 lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan kerja Tuxlin Blog. 🤔 Nggak perlu kebanyakan mikir kompatibilitas komponen dan sebagainya. Tinggal beli ASUS All-in-One V400, setup dan aktivasi Windows 11 Home bawaan bentar, udah langsung bisa digunakan untuk kerja.
Mengapa ASUS All-in-One V400 Paling Tepat untuk Saya?
Jujur aja, pertama kali lihat ASUS All-in-One V400, Tuxlin Blog langsung tertarik! Sebelumnya Tuxlin emang belum pernah ada pengalaman pakai PC dengan form factor All in One PC. Lantas, apa sih All in One PC? Jadi All in One PC seperti Asus V400 series ini adalah PC dengan ukuran ringkas dengan komponen utama seperti CPU, mainboard, RAM, storage, speaker, webcam, dan sebagainya menyatu di layar. Nggak heran kalau ASUS All-in-One V400 ini terlihat cuma monitor doang yang dikasih mouse sama keyboard.
Ukuran yang Ringkas

Pembaca sudah lihat kan meja kerja Tuxlin Blog itu space-nya terbatas dan banyak barang-barang yang nangkring di sana. Selain ukuran mejanya emang nggak terlalu besar, banyak barang seperti unit review, kopi, headset, mouse, hdd eksternal, SSD eksternal, dan perangkat lain yang memang kadang dibutuhkan. Jika dikasih satu unit PC desktop, sepertinya makin sesak dan ruang kerja makin sempit.
ASUS All-in-One V400 dengan ukuran yang ringkas dan desain paling estetik ini adalah pilihan yang cocok untuk ruang terbatas seperti menja Tuxlin Blog tadi. 🤔 Kehadiran ASUS All-in-One V400 kalau seri V440 dengan layar 24 inci ukuran fisiknya tak jauh beda dengan monitor lama Tuxlin Blog yang juga 24 inci.
Ini artinya dengan space yang hampir sama, Asus All-in-One V400 menawarkan sebuah setup PC lengkap. Jadi nggak perlu nambah space buat CPU tower atau kabel berantakan, meja bisa lebih rapi, footprint sama, tapi performa nggak jauh beda dengan PC desktop.
Bahkan kalau milih Asus All-in-One V400 varian dengan layar 27 inci pun, nggak utuh space yang signifikan. tetetp ringkas dan nggak ada tambahan CPU tower. Meja kerja bisa lebih rapi dan minimalis kayak gambar di atas. Kerja bisa lebih nyaman dan semangat 😝
Performa Kompeten
Kalau jadi pilih ASUS All-in-One V400, pasti ada yang nyletuk: AIO PC kayak gini kurang gahar, spek setara laptop!
Apakah benar? Ya memang benar. 🤔 ASUS All-in-One V400 ini ditenagai prosesor Intel® Core™ 13th gen kelas mobile alias laptop yang menggunakan nama sandi Raptor Lake. Tapi jangan salah lho ya, varian tertinggi ASUS All-in-One V400 ini pakai prosesor Intel Core i7-13620H atau Core i5-13420H alias keluarga H series yang artinya kelas performa dengan TDP (Thermal Design Power) 45W. Prosesor kelas inilah yang digunakan di laptop gaming mainstream, jadi performanya udah kenceng banget! 😎 Performa secara umum masih bersaing sama PC desktop mainstream, tapi konsumsi daya ASUS All-in-One V400 jelas lebih efisien hehehe…
Nggak cuma prosesornya aja yang kenceng, ASUS All-in-One V400 dibekali RAM 8GB atau 16GB DDR5 yang masih bisa di-upgrade hinga maksimal 64GB DDR5 dengan slot SO-DIMM yang milikinya! Meski harga RAM saat lagi meroket, setidaknya nanti kalau punya duit bisa upgrade RAM untuk memaksimalkan potensinya.
Melihat spesifikasi ASUS All-in-One V400, apakah performanya udah cukup untuk Tuxlin Blog? Katakanlah Tuxlin ambil varian dengan prosesor Intel® Core™ i7-13620H 10-core 16 thread dengan RAM 16GB DDR5, rasanya udah lebih dari cukup. Spek ini udah jauh lebih tinggi dari PC desktop yang rusak atau laptop yang sekarang ini Tuxlin Blog pakai.

Kinerja ASUS All-in-One V400 udah lebih dari cukup untuk menjalankan CapCut desktop untuk editing konten video review atau video untuk akun sosmed resolusi Full HD @60fps dengan lancar. Proses preview, apply filter, effect, dan sebagainya di CapCut bakalan lebih kenceng dan responsif dari laptop yang Tuxlin gunakan saat ini yang masih ditenagai prosesor quad-core generasi lawas😝
Aplikasi lain yang Tuxlin gunakan kerja seperti Canva, browser dengan puluhan tab, Microsoft Office, dan sebagainya juga lancar. Jangankan itu, jalanin Canva bareng Capcut Desktop secara teori, masih dapat dilakukan dengan mudah oleh AIO PC paling estetik ASUS All-in-One V400 ini 😎
Selain itu, ASUS All-in-One V400 juga dibekali media penyimpanan atau storage berupa SSD PCIe Gen4 x4 yang responsif dengan kapasitas 512GB atau 1TB. Kurang? Tenang aja, masih bisa di-upgrade hingga 2TB lho… 😁 Secara performa, ASUS All-in-One V400 ini udah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan Tuxlin Blog untuk WFH atau bekerja sehari-hari.
Layar dengan Color gamut 100% sRGB
ASUS All-in-One V400 ini tersedia dua varian layar berdasarkan ukurannya, yakni 24 inci dan 27 inci dengan bezel super tipis yang disebut NanoEdge yang modern. Keduanya sudah mengusung resolusi full HD 1920 x 1080 piksel dengan panel IPS-level LCD dengan kecerahan 250 nits yang menawarkan sudut pandang yang luas, yakni mencapai 178°. Kalau butuh yang pynya fitur touchscreen, ASUS All-in-One V400 juga ada lho. Tinggal pilih varian sesuai kebutuhan.

Nah yang paling bikin Tuxlin Blog tertarik adalah layar ASUS All-in-One V400 udah mendukung color gamut hingga 100% sRGB! Color gamut 100% sRGB ini udah jadi standar minimal untuk layar yang dipakai kreator konten agar pas edit foto atau video, warna yang ditampilkan lebih hidup, colorful, konsisten, dan akurat dibaningkan layar dengan color gamut 45% NTSC.
Jelas, spek layar ASUS All-in-One V400 ini udah cocok banget untuk menunjang WFH Tuxlin Blog ya… Dengan layar color gamut 100% sRGB, Tuxlin bisa melihat dan menganalisa hasil foto smartphone dengan lebih akurat dan juga color grading saat edit video dan foto yang lebih akurat juga. Tentunya, ini bisa bikin kerja lebih cepat dan minim revisi soal koreksi warna. 👍🏼
Layar ASUS All-in-One V400 udah dilengkapi fitur anti-blue light yang bermanfaat agar mata nggak gampang lelah. Cocok banget ini buat Tuxlin Blog yang menghabiskan waktu 8 jam++ di depan monitor, mata nggak gampang pedes! Fitur ini juga nggak sembarangan lho, karena udah disertifikasi TUV Rheinland.
Konektivitas dan Port Lengkap

ASUS All-in-One V400 ini dibekali konektivitas dan ketersediaan port yang lengkap, mulai dari 3.5mm combo audio jack,kenshington lock, USB 3.2 Gen 1 Type-A, USB 3.2 Gen 1 Type-C, HDMI in, HDMI out, hinggal LAN atau RJ45 ada!
Buat Tuxlin Blog yang sering nancepin HDD eksternal, DVD-RW eksternal, SSD eksternal, dongle mouse wireless, dan juga memindahkan data dari unit gadget review, port yang lengkap di ASUS All-in-One V400 ngebantu banget! Nggak perlu repot-repot beli USB hub atau dongle tambahan, tinggal tancap!
Nggak cuma itu, USB 3.2 Gen 1 Type-A juga udah dilengkapi dengan WiFi 6E dan Bluetooth 5.4. Kalau Tuxlin pilih ngrakit PC pakai mainboard kelas mainstream, mungkin musti beli WiFi card atau Bluetooth tambahan 😝
Fitur Lengkap!
Hal yang menarik dari ASUS All-in-One V400 adalah dilengkapi dengan webcam yang letaknya tersembunyi di atas layar. Desain tersembunyi ini bermanfaat untuk melindungi privasi pengguna dari peretasan atau akses webcam ilegal. Cara nongolin webcam-nya cukup ditarik aja pakai tangan, praktis kan? 😎
Oiya, webcam ASUS All-in-One V400 ini resolusinya udah full HD 1080p lho… Jadi kalau buat meeting online, gambarnya bisa lebih jelas! Cocok banget nih buat WFH kayak Tuxlin Blog yang mana meeting online adalah kegiatan rutin dilakukan hampir setiap hari 😁 Webcam-nya sendiri canggih, Asus kasih fitur AI yang memungkinkan:
- Auto lighting correction (penyesuaian cahaya otomatis)
- Background blur (pengaburan latar belakang)
- Eye tracking (pelacakan tatapan mata)
- Appearance filter (penyempurnaan tampilan wajah)
Ini bener-bener manjain pekerja WFH kayak Tuxlin Blog! Meeting online bisa lebih nyaman dan maksimal. Udah gitu ada AI Noise Cancellation mampu menyaring kebisingan sekitar. Cocok banget nih buat Tuxlin yang rumahnya pinggir jalan lingkar yang berisiknya minta ampun 😝
ASUS All-in-One V400 ini juga udah dibekali speaker stereo bawaan yang kualitasnya bagus lho… Speakernya ada dua dan udah stereo, serta dilengkapi bass-reflex dan Dolby Atmos yang mampu menghasilkan suara dalam dan bertenaga. Udah cukup banget ini buat Netflix-an atau dengerin musik sambil kerja.
Kalau Tuxlin pilih PC rakitan, juga bisa dapat fitur webcam canggih dan speaker kayak AIO PC andalan Asus ini. Eh tapi musti beli sendiri webcam + speakernya dan harganya tentu nggak murah. 🥲
Garansinya Gimana?

Kalau ada apa-apa dengan ASUS All-in-One V400 gimana? Apa repot kayak ngurusin PC rakitan? Oh jelas beda… Layanan after sales atau garansi bisa dikatakan sebagai keunggulan mutlak yang dimiliki oleh ASUS All-in-One V400 ini. 😎 Jadi ASUS All-in-One V400 menawarkan layanan ASUS 2 Years Warranty On-Site, dengan opsi tambahan Accidental Damage Protection (ADP) untuk melindungi perangkat dari kerusakan tak terduga.
Garansi yang lumayan panjang dan ada opsi ADP bikin Tuxlin Blog lebih tenang untuk berinvestasi dengan ASUS All-in-One V400 ini. Misal terjadi kerusakan, kita bisa lho telepon servie center Asus dan teknisi bakal datang ke rumah atau kantor kita. Atau kalau lagi nggak repot, kita juga bisa anter unit ASUS All-in-One V400 ke service center untuk ditangani. Bebas, tergantung gimana enaknya kita 😁
Kalau PC Rakitan? Ya garansi juga sih kalau beli baru, tapi tiap komponen PC rakitan itu kan distributornya beda dan kebijakan garansinya beda. Bakalan repot dan ngabisin waktu kalau salah satu atau beberapa komponen bermasalah 🥲
Bayangin aja, kelar rakit PC ternyata motherboard bermasalah dan musti balikin ke toko komputer. Nah sampai di toko komputer, mereka musti balikin motherboard bermasalah tersebut ke distributor atau layanan after sales-nya produsen motherboard tersebut. Belum lagi kadang lain komponen lain pula distributornya/layanan after sales-nya. Mainbord garansi ke A, VGA card garansi ke B… Belum lagi kalau kita beli komponen di toko komputer yang berbeda. Panjang dan ribet!😑
Tuxlin Blog nggak siap kalau musti ngadepin masalah garansi yang ribet. Waktu dan tenaga bisa habis dan kerjaan nggak kelar. Makanya, Tuxlin bakal pilih ASUS All-in-One V400 ini karena garansinya satu pintu: ASUS Service Center! Service centernya banyak dan pelayanannya udah nggak perlu diragukan lagi. lebih efisien, hemat waktu dan tenaga.
Penutup

Kira-kira begini tampang meja kerja Tuxlin Blog setelah beli ASUS All-in-One V400 dan sedikit dirapikan 😎 Rasanya kerja di rumah atau WFH makin semangat, bebas keruwetan, dan tentunya bisa lebih fokus. Kece sih, emang ASUS All-in-One V400 layak mendapat gelar The Most Aesthetic Workstation!
Secara umum, ASUS All-in-One V400 series ini adalah pilihan terbaik untuk partner WFH Tuxlin Blog saat ini. Desainya estetik dengan ukuran yang ringkas, bisa bikin meja kerja lebih rapi tanpa keruwetan. bekerjadari rumah atau WFH bisa lebih nyaman. Performa udah kenceng dan memenuhi kebutuhan kerja Tuxlin Blog (CapCut, Canva, dll) dan layarnya juga udah 100% sRGB color gamut. RAM dan storage bisa di-upgrade. Fitur super lengkap dan garansi terjamin, serta bebas ribet. 😎
Beli di Mana?
Buat pembaca Tuxlin Blog yang kebetulan juga memiliki kebutuhan yang sama dan ingin beli ASUS All-in-One V400 series juga, bisa langsung ke ASUS Online Store Indonesia, serta platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia.
Spesifikasi ASUS All-in-One V400
- CPU
- Intel® Core™ i7-13620H 2.4 GHz (24MB Cache, up to 4.9 GHz, 10 cores, 16 threads)
- Intel® Core™ i5-13420H 2.1 GHz (12MB Cache, up to 4.6 GHz, 8 cores, 12 threads)
- Intel® Core™ i3-1315U 1.2 GHz (10MB Cache, up to 4.5 GHz, 6 cores, 8 threads)
- Operating System Windows 11 Home
- Memory 8GB atau 16GB DDR5 SO-DIMM (Up to 64GB DDR5)
- Storage 512GB atau 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 SSD (Up to 2TB)
- Display
- Touchscreen: 23.8-inch, FHD (1920×1080), 16:9, IPS-level, anti-glare, LED backlit, 250 nits, 100% sRGB, screen-to-body ratio 93%
- Non-touchscreen: 23.8-inch, FHD (1920×1080), 16:9, IPS-level, anti-glare, LED backlit, 250 nits, 100% sRGB, screen-to-body ratio 93%
- Tersedia varian dengan layar 27 inci (V470 series)
- Graphics
- Intel® UHD Graphics
- Intel® Graphics
- Input/Output
- Samping:
- 1x Kensington lock
- 1x 3.5mm combo audio jack
- 1x USB 2.0 Type-A
- Belakang:
- 1x DC-in
- 1x RJ45 Gigabit Ethernet
- 1x HDMI out 1.4
- 1x HDMI in 1.4
- 3x USB 3.2 Gen 1 Type-A
- 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C
- Connectivity Wi-Fi 6E (802.11ax) Dual band 2×2, Bluetooth® 5.4 Wireless Card
- Camera
- 1080p FHD camera with privacy shutter
- 1080p FHD camera with IR (Windows Hello support)
- Audio Built-in speaker, Built-in array microphone
- Power Supply
- 120W AC Adapter (20V DC, 6.0A)
- 90W AC Adapter (19V DC, 4.74A)
- Dimensi: 54.1 x 41.6 x 1.7 ~ 21.0 cm (21.30″ x 16.38″ x 0.67″ ~ 8.27″)
- Bobot: 6.9 Kg
- Colors Foggy Silver
- Harga
- Rp 8.599.000 → Core™ i3-1315U / 8GB / 512GB / Non-Touch
- Rp 12.299.000 → Core™ i5-13420H / 16GB / 1TB / Non-Touch
- Rp 15.799.000 → Core™ i7-13620H / 16GB / 1TB / Non-Touch
- Rp 15.799.000 → Core™ i5-13420H / 16GB / 1TB / Touch
- Rp 17.799.000 → Core™ i7-13620H / 16GB / 1TB / Touch
- Warranty 2 Tahun On-Site, 1 Tahun Accidental Damage Protection (ADP)
Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog “ASUS AiO V400, The Most Aesthetic Workstation!” yang diadakan oleh Travelerien.
Anda mungkin suka:Laptop AI ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA): Solusi Cerdas untuk Kerja Lebih Efisien



