Infinix Hot 50 Review: Performa Oke dan Fitur Lengkap, Tapi… – Halo Pembaca! Pada kesempatan kali ini Tuxlin Blog bahas Infinix Hot 50 yang merupakan smartphone yang paling worth it di kelas sejutaan (di tahun 2025) 😅 Soalnya sekarang harga Infinix Hot 50 udah nggak sejutaan lagi 😭 Kenaikan harga smartphone yang masif ini emang disebabkan oleh kelangkaan RAM dan SSD (juga flash storage) gegara dimakan server AI. Bagi warga konoha, penderitaan bertambah dengan melemahnya rupiah! Ini artinya, kenaikan harga hape dikerek oleh kenaikan harga RAM, SSD dan juga melemahnya rupiah. Kasihan ya jadi WNK (Warga Negara Konoha) 🥲
Back to topik ya… Jadi Tuxlin Blog dapat pinjaman unit review Infinix Hot 50 dari tim Laptophia. Kalau dilihat dan diamati, spesifikasi hape ini termasuk gahar lho… Bayangin aja hape dengan baterai 5000mAh, layar full HD+ 120Hz, dan performa kenceng dari MediaTek Helio G100 dijual dengan harga sejutaan aja? Dahsyat ini sih🤯 kekurangan hape Infinix emang bukan di spek-nya, tapi di dukungan update-nya yang cuma ilusi 😭 Kebetulan Tuxlin blog nyobain hape ini dan dipakai sebagai hape kedua selama hampir tiga minggu, penasaran? Simak Infinix Hot 50 review oleh Tuxlin Blog kali ini!

Table of Contents
Spesifikasi Infinix Hot 50
- Sistem Operasi Android 14 dengan antarmuka XOS 14.5
- Chipset MediaTek Helio G100 (6nm) dengan prosesor octa-core yang terdiri dari dual-core ARM Cortex-A76 2,2GHz dan hexa-core ARM Cortex-A55 2GHz
- Grafis Mali-G57 MC2
- Tiga kamera belakang dengan kamera utama belakang 50 megapiksel, sensor Samsung ISOCELL JN1 1/2.76 inci 0.64um piksel, phase-detection autofokus, lensa aperture f/1.6 dilengkapi dual LED flash, AI + kamera QVGA + kamera AI Lens
- Kamera depan 8 megapiksel lensa aperture f/2.0 fixed focus, sensor BSI CMOS 1/4 inci, LED flash, AI
- Layar sentuh 6,78 inci 2.5D aspek rasio 20:9, dengan resolusi Full HD+ 1080 x 2460 pixels, 800 nits (peak), kerapatan 388 ppi (pixel per inch), 16 juta warna, panel IPS LCD, refresh rate 120Hz
- Memori RAM 8GB atau 6GB, ROM 128GB atau 256GB UFS 2.2 dilengkapi slot microSD maksimal 1TB (dedicated slot)
- WiFi, Bluetooth, port USB Type-C, 3.5mm audio jack, FM Radio, GPS, Dual SIM, USB OTG, fingerprint sensor (side mounted), NFC
- Dual stereo speaker dengan DTS Audio, Hi-Res Audio
- GSM / 3G HSPA / 4G LTE
- Dimensi 167.9 x 75.6 x 7.7 mm dengan berat 187 gram
- Baterai 5000mAh non-removable, fast charge 18W, reverese charging, bypass charging
- Warna Sleek Black, Sage Green, dan Titanium Grey
Harga Infinix Hot 50
Harga Infinix Hot 50 RAM 6GB ROM 256GB adalah Rp 1.799.000 dan Rp 1.699.000 untuk varian RAM 8GB ROM 128GB. Itu pas peluncuran di 2025 ya.🤣 Sekarang unit barunya sudah agak susah didapat karena udah ada penerusnya, yakni Hot 60 dan Hot 70. Eh tapi berdasarkan pantauan radar AESA Tuxlin, masih ada seller yang jual hape Hot 50 ini dengan harga mulai Rp 2,4 jutaan. Mahal juga ya 😏
Anda dapat cek harga dan promo terbaru Infinix Hot 50 di Shopee
Paket Penjualan

- Hape Infinix Hot 50 6GB/256GB warna Titanium Grey
- Kepala charger 18W
- Kabel USB Type-C
- Silicon case
- SIM card ejector
- User guide
- Kartu garansi
Desain


Desain atau penampilan fisik Infinix Hot 50 ini jauh berbeda dengan Infinix Hot 30 atau Hot 40i yang pernah Tuxlin Blog ulas sebelumnya. Perbedaan paling terlihat ada di desain dekorasi kamera yang berbentuk kotak kubus yang disebut dengan Wow Cube. Yang bikin wow sebenernya adalah kenyataan bahwa tiga kamera yang terususn vertikal ini cuma satu yang bener-bener bisa kalian rasakan manfaatnya 😅
Casing belakang Infinix Hot 50 yang terbuat dari bahan polikarbonat ini menggunakan finishing semacam sandblasting gitu. Efelnya ketika dipegang adalah nggak licin dan nggak gampang ninggalin jejak sidik jari. Sementara kalau dilihat dari depan, ada layar sentuh punch hole dengan bezel tipis pada bagian kanan – kiri – atas dan agak tebal pada bagian bawahnya. Oiya, frame hape ini juga terbuat dari polikarbonat yang lumayan kokoh, tapi jauh dari kesan mewah.
Ukuran Infinix Hot 50 ini nggak terlalu bongsor dan ketebalannya cuma 7,7mm saja, masih nyaman digenggam. Build quality secara umum juga termasuk solid dan jauh dari kesan ringkih. Hape ini juga udah tahan debu dan cipratan air dengan sertifikasi IP54. Sayangnya sih belum ada klaim tahan banting berstandar militer kayak merk sebelah. Jadi kalau dibanting, kemungkinan ambyar 😁
Baca juga:Review Kamera Tecno Spark 20 Berkekuatan 50MP, Lumayan Oke?




Sisi depan hape Hot 50 terdapat layar sentuh punch hole dengan ukuran 6,78 inci. Layarnya nggak disebutin adanya lapisan antigores macam Gorilla Glass dan sejenisnya dan nggak terpasang screenguard. Mending pasang tempered glass, biar nggak baret atau ambyar kalo jatuh. Sementara pada sisi belakang ponsel ini terdapat triple camera, dual LED flash, dan logo Infinix.
Sisi kiri smartphone Infinix Hot 50 ini ada slot SIM card (triple slot). Sedangkan tombol power yang terintegrasi dengan sensor sidik jari dan volume rocker pada sisi kanan. Bagian atas hape ini nggak ada port atau tombol apapun, serta pada sisi bawahnya terdapat port USB Type-C, speaker grill, port audio 3,5mm, dan microphone.
Antarmuka & Fitur

Infinix Hot 50 ini menggunakan sistem operasi Android 14 dengan antarmuka XOS 14.5 yang bisa dikatakan udah ketinggalan. Jangankan sekarang di 2026, zaman dia dirilis di 2025 Android 14 juga udah agak ketinggalan hehehe.. 😅Ini diperparah dengan dukungan update dari Infinix yang cuma ilusi di dunia fana ini… Agak disayangkan sih, seharusnya harga segini dikasih update walau cuma 1x OS. 😏
Tampilan antarmuka XOS 14.5 di Hot 50 ini cukup menarik menurut Tuxlin dan terdiri dari Lockscreen, Homescreen, dan app drawer. Opsi kostumisasi juga lengkap, kita bisa atur theme, wallpaper, widget, page effect, fonts, ukuran icon. Tampilannya udah jauh lebih baik ketimbang XOS zaman dulu yang kayak kondisi pemerintahan negeri ini, ruwet!

Fitur andalan XOS 14.5 ini sebenarnya cukup lengkap dan berguna menurut Tuxlin Blog. beberapa fitur andalannya antara lain MemFusion, Kids Mode, Power Marathon, Social Turbo, Peek Proof, Game Mode, Smart Panel, Lightning Multi-Window, Action and Gesture, XClone, Power Menu, XClone, XHide, XArena, XShare, Freezer, Phone Manager, Video Assistant, Intelligent-facilities, XHide, dan banyak lagi.
Oiya, XOS 14.5 ini juga udah ada beberap fitur berbasis AI lho. Beberapa di antaranya memang lumayan bermanfaat, seperti asiosten Folax, Infinix AI Eraser buat hapus obyek foto yang nggak diinginkan (fitur anti Photo Bomb 🤣), Smart Cutout yang memudahkan kita bikin sticker WhatsApp, dan banyak lagi.

Aplikasi bawaan atau bloatware di Infinix Hot 50 ini lumayan ya, bukan yang banyak banget. Beberapa aplikasi tersebut bisa kalian hapus dengan mudah. Pas Tuxlin cek, aplikasi bawaannya antara lain Google Apps, aplikasi proprietary Infinix, AHA Games, CarlCare, EtalaseApp, Facebook, Facebook Messenger, My Health, Instagram, Palm Store, Visha Player, WOW FM, XShare, XClub, Shopee, Lazada, TikTok, WPS Office, dan beberapa aplikasi lainnya.
Secara umum, XOS 14.5 di Infinix Hot 50 ini sebenernya tampil dengan natrmuka yang user friendly, fiturnya lengkap, opsi custom yang luas, dan sejauh ini minim bug ya. Minusnya cuma dukungan update yang bisa dikatakan kagak ada. Selama Tuxlin pakai, cuma ada update keamanan alias security patch doang.
Performa

Soal kinerja, Infinix Hot 50 ini layak mendapat acungan jempol! Hape ini ditenagai chipset 4G generasi terakhir yang performanya lumayan oke banget, yakni MediaTek Helio G100 dengan teknologi 6nm yang mengusung prosesor octa-core yang terdiri dari dual-core ARM Cortex-A76 yang berlari dengan kecepatan 2,2GHz dan hexa-core ARM Cortex-A55 dengan kecepatan 2GHz dipadukan dengan memori RAM sebesar 6GB atau 8GB, serta diperkuat grafis mumpuni dari GPU (Graphics Processing Unit) Mali-G57 MC2.
MediaTek Helio G100 yang dipakai Hot 50 ini sebenernya mirip sama Snapdragon 680/685 yang hasil rebrand dari generasi sebelumnya. Nah Helio G100 ini bisa dikatakan sebagai minor upgrade dari Helio G99 yang clockspeed CPU dan GPU-nya masih sama. Nah Helio G99 ini adalah upgrade tipis dari Helio G96. 😏
Terlepas dari ini chipset rebrand, performa Helio G100 di Infinix Hot 50 bisa dikatakan masih bisa diandalkan untuk penggunaan sehari-hari dan gaming kasual. Berdasarkan hasil benchmark yang Tuxlin lakukan, hape ini bisa mencetak skor 424.965 poin di AnTuTu v10. Jamaah AnTuTuiyah dengan budget tipis pasti bangga lihat skor segini 😅
Baca juga: Realme C51s Review, Hape Sejutaan yang layak Diperhitungkan
Selama tiga minggu Tuxlin gunakan sebagai smartphone kedua, Infinix Hot 50 ini cukup nyaman. Setelah semua aplikasi yang dibutuhkan terinstal, buka tutup aplikasi dan perpindahan menu tetap gegas dan nyaris tak terasa ada lag. Tuxlin juga sering edit video pendek pakai Edits dan Capcut, performanya juga oke asal tidak kebanyakan pasang filter dan efek, proses render nggak terlalu lama.
Apakah Infinix Hot 50 bisa buat main game? Lho ya jelas bisa! Hampir semua game mainstream seperti Mobile Legends: Bang Bang, Roblox, PUBG Mobile atau COD Mobile dapat dimainkan di hape ini. Genshin Impact? Bisa juga, cuma setting grafis paling bawah dan nggak terlalu mulus sih hehe… Selama proses review, hape ini hanya anget aja. Nggak pernah overheat. Berikut detail hasil benchmark Infinix Hot 50.
Device Info HW

Benchmark AnTuTu v10

Benchmark Geekbench 6

Benchmark PCMark

Benchmark 3DMark

Benchmark AnTuTu Storage Test
Sensor & Multitouch Tester
Infinix Hot 50 Review

Layar
Kelebihan hape Infinix Hot 50 ini adalah layarnya yang umayan gede, yakni 6,78 inci dengan resolusi full HD+. Di tahun 2026 ini, layar resolusi full HD+ ini termasuk mewah lho… Lihat aja tuh hape sekarang harga 3 – 4 jutaan aja pakai layar HD+, pedih mata Tuxlin 😭 Kualitas layar Infinix Hot 50 ini tergolong bagus ya. Layarnya padat, tajam, dan warnanya juga vivid. Ini udah lebih dari cukup buat komunikasi atau menikmati konten multimedia.

Nggak cuma itu, layar hape ini udah pakai refresh rate 120Hz yang bikin animasi terlihat mulus dan enak di mata. Pas Tuxlin gunakan di bawah sinar matahari, layarnya masih lumayan kelihatan, tapi bukan yang terang banget. Respon touchscreen juga gegas dan nggak ada kendala kalau dipakai main game.
Audio
Infinix Hot 50 cuma dibekali satu speaker alias mono. Ini agak disayangkan lho menurut Tuxlin karena di era itu (zaman harga SSD/RAM belum meroket), udah banyak hape di bawah 2 juta yang dilengkapi speaker stereo. 🤔 Pas Tuxlin coba buat dengerin musik metal, suaranya lumayan nyaring sih.
Kalau ngomongin kualitas suara speaker, Hot 50 ya gitu deh… Seperti pada umumnya hape murah meriah, suaranya dominan treble dan terdengar agak tipis alias cempreng. Suara bass udah kayak suara rakyat di kuping pejabat, nyaris tak terdengar 😏 Mending beli TWS atau IEM China 100 ribuan deh kalau mau dengerin musik dengan enak.
Baca juga:Xiaomi Redmi Note 13 Review, Pilihan Paling Aman Harga 2 Jutaan
Memori

Unit Infinix Hot 50 yang Tuxlin bahas kali ini adalah varian RAM 6GB dan memori internal 256GB yang pakai storage jenis UFS 2.2 yang udah lumayan kenceng. Pas pertama kali dihidupkan, memori internal yang tersisa adalah 225 GB. Sedangkan free RAM smartphone ini rata-rata 1,8 – 2GB. Oiya, hape ini masih punya slot microSD dan support USB OTG kalau kalian butuh tambahan penyimpanan eksternal.
Baterai
Ngomongin soal stamina, Infinix Hot 50 ini udah kayak pelari kalcer yang tahan full marathon sampai finish dengan senyuman hehehe… 😁 Daya tahan baterainya bisa seharian penuh dengan penggunaan intensif ala Tuxlin Blog, seperti media sosial, edit video CapCut, dan sesekali game ringan. Bahkan bisa tahan seharian lebgih kalau penggunaan nggak terlalu berat. Bisalah diajak kerja atau aktivitas seharian tanpa bahwa charger atau power bank kayak kaumk penyembah buah-buahan itu. 😏
Jadi Infinix Hot 50 ini dibekali baterai berkapasitas 5000mAh. Kapasitas segini udah menjadi standar smartphone Android masa kini, malah sekarang trennya makin gede tuh batere. Minusnya adalah hape ini cuma dilengkapi fast charge 18 watt saja. Butuh waktu dua jam buat charge hape ini dari satu digit persen hingga penuh. Bagi pemuja brand buah-buahan sih mungkin biasa aja nunggu 1,5 – 2 jam… Tapi bagi Android mainstream, ini udah ketinggalan dan luama banget 😏
Lain-Lain
Meski dirancang untuk segmen entry-level, fitur Infinix Hot 50 ini tergolong lengkap lho… Butuh apa? NFC? Ada! Warga perkotaan dengan mobilitas tinggi dan sering naik MRT, KRL atau keluar masuk tol bakal terbantu banget dengan fitur NFC untuk isi ulang dan cek saldo e-money.
Fitur keamanan? Ada fingerprint sensor yang terintegrasi dengan tombol power! Pas Tuxlin cobain, performa sensor sidik jari Infinix Hot 50 bisa diandalkan kok. Nggak pernah ngadat selama proses review.
Buat pembaca Tuxlin yang suka nonton Netflix dan sejenisnya, Hot 50 ini udah support Widevine L1. Apa artinya? Kalian bisa streaming Netflix atau layanan OTT lain dengan resolusi HD atau lebih tinggi.
Kesimpulan
Secara umum, Infinix Hot 50 ini bisa dikatakan salah satu hape murah yang layak dipertimbangkan di masanya. Kalau sekarang? Dengan harga mulai 2 jutaan, hape ini masih menawarkan performa yang kompeten, layar full HD+ 120Hz, kamera yang bagus untuk foto, dan daya tahan baterai oke. Tapi bagi yang butuh kepastian hubungan update, Infinix Hot 50 jelas bukan pilihan tepat. Hape ini juga masih pakai Android 14 yang udah mulai ketinggalan. 😏
Hasil Foto Kamera Infinix Hot 50 di Sini: Review Kamera Infinix Hot 50 Berkekuatan 50MP, Bagus Nggak?
Kelebihan Infinix Hot 50
- Performa masih oke banget
- Kamera belakang bisa kalian andalkan
- Daya tahan baterai oke
Kekurangan Infinix Hot 50
- Kamera kebanyakan gimik
- Dukungan update Android hanyalah ilusi 😅
- Ngecharge lama
- Nggak ada speaker stereo
Catatan Tuxlin: Review ini menggunakan unit yang dipinjam dari tim Laptophia, bukan unit sponsor atau seeding. Kalian juga bisa membaca review Infinix Hot 50 di Laptophia.
Anda mungkin suka:Infinix Hot 20 5G Review, Smartphone 5G Termurah Bertenaga Dimensity 810



