Review Huawei Y3 Batik, Ponsel Android Quad Core Murah Meriah

20

Review Huawei Y3 Batik

Seperti yang Tuxlin Blog duga sebelumnya, meski ponsel Huawei Y3 Batik ini ditenagai prosesor quad-core, performanya nggak terlalu nyaman, Seperti yang Tuxlin Blog sebutkan di atas, smartphone Huawei Y3 Batik ini ditenagai oleh prosesor quad-core ARM Cortex-A7 yang berlari dengan kecepatan 1,2GHz dari chipset Spreadtrum SC8830 yang ditandemkan dengan memori RAM sebesar 512MB. Sedangkan sektor grafis, Huawei mempercayakannya pada Mali-400MP. Skor AnRuTu yang dihasilkan oleh ponsel ini cukup tinggi di kelasnya, yakni mencapai 17 ribu-an poin. Namun kapasitas RAM yang hanya 512MB menjadi kendala bagi kinerjanya.

Saat kondisi ponsel Huawei Y3 Batik masih default atau belum ada tambahan aplikasi, Tuxlin sudah menemui lag saat saat menjelajah menu atau buka tutup aplikasi. Namun, setelah Tuxlin menginstal banyak aplikasi sosial media, seperti Facebook, BBM, WhatsApp, dll terkihat Huawei Y3 Batik mengalami penurunan kinerja, meski tak terlalu signifikan dan lag yang muncul tidak terlalu mengganggu. Tuxlin mencoba memainkan game ringan seperti Subway Surfer, game berjalan lancar… Namun, ketika mencoba memainkan game Temple Run 2, kadang muncul lag yang agak mengganggu.

Baca juga:Review BenQ B502, Ponsel Selfie Selera Rakyat

Sektor layar, Huawei Y3 Batik ini dibekali dengan layar sentuh berteknologi TFT LCD kapasitif dengan resolusi WVGA 800 x 480 piksel berukuran 4 inci, serta menawarkan kerapatan layar mencapai 233 ppi. Huawei tidak menyebutkan bahwa ponsel ini dilengkapi dengan lapisan antigores, jadi Tuxlin menyarankan untuk menambahkan screenguard atau tempered glass agar tidak tergores. Bagi sebagian orang, ukuran layar 4 inci mungkin terlalu kecil… Namun, ukuran seperti ini cocok bagi pengguna pemula atau yang nggak suka ponsel berukuran besar, hehehe…

Performa layar Huawei Y3 Batik kayak gimana bro? Yah namanya juga ponsel murah, kita nggak bisa berharap bakal dapet layar sekualitas Super AMOLED 😆 Layar ponsel ini mampu menghasilkan warna dan kontras yang cukp baik. Meski resolusinya rendah, tampilan ikon dan teks pada layarnya tidak kasar dan bergerigi, masih cukup nyaman di mata. Viewing angle atau sudut pandang layar Huawei Y3 Batik ini tergolong lumayan meski masih pake  TN panel, bukan IPS. Saat digunakan di bawah sinar matahari, layar Huawei Y3 Batik tampak kewalahan gan, susah dilihat tulisan atau gambarnya, hehehehe… Masih wajar untuk ponsel murah Smile

Beralih ke sektor audio gan… Ponsel Huawei Y3 Batik ini dibekali dengan lubang speaker yang berada di bagian belakang. Lubang speaker ini akan tertutup atau terhalang ketika ponsel diletakkan. Kualitas speaker Huawei Y3 Batik ini lumayan bagus untuk kelas entry-level menurut kuping kaleng Tuxlin Blog Smile with tongue out Treble terdengar cukup jelas, tetapi kurang detail, sedangkan bass terdengar meski nggak dalam. Tuxlin mencoba mendengarkan musik di Huawei Y3 Batik ini melalui headset Xiaomi Piston 3, hasilnya? Secara umum, keluaran suaranya bagus gan, bass-nya nendang tapi nggak berlebihan… Akan tetapi treble-nya kurang detail menurut saya.

Screenshots Review Huawei Y3 Batik Tuxlin Blog02Screenshots Review Huawei Y3 Batik Tuxlin Blog03

Ponsel Huawei Y3 Batik ini dibekali dengan memori internal atau ROM berkapasitas 4GB dengan ruang kosong 2,09GB. Kapasitas memori internal ponsel ini memang tidak besar, sehingga daya tampung aplikasinya juga nggak terlalu banyak. Ponsel ini dilengkapi slot microSD untuk ekspansi memori eksternal untuk menympan data. Saat pertama kali dihidupkan, free RAM ponsel Huawei Y3 Batik ini hanya 267MB saja… Wajar sih kalau performanya agak kurang dan kadang muncul lag, hehehehe… Rolling on the floor laughing

Baca juga:Review Himax Polymer 2, Ponsel Musik Seharga 1 Juta-an

Konektivitas ponsel Huawei Y3 Batik ini cukup lengkap dengan hadirnya fitur dual SIM, 3G HSPA, GPS, Bluetooth, dan WiFi. Kita juga bisa milih SIM mana yang akan digunakan untuk koneksi data 3G. mengenai GPS< kecepatan lock-nya bisa dikatakan agak lambat dan tidak terlalu akurat. Sedangkan WiFi dan Bluetooth bekerja dengan baik, tidak ada masalah.

Baterainya gimana gan? Ponsel Huawei Y3 Batik ini dibekali baterai berkapasitas 1730mAh dan penggunaan standar hanya bertahan sehari saja untuk intensitas penggunaan sedang. Namun, jika intensitas penggunaan cukup intensif, nggak sampai sehari juga sudah habis hehehehe… Smile

Secara umum, smartphone Huawei Y3 Batik ini menawarkan spesifikasi yang standar untuk kelas entry-level, yakni layar 4 inci, prosesor quad-core, kamera 5MP, RAM 512MB, dan didukung antarmuka EMUI. RAM yang terbatas ini menjadi kekurangan ponsel ini. Namun, Huawei menghadirkan theme batik dan dual LED flash untuk meningkatkan daya tarik ponsel ini.  Fitur Snapshot yang mana memungkinkan kita memotret dengan memencet tombol volume 2x pada saat layar terkunci ini juga cukup menarik. Secara umum, Huawei Y3 Batik layak dipertimbangkan untuk kelas entry-level dengan harga Rp 700 ribu-an.

Kamera Huawei Y3 Batik ini sudah saya review di artikel sebelumnya yang bisa di baca di sini:Review Kamera Huawei Y3 Batik, Berkekuatan 5MP Plus Dual LED Flash

Kelebihan Huawei Y3 Batik

  • Dilengkapi Dual LED Flash
  • Prosesor Quad Core
  • Fitur Snapshot

Kekurangan Huawei Y3 Batik

  • RAM hanya 512MB, kurang smooth
  • Kamera fix focus
  • Minim sensor (tidak dilengkapi proximity ensor)

Outro…

Sebenarnya saat pertama kali unboxing atau buka kotak ponsel Huawei Y3 Batik ada kejadian yang bikin deg-deg ser… halah… Laughing out loud Ceritanya begini, setelah cek semua kelengkapan san paket pembelian, Tuxlin langsung pasang baterai dan mencoba menghidupkan ponsel untuk yang pertama kalinya. Setelah memencet tombol on lama… Lha kok nggak mau nyala? Matih… Ini ponsel titipan yang beberapa hari lagi diambil masak nggak mau hidup… Jangan-jangan dapat yang defect?

Seandainya Huawei Y3 Batik ini unit yang dibeli Tuxlin sendiri, mungkin nggak terlalu panik… Akan tetapi ini titipan orang gan… Masak sih udah rekomendasikan ponsel ini trus dapet yang mati? Mau ditaruh di mana muka Tuxlin Blog? Hahahaha… Padahal nggak punya muka 😆

Eh ternyata sepele gan, tombol power Huawei Y3 Batik ini musti dipencet agak dalam dan agak lama…. Baru deh ponsel ini mau hidup! Ah lega…. Kagak jadi garansiin nih ponsel hahahaha… Tuxlin yakin kok, QC Huawei lumayan oke, hehehehe… Ya sudah, sampai di sini dulu posting mengenai review ponsel Huawei Y3 Batik, semoga bermanfaat bagi pembaca semua Smile

Anda mungkin suka:Harga & Spesifikasi Lenovo A2010, Ponsel 4G LTE Murah Meriah

20 COMMENTS

  1. dulu pernah pake huawei ascend yang windows phone, wow wus wus wus…
    tapi kalo ini ramnya kok sauprit gitu ya gan. hare gene 512 ya megap megap ya, padahal procie nya dah quad core. sayang bener ya. trus 4 inch belum 5 atau 5.5 inchi. minimal 4.7 lah kayak redmi hehe…
    tapi anak SD ya ga bakal komplen ahahah

  2. Gan kalau dibandingin sama lenovo a319 yang pernah di review gan tuxlin, lebih merekomendasikan yang mana? melihat dari harga yang hampir sama.
    Terima kasih

    • Berdasarkan informasi GSM Arena, Huawei Y3 ini mendukung standar WiFi paling tinggi adalah n yang secara teoritis menawarkan kecepatan 300mbps. Kecepatan tipikal standar ini berdasarkan informasi yang saya dapat adalah sekitar 130mbps. Lalu yang dimaksud cuma detect 72 mbps itu bagaimana? Access Point atau AP yang digunakan sudah menggunakan standar n?

  3. Bg, kalo dsuruh milih huawei y3 atau lenovo a1000 agan lebih rekomendasiin yg mna ? Secara harga yg gk jauh beda,, makasih

    • kalau apk Google Play Store bisa download ke situs pihak ketiga seperti APK Mirror. sedangkan untuk gallery saya kurang tahu… Flashing mungkin bisa jadi solusi 😀

  4. Pengalaman ane pake y3 batik sih, kalo hp spek rendah mungkin lebih baik nonaktifin aplikasi yang gak penting gan, bisa bikin performa sedikit meningkat.. berlaku untuk semua hp spek rendah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here