Review Lumia 430, Ponsel Windows Phone Termurah

24

Review Ponsel Lumia 430

Secara umum, performa smartphone Lumia 430 untuk penggunaan sehari-hari sangat memuaskan. Meski hanya berbekal prosesor dual-core dari chipset Qualcomm Snapdragon 200, perpindahan menu, buka tutup aplikasi, dan sebagainya berjalan sangat smooth. Ini sebenarnya adalah karakter sistem operasi Windows Phone yang memamg smooth meski telah dijejali dengan banyak aplikasi yang jalan di background.

Pengalaman Tuxlin menggunakan Lumia 520 dengan RAM 512MB saja sangat nyaman digunakan, apalagi Lumia 430 dengan RAM 1GB. Bukan rahasia lagi kalau manajemen RAM Windows Phone lebih baik dan efisien, sehingga RAM 512MB bisa dikatakan setara dengan Android dengan RAM 1GB. Pengguna nggak perlu khawatir dengan kinerja Lumia 430 ini meski spesifikasi di atas kertas termasuk rendah.

Akan tetapi, kinerja aplikasi BBM (BlackBerry Messenger) di Windows Phone sangatlah buruk, respon lambat, buka tutupnya juga lambat… jadi musti ekstra sabar kalau pake BBM πŸ˜† Kalau aplikasi lain sih nggak kayak gitu πŸ™‚

Beralih ke sektor layar, Microsoft membekali ponsel Lumia 430 dengan layar sentuh berukuran 4 inci dengan resolusi WVGA 480 x 800 piksel yang menggunakan panel berteknologi TFT atau TN. Nggak cuma itu, Lumia 430 juga dilengkapi dengan autobrightness dengan dukungan ambient light sensor.

Kualitas layar ponsel Lumia 430 menurut Tuxlin relatif standar untuk ponsel entry level dengan karakter warna yang terlihat agak pudar. Ketika digunakan di bawah sinar matahari, layar Lumia 430 terlihat agak kewalahan meski tampilan layar masih terlihat. Hal ini diperparah dengan layar Lumia 430 yang sangat mudah kotor dan meninggalkan jejak sidik jari, sehingga makin tidak terlihat ketika di bawah sinar matahari. Microsoft tidak membekali lapisan antigores untuk layar Lumia 430 ini.

Baca juga:Review Lenovo A6000, Android 4G Bertenaga Snapdragon 410

Screenshot Lumia 430 Tuxlin Blog01 Screenshot Lumia 430 Tuxlin Blog02

Ponsel Lumia 430 ini mengusung memori internal berkapasitas 8GB dan yang tersisa untuk pengguna adalah 3,85GB, cukup banyak jika dibandingkan dengan rata-rata Android sekelas yang hanya dibekali ROM 4GB. Konektivitas ponsel Lumia 430 ini tergolong lengkap di kelasnya dengan dukungan dual SIM (keduanya bisa 3G secara bergantian), WiFi, GPS, dan Bluetooth.

Semua konektivitas Lumia 430 berjalan lancar tanpa ada kendala dan lock GPS juga terhitung cepat. Sayangnya, kita nggak bisa ngelock di jaringan 3G karena tidak ada opsi β€œ3G only”. Beralih ke sektor audio, speaker Lumia 430 ini tergolong pelan tetapi kualitas suaranya luamayan oke gan. Ketika menggunakan headset bawaan, kualitas suaranya standar dan terkesan β€œmendem” atau kurang keluar. Setelah mencoba dengan headset Xiaomi Piston 3, baru terdengar kualitas suara yang bersih, serta bass dan treble yang seimbang.

Bagaimana daya tahan baterai ponsel Lumia 430? Tuxlin mencoba menggunakan Lumia 430 dengan dual SIM aktif, koneksi internet melalui WiFi (hampir sepanjang hari), intensitas penggunaan sedang dengan beberapa aplikasi sosial media, hasilnya? Lumia 430 mampu bertahan hingga 1,5 hari.

Bahkan, sempat sampai bertahan hingga 2 hari, mantap kan? πŸ˜€ Tuxlin mencoba Lumia 430 untuk memainkan game ringan seperti Subway Surfer dan Street Skater 3D, berjalan dengan baik dan respon touchscreen juga oke. Oiya, posisi speaker berada di bagian belakang ponsel akan tertutup ketika meletakkan ponsel di kasur.

Kelebihan Ponsel Lumia 430

  • Kinerja memuaskan
  • Konektivitas & Sensor lengkap di kelasnya
  • Harga terjangkau

Kekurangan Ponsel Lumia 430

  • Ketersediaan aplikasi Windows Phone tak sebanyak Android
  • Layar kurang oke, terutama di bawah sinar matahari

Review kamera Lumia 430 bisa di baca di sini:Β Review Kamera Ponsel Lumia 430, Berkekuatan 2 Megapiksel

Outro…

Ponsel Lumia 430 ini adalah smartphone Windows Phone ketiga yang pernah direview Tuxlin Blog. Sebelumnya saya perna mereview Lumia 520 yang tak lain adalah salah satu andalan empunya blog ini, dan satu lagi adalah Lumia 625 milik teman.

Tuxlin sendiri sebenarnya tertarik mereview ponsel Lumia kelas menengah seperti Lumia 640 LTE atau Lumia 640 XL, tetapi dana yang ada sudah Tuxlin alihkan untuk mengakuisisi Xiaomi Mi 4i. Mungkin nanti jika ada kesempatan, Tuxlin akan mereview smartphone Lumia lainnya. Sampai di sini dulu review Lumia 430, ponsel termurah Microsoft… Semoga bermanfaat bagi pembaca semua πŸ™‚

Anda mungkin suka:Ponsel Kamera 13MP Oppo R7 Diluncurkan, Ini Spesifikasinya

24 COMMENTS

  1. Wah, nama saya disenggol disini, hehe.

    Tentang frame samping yang lebih tebal mungkin bisa dilihat di image ini bagaimana bentuknya, beda antara 2 ponsel ini paling sekitar 1mm tapi sangat berasa “perasaan lebih kokohnya” yang 435 saat dipegang, apalagi dengan sudut siku di keempat ujungnya.

    https//goo.gl/F9R3PK

    Realitanya sih sama2 kokoh, hanya lebih tebal dan sudut siku itu saja pembeda “perasaan kokohnya”, tetapi soal kenyamanan dipegang masih lebih nyaman 430 dibanding 435.

  2. wah akhirnya di review jg.
    oiya mas, untuk awal pemakaian apakah harus ada Wifi buat update aplikasinya atau bisa ditunda dulu updatenya ?

  3. bang Tuxlin, layar 430 kalau dipasangin tempered glass berpengaruh kagak ? biar awet πŸ™‚
    kalau dipakaiin tempered glassnya 435, samakah bentuk dan ukurannya ?
    thx

  4. Bro, bagaimana caranya kok bs daya tahan baterai awet sampai seharian lebih. Saya pakai single sim mode 3g bertahan 9 jam lebih doang. Pemakaian line bbm, itu jg krg aktif.

    Udh pakai mode batery saver. Kurangi kecerahan dan lain lain

    • Nah BBM nya tuh yang boros baterai gan… Saya nggak pakai BBM di Lumia soalnya… Dulu pas pakei Lumia 520 dengan BBM malah cas dua kali sehari πŸ˜†

  5. Gan lumia 430.ku kok sering restart sendiri yaa. Apalagi pas lagi sibuk hpnya buka semua sosmed. Tp skrg wlpun g d pake srg diem2 restart sendiri. Gimna dong gan ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here