Linux Mint 7 (Gloria)

Halo pembaca! Belakangan ini saya jarang posting karena kesibukan kuliah, sekarang malah UAS… Gubrak! Walau lagi UAS (udah slese dink!), saya masih sempat bikin artikel ini. Artikel ini membahas sebuah distro turunan ubuntu yang cukup terkenal, Linux Mint. Linux Mint 7 ini memiliki codename ‘Gloria’ yang berbasis ubuntu 9.04 jaunty jackalope. Oke, langsung saja kita lihat lebih dekat si cantik ‘Gloria’.

GUI

Mint yang saya gunakan secara default menggunakan desktop environment GNOME yang sederhana. Mint juga tersedia dengan default desktop lain seperti KDE4, XFCE dan Fluxbox. Meski mint yang saya gunakan memakai Gnome yang sederhana, namun bukan berarti tampilanya membosankan, tampilan linux mint ini cantik dengan dominan warna hijau. Tampilan gnome yang diusung tidak seperti kebanyakan distro yang menggunakan gnome, mint sedikit berbeda. Biasanya desktop gnome menampilkan menu-menunya di bagian atas desktop dan dibagi 3 kategori (Application, Places, System) sedangan linux mint mendesain menunya mirip sebuah tombol start di windows atau mirip KDE. Menurut saya, perbedaan tampilan ini merupakan nilai tambah, karena hal tersebut menjadi khas linux mint. Daefault wallpaper linux mint berupa logo linux mint dengan bacground dominan hijau dengan gradasi serta efek percikan air membuat tempilan terasa segar dan menyejukan… hehehe… Berikut screenshot desktop linux mint….

desktop

Secara default, linux mint telah menyertakan compiz-config setting manager untuk mempermudah user dalam memilih efek compiz-3D yang akan digunakan. Hal ini menyenangkan menurut saya, karena pada distro ubuntu, secara default tidak menyertakan compiz-config setting manager sehingga membuat saya agak kesulitan mengganti efek compiz. Tampilan compiz-config setting manager di linux mint ini cukup sederhana namun tetap komunikatif. Menurut saya, pemula pun akan mudah memahami pengaturan compiz-nya. Berikut tampilan compiz-config setting manager milik linux mint…

compizconfig

Software & Dukungan Driver

Secara umum, linux mint sama dengan ubuntu, menggunakan kernel linux 2.6.28-11 serta dukungan filesistem baru, EXT4. Linux mint menyertakan software masa kini, antara lain Gnome 2.26, Firefox 3.0.10, Pidgin 2.5.5, OpenOffice.org 3.0.1, GIMP 2.6.6, Rhythmbox 0.12.0 dan banyal lagi. Selain itu, linux mint juga menyertakan software buatan mint sendiri, antara lain MintMenu, MintUpdate, MintUpload serta tampilan yang lebih menarik. Software multimedia yang dibawa linux mint juga cukup lengkap beserta codec multimedianya. Jadi anda tidak perlu repot-repot menginstall codec multimedia, karena linux mint ini telah depat memainkan sebagian besar file multimedia yang ada. Disertakanya file multimedia ini merupakan nilai tambah untuk memudahkan pemula dalam menggunakan linux meski tidak sejalan dengan filosofi ‘free software & open source’, karena beberapa codec yang disertakan ada yang bersifat non-opensource dan berlisensi. Dukungan driver juga cukup baik. Saya menggunakan Ati Radeon HD3200 dapat langsung menjalankan compiz-fusion 3D tanpa harus intalasi driver catalyst. Software yang dibawa oleh installer linux mint saya rasa cukup untuk memenuhi penggunaan sehari-hari dengan nyaman, hanya saja saya mengharapkan penyertaan Inkscape, kerena menurut saya, software ini cukup powerfull dan banyak yang membutuhkan sebagai pengganti coreldraw. Oya, linux mint dapat menggunakan repository ubuntu 9.04 untuk menambah software yang dibutuhkan.

ooogimp

Kemudahan Penggunaan

Linux mint cukup mudah penggunaanya, cocok untuk orang yang baru pertama kali mengoperasikan komputer berbasis linux. Linux Mint juga menyediakan semacam control panel untuk memudahkan pengguna melakukan tweak pada sistem operasi. Menu-menu yang sederhana dan mudah dikonfigurasi merupakan salah satu kelebihan desktop gnome. Tampilan gnome yang diadopsi linux mint tidak seperti distro kebanyakan, linux mint membuatnya mirip tombol start milik windows, sehingga pengguna yang baru bermigrasi ke linux tidak mengalamai kesulitan.

Kesimpulan

Bisa dibilang linux mint adalah distro yang ‘out of the box’ memiliki tampilan menarik serta kemudahan penggunaan. Saya sendiri cukup senang dengan distro linux mint ini, karena saya tidak perlu susah payah menginstal driver catalyst agar dapat menjalankan compiz-fusion. Distro ini cocok untuk yang suka tampilan yang sederhana namun segar dan cantik. Selain itu, tampilan gnome yang telah dikustomisasi membuat penggunaan lebih mudah. Distro ini patut anda coba!


12 Comments

  1. dny September 16, 2009
    • tuxlin September 16, 2009
  2. dny September 17, 2009
    • tuxlin September 17, 2009
  3. dny September 19, 2009
  4. Fadly October 3, 2009
    • tuxlin October 3, 2009
  5. budi dermawan October 18, 2009
    • tuxlin October 18, 2009
  6. nyan October 27, 2009
  7. kafein November 20, 2009
  8. Fandy September 11, 2012

Add Comment

*