Lika-Liku Beli Xiaomi Redmi S2 Bergaransi Distributor, Ribet!

6

Lika-Liku Beli Xiaomi Redmi S2 Bergaransi Distributor, Ribet! – Halo Pembaca! pada posting kali ini nggak rberupa review sih, cuma sekedar berbagi pengalaman pahit hehehe… Kalau pengalaman manis nggak perlu dibagiin, ntar dikira syombong atau pamer. Jadi, bagiin pengalaman yang pahit-pahit saja, biar pembaca dapat hikmahnya kwkwkw… Jadi ceritanya begini, kerabat Tuxlin Blog ada yang nitip beli smartphone Xiaomi Redmi S2. Namun berhubung budget mepet, akhirnya beli Redmi S2 bergaransi distributor!

Yah Tuxlin Blog sudah jelaskan beberapa kekurangan atau konsekuensi yang diterima kalau membeli smartphone Xiaomi bergaransi non resmi. Karena yang bersangkutan ini nggak keberatan, Tuxlin Blog akhirnya membelikan Xiaomi Redmi S2 garansi distributor. Nah, ternyata keputusan ini malah menyulitkan Tuxlin Blog wkwkw… Bagaimana kisah keruwetan dan ribetnya ngurusin Xiaomi Redmi S2 garansi distributor? Ini sedikit kisahnya, semoga menginspirasi wkwkw…

Lika-Liku Beli Xiaomi Redmi S2 Bergaransi Distributor, Ribet! 1

ROM MIUI Abal-Abal Masalah Utamanya!

Memang bukan rahasia lagi kalau kelemahan utama beli smartphone Xiaomi dengan garansi non resmi alias distributor ini adalah ROM atau perangkat lunak di dalamnya. Emangnya kalau beli smartphone garansi distributor selalu sama dengan yang resmi dan langsung enak dipakai? Hohohoho… Tidak semudah itu Alberto…! 😆 Yah kalau lagi hoki, bisa dapat unit dengan ROM resmi, dalam hal ini adalah MIUI Global.

Nah bagaimana dengan smartphone Xiaomi Redmi S2 yang Tuxlin beli? Kurang hoki ini, dapat ROM MIUI abal-abal. Sebenarnya sih seharian dipakai nggak ada kendala apapun dan enak-enak aja dipakai. Hanya saja Tuxlin Blog khawatir ponsel ini bakal nggak optimal kinerjanya atau sektor lain. Dulu jaman Tuxlin Blog beli Redmi Note 2 bergaransi distributor, ROM-nya itu abal-abal dan suka keluar iklan. Selain itu baterai jadi boros banget… 🙁

Baca juga:Review Samsung Galaxy A7 2018: Pendekar Bermata Tiga!

Jadi kalau mau kinerjanya enak dan dapat dukungan langsung dari pengembang MIUI, sebaiknya kita gunakan ROM MIUI Global asli, bukan abal-abal. Hal ini bisa dilakukan melalui fasilitas update atau ritual flashing. Berbekal dari pengalaman terdahulu dengan beberapa smartphone Xiaomi bergaransi distributor (Xiaomi Redmi 4A, Note 5, Mi5, dan Mi 5s), Tuxlin memilih jalan yang paling mudah, yakni melalui fasilitas updater. Tuxlin Blog langsung download recovery ROM Xiaomi Redmi S2 di website resmi MIUI.

Gagal Update dan Bootloop

Lika-Liku Beli Xiaomi Redmi S2 Bergaransi Distributor, Ribet! 2

Setelah selesai download recovery ROM untuk Xiaomi Redmi S2, file langsung Tuxlin Blog transfer ke unitnya melalui kabel data. Selanjutnya adalah melakukan ritual upgrade melalui fasilitas System Updates offline. Awalnya sih nyantai aja, soalnya Tuxlin udah sering pakai metode seperti ini untuk lepas dari ROM abal-abal terkutuk itu! Dan biasanya sih sukses hehehe… Nggak tahu kalau di Xiaomi Redmi S2 bakal jadi bencana wkwkw…

Proses update Tuxlin Blog jalankan… Smartphone Xiaomi Redmi S2 secara otomatis restart untuk melanjutkan prosesnya. 15 menit ditunggu… Kok nggak kelar-kelar ini ya? 🙄 Eh malah keluar pesan error yang intinya ROM ini nggak bisa dipakai di Xiaomi Redmi S2! Kamfret sekali ini ROM abal-abal terkutuk! Ponsel Xiaomi Redmi S2 akhirnya bootloop dengan sukses! 😎

Wah kalau udah begini, ritual flashing memang harus dilakukan. Tuxlin langsung mengunduh beberapa peralatan perang yang diperlukan, seperti Fastboot ROM untuk Xiaomi Redmi S2, Mi Flash, dan XiaomiTool. Seperti biasa, ritual flashing pun dilakukan, hasilnya? Gagal! Seharian waktu habis buat utak-atik Xiaomi Redmi S2 bergaransi distributor ini dan nggak bisa kerja wkwkw… 😆

Ada dua hal yang bikin semua upaya ritual flashing yang Tuxlin Blog lakukan ke Xiaomi Redmi S2 gagal, yakni: Bootloader masih terkunci dan USB debugging nonaktif. Padahal kalau pakai Xiaomi Flash, device harus udah unlock bootloader. Nah kalau kita pakai Xiaomi Tool, nggak perlu UBL, tetapi USB debugging harus aktif. Keduanya nggak ada di Xiaomi Redmi S2 yang Tuxlin Blog pegang dan udah terlanjur bootloop begini… Hadeh, kalau begini berasa dunia semakin sempit dan gelap wkwkw…

Baca juga:Review Kamera Realme 2: Hasil Fotonya Boleh Juga, Ferguso…!

Berani Nyoba Test Point Xiaomi Redmi S2?

Awalnya Tuxlin Blog udah putus asa dengan nasib dan masa depan Xiaomi Redmi S2 titipan kerabat ini. Malah Tuxlin udah mikir gimana ntar gantiin hape ini kalau memang benar-benar udah nggak bisa disembuhkan 🙁 Iseng-iseng tanya sama Mbah Google, kemudian ditujukkan yang namanya Test Point! Metode ini ampuh digunakan untul flashing meski belum Unlock Bootloader atau USB Debugging non aktif. Lalu caranya gimana? Nah itu dia yang ribet!

Tuxlin melihat video tutorial test point Xiaomi Redmi S2 di YouTube. Wah ribet juga ya? Akhirnya setelah mengumpulkan keberanian dan sedikit bermodal nekat, Tuxlin berencana melakukan test point sendiri pada unit Xiaomi Redmi S2 agar bisa di flash ke ROM global. Test point ini menghubngkan dua titik tertentu pada papan mainboard smartphone dengan menggunakan pinset, sehingga proses flashing dapat dilakukan.

Ini berarti Tuxlin Blog musti bongkar unit Xiaomi Redmi S2 yang masih kinyis-kinyis ini… 😯 Nggak ada pilihan, casing belakang Xiaomi Redmi S2 ini akhirnya Tuxlin buka dan dengan hati-hati melepas kabel fingerprint-nya. Untuk dapat mengakses test point dari Xiaomi Redmi S2, kita musti bongkar penutup mainboardnya gaes. Gebleknya, obeng yang Tuxlin miliki nggak ada yang sesuai… Masak iya beli obeng dulu? 💡

Akhirnya…

Dua hari waktu terkuras percuma ngurusin Xiaomi Redmi S2 bergaransi distributor ini, akhirnya membuat Tuxlin Blog menyerah. Langsung saja googling dalam rangka cari jasa flashing yang bisa test point Xiaomi Redmi S2 ini. Langsung ketemu di Jogja! Hari berikutnya, Tuxlin Blog langsung cus ke sebuah konter kecil yang melayani test point dan flashing Xiaomi Redmi S2.

Nggak sampai sejam, unit Xiaomi Redmi S2 udah terinstal MIUI 9.6 global, coy! Lega rasanya, akhirnya Xiaomi Redmi S2 bisa nyaman digunakan. Berapa bayar jasa flashing dan test point tadi? Tuxlin Blog kena Rp 100 ribu. Ya sudah, beginilah risiko beli unit smartphone bergaransi nggak resmi. Software di dalamnya juga nggak resmi dan akhirnya bikin ribet wkwkw… Oke, mungkin sampai di sini curhat kali. Semoga bermanfaat bagi pembaca semua! 🙂

Anda dapat membeli atau cek promo Xiaomi Redmi S2 DI SINI (Klik) atau DI SINI (Klik)

Spesifikasi Xiaomi Redmi S2

  • Sistem Operasi Android 8.1 Oreo dengan antarmuka MIUI 10
  • Chipset Qualcomm Snapdragon 625 dengan prosesor octa-core ARM Cortex-A53 2GHz
  • Grafis Adreno 506
  • Dual kamera belakang 12 megapiksel + 5 megapiksel, sensor Sony IMX486 1/2.9 inci 1,25um piksel, aperture f/2.2, phase-detection autofokus dengan dilengkapi LED flash. Kamera depan 16 megapiksel sensor Samsung ISOCELL S5K3P8SP 1/3.1 inci 1um piksel, lenasa aperture f/2.0, sensor BSI 2um piksel, fixed focus
  • Layar sentuh 5,99 inci 2.5D, aspek rasio 18:9 dengan resolusi HD+ 720 x 1440 pixels, kerapatan 269 ppi (pixel per inch), 16 juta warna, panel IPS
  • Memori RAM 3GB, ROM 32GB, dilengkapi slot microSD max 256GB (dedicated slot)
  • WiFi, Bluetooth, port microUSB, 3.5mm audio jack, FM Radio, GPS, Dual SIM, fingerprint sensor, face unlock
  • GSM / 3G HSPA / 4G LTE
  • Dimensi 160.7 x 77.3 x 8.1 mm dengan berat 170 gram
  • Baterai 3080mAh non-removable
  • Warna Rose Gold, Champagne Gold, dan Platinum Silver

Anda mungkin suka:Review Kamera Xiaomi Redmi S2 dengan Sensor Sony IMX486

6 COMMENTS

  1. Kira kira konter service hape yang bisa update itu mudah dicari, banyak yang bisa melakukan, atau langka karena hanya sedikit tukang service yang bisa ubah rom S2 ini? soalnya saya juga sama beli di distributor kena ROM abal abal… pengen ke tukang service takutnya gagal misalnya karena ga semua tukang service bisa…

    • Sebenarnya banyak mas yang bisa. Akan tetapi saya sarankan ke konter yang spesialisasi menangani smartphone Xiaomi, pasti pengelaman menangani ponsel Xiaomi juga teruji 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here