Socket-Socket Prosesor Desktop (Part I)

Halo pembaca! Lama saya tidak posting artikel mengenai hardware, sebenernya nih, blog ini saya isi dengan 2 tema utama, yaitu Linux dan hardware, namun akhir-akhir ini sering keluar dari tema utama tersebut :mrgreen: …. Oke langsung saja, kali ini saya akan membahas mengenai aneka macam soket prosesor desktop. Aneka macam soket dari berbagai generasi dan platform membuat masyarakat yang masih awam soal hardware bingung, lha soket sama aja belum tentu kompatibel alias cocok. Nah disini saya akan share sedikit yang saya ketahui soal per-soket-an prosesor dari 2 platform besar dunia prosesor, Intel dan AMD. Pada artikel ini, saya hanya membahas soket yang digunakan generasi Pentium 4 dan Athlon XP hingga generasi sekarang, pentium III ke bawah tidak saya bahas, karena saya juga gak tau persis. Ngomong2 soal soket, ada ciri khas tertentu tiap platform. Platform AMD, setelah soket A bakal 3x ganti soket, so menyusahkan bagi konsumen yang mau upgrade, karena harus beli motherboard dan memory baru. Lain lagi dengan platform intel, meski umur soket 478 dan soket LGA775 cukup panjang, namun tiap ganti chipset pasti deh prosesor lama gak disupport, padahal soketnya sama. Hehehehehehe…. langsung dibahas mulai dari platform AMD.

Soket A (Soket 462)

clip_image002

Soket A atau sering disebut dengan soket 462 dan memiliki 462 pin konektor. Soket ini dapat dipasangkan dengan prosesor AMD Athlon XP, Duron dan Sempron K7. Soket ini sering dijuluki soket sepanjang masa AMD karena umur soket ini sangat panjang. Soket ini digunakan sejak generasi Athlon yang terdiri dari 4 beberapa generasi antara lain Thunderbird, AthlonXP Palomino, Thoroughbred A&B dan Barton. Soket ini juga digunakan oleh versi murah Athlon, yaitu Duron yang juga terdiri dari beberapa generasi, antara lain Duron Spitfire, Morgan dan Applebred. Soket ini juga digunakan oleh generasi terakhir dari K7, yaitu Sempron. Secara umum, soket ini memiliki tingkat kompatibilitas yang baik dengan berbagai generasi prosesor yang menggunakan Soket A. Platform soket A ini telah mendukung konfigurasi single channel DDR maupun dual-channel DDR (Tergantung dukungan chipset). Chipset yang cukup populer di platform soket A antara lain Via KT600 dan Nvidia nForce2.

Soket 754

clip_image004

Setelah generasi K7 pensiun, AMD meluncurkan generasi K8 (Hammer). Generasi K8 ini merupakan generasi 64bit yang menggunakan teknologi IMC (Intergrated Memory Controler). Generasi pertama K8 ini menggunakan socket 754 yang memiliki 754 pin konektor. Awalnya, semua prosesor K8 AMD menggunakan soket ini, namun soket ini akhirnya di segmentasikan untuk prosesor kelas low-end. Prosesor yang menggunakan soket ini adalah Athlon 64 generasi awal (Clawhammer, Winchester, dll) dan juga sempron K8 generasi awal. Soket 754 memiliki spesifikasi Single Channel DDR, maksimum 3 slot DIMM di tiap motherboard dan mampu mendukung Hypertransport 800Mhz (1600Mhz DDR). Chipset yang cukup populer di platform ini antara lain Via K8T800 dan Nvidia nForce3. Soket ini pertama kali diluncurkan di tahun 2003 dan dukungan terhadap soket ini berakhir setelah diluncurkanya soket AM2.

Soket 939

clip_image006

Pada masa soket 939 inilah AMD berjaya untuk urusan top performance. Soket 939 ini memiliki 939 buah pin konektor. Soket 939 ini ditujukan untuk segmen mid-high alias segmen menengah keatas. Soket ini membawa banyak kemajuan dibanding soket 754. Platform 939 ini telah mampu mendukung dual-channel DDR 2 dan Hypertransport 2.0. Hypertransport 2.0 ini telah mencapai hingga 1000Mhz (2000Mhz DDR). Platform 939 ini dapat digunakan oleh semua jajaran prosesor AMD kelas menengah ke atas saat itu. Prosesor tersebut meliputi Athlon64 (generasi : Venice keatas), Athlon64 X2 (Manchester, Toledo), Athlon FX dan Opteron. Chipset yang cukup populer di platform ini antara lain Nvidia nForce4, Geforce 6100, dll. Masa kejayaan AMD di top performance oleh platform 939 ini cukup membuat pesaingnya kocar kacir, namun sayangnya, harga prosesor AMD saat itu sangat mahal. Umur soket 939 ini tidak terlalu lama, dan digantikan oleh soket baru, AM2.

Soket AM2

clip_image008

Setelah era soket 939 dan 754 berakhir, muncul soket baru, soket AM2. Kemunculan soket ini dilandasi ide untuk membuat sebuah soket universal yang berumur panjang, dengan tujuan jika konsumen melakukan upgrade, tidak perlu mengganti motherboard. Soket AM2 ini muncul di pertengahan tahun 2006. Soket AM2 ini memiliki 940 pin konektor dengan dukungan dual-channel DDR2, Hypertransport 2.0, dll. Tidak seperti jaman soket 939 dan 754 dulu, AMD tidak lagi melakukan segmentasi pasar dengan soket yang berbeda. Soket AM2 ini dapat digunakan oleh semua prosesor AMD dari kelas atas hingga kelas ekonomis. Dukungan AMD terhadap DDR2 melalui soket AM2 ini cukup terlambat, karena pesaingnya telah lama mendukung DDR2. Soket AM2 dapat digunakan oleh prosesor Athlon 64 (Orleans keatas), Athlon X2 (Windsor keatas), Athlon FX, Sempron(manila keatas) dan Opteron. Ada pula soket AM2 yang mendukung prosesor AMD terbaru, tergantung dukungan dari pihak produsen motherboard. Chipset yang populer di platform ini antara lain Nvidia nForce 5xx, AMD 690G, Ati RD580, GeForce 6150, 7025 dan 7050. Keberadaan motherboard baru dengan soket ini sudah sulit ditemui.

socket_am2_next_to_socket_939Perbedaan soket AM2 dengan soket 939.

Soket AM2+

Soket AM2+ ini adalah penerus soket AM2. Meski namanya agak berbeda, soket AM2+ ini masih kompatibel dengan soket AM2. Soket AM2+ ini membawa sejumlah fitur baru antara lain dukungan HT 3.0 dengan frekuensi maksimal 2600Mhz (5200Mhz DDR) dan dukungan dual-channel DDR2 hingga DDR2-PC8500 alias DDR2 1066Mhz serta fitur split power plane. Kemunculan soket ini dibarengi dengan peluncuran prosesor generasi K10 (Phenom) dan chipset AMD 7xx. Secara fisik, tidak ada perbedaan antara soket AM2 dengan AM2+, namun semua prosesor soket AM2 dapat dijalankan di soket AM2+ alias memiliki backward kompatibility. Prosesor dengan soket AM2+ pun dapat berjalan di soket AM2 namun frekuensi Hypertansport turun menjadi max 1000Mhz (2000Mhz DDR). Chipset yang populer di soket AM2+ ini antara lain AMD 7xx series, Nvidia nForce 7xx series dan Geforce 8xxx series. Di era soket AM2+ ini, chipset buatan AMD mulai mendominasi dan menggeser Nvidia nForce yang sejak soket A merajai chipset untuk platform AMD. Prosesor yang mendukung soket AM2+ antara lain AMD Athlon64, Athlon X2, Phenom (X3 dan X4), Sempron dan Opteron.

Socket AM3

Soket AM3 merupakan soket yang paling baru di platform AMD. Soket AM3 memiliki 941 pin konektor, namun ada ada beberapa yang mengatakan bahwa soket AM3 hanya memiliki 938 pin, wah terpaut 1 pin dengan soket AM2/AM2+! Soket AM3 ini memiliki dukungan untuk dual-channel DDR3 dan frekuensi Hyprtransport hingga 3200Mhz (6400Mhz DDR). Soket ini diluncurkan setelah prosesor generasi Deneb (Phenom II) diluncurkan. Soket ini tidak memiliki bacward kompatibility, yaitu prosesor dengan soket AM2/AM2+ tidak akan bekerja di soket ini, jangankan bekerja, dipasang di soket AM3 aja gak bisa :D. Sebaliknya, prosesor AMD terbaru dengan soket AM3 dapat bekerja di soket AM2/AM2+ dengan dukungan memori DDR2, mengapa? Karena prosesor AM3 dilengkapi memory controller yang kompatibel dengan DDR3 dan DDR2, sedangkan prosesor soket AM2/AM2+ memory controller nya hanya mendukung DDR2 saja. Bingung? Sama! Saya juga bingung :D. Chipset yang (akan) populer di soket AM3 ini antara lain AMD 8xx series dan the last Nvidia nForce for AMD, nForce 980 SLI. Prosesor yang kompatibel dengan soket AM3 antara lain Phenom II (AM3), Athlon II (x2, x3, x4), Opteron dan Sempron (Sargas). Bersambung….


18 Comments

  1. Asop April 30, 2010
    • tuxlin May 3, 2010
  2. tuxlin May 15, 2010
  3. dyka_newbie June 5, 2010
  4. dyka_newbie June 5, 2010
    • tuxlin June 10, 2010
  5. angklung November 30, 2010
    • tuxlin December 3, 2010
  6. male December 28, 2011
  7. male December 29, 2011
    • tuxlin December 29, 2011
  8. male January 3, 2012
    • tuxlin January 4, 2012
  9. male January 6, 2012
  10. asha January 20, 2012
    • tuxlin January 20, 2012
  11. Ashabul Kahfi January 20, 2013
    • tuxlin January 23, 2013

Add Comment

*