Categories
Gadget Review

Samsung Galaxy Star: Smartphone Murah, Dual SIM Minus 3G

DSC_1282

Halo Pembaca! Akhir-akhir ini saya jarang ngeblog, kali ini jarang ngeblog bukan karena sibuk kejar setoran, tapi entah kenapa rasa males melandaaa…. :mrgreen:. Baru-baru ini Tuxlin Lab kedatangan sebuah smartphone super canggih Samsung Galaxy Star Duos GT-S5282. Kedatangan smartphone Galaxy Star besutan Samsung ke Tuxlin Lab ini berawal dari seorang tetangga Tuxlin baru saja mengakuisisi Galaxy Star dan nggak bisa make BBM for Android. Pemilik Galaxy Star ini akhirnya mampir ke Tuxlin Lab biar bisa BBM-an, lumayan nih buat bahan review Smile with tongue out. Smartphone Samsung Galaxy Star ini adalah flagship smartphone dari kasta terendah yang mengusung dukungan dual SIM, tapi gak punya 3G atau HSDPA. Penasaran? Ini spesifikasi singkat Samsung Galaxy Star Duos.

  • Sistem Operasi Android 4.1.2 Jelly Bean
  • Chipset kagak jelas nih, tapi pake prosesor ARM Cortex-A5 single-core berkecepatan 1GHz
  • Grafis: chipset aja gak jelas, apalagi grafisnya? :mrgreen:
  • Kamera 2 megapiksel, fixed focus
  • Layar 3 inci, dengan resolusi QVGA 320 x 240 pixels, 133 ppi (pixel per inch)
  • Memori RAM 512MB, ROM 4GB, yang kosong untuk aplikasi 1,8GB
  • WiFi, Bluetooth, USB, 3.5mm audio jack
  • GSM (850/900/1800/2100), GPRS, EDGE, & Dual SIM & Dual Standby
  • Dimensi 105 x 58 x 11,9 mm
  • Berat 100,5g
  • Baterai 1200mAh

Ini yang punya smartphone Galaxy Star datang ke Tuxlin Lab cuma bawa handsetnya doang, jadi gak tau deh apa saja paket pembelian yang diusung oleh smartphone ini. Langsung deh Tuxlin tanyain langsung ke yang punya, apa saja paket pembelian Galaxy Star. Paket pembelian Samsung Galaxy Star:

  • Handset Samsung Galaxy Star Duos
  • Earphone 3,5 mm
  • Charger
  • Buku petunjuk
  • Kartu garansi
Categories
Android Review Tuxlin's Journal

BBM di Android: Agak Berat & Boros Baterai

Image00004

Halo Pembaca! Setelah saya menggunakan BBM di Android selama beberapa hari ini, saya merasakan kalo aplikasi ini agak berat dan bikin baterai boros Disappointed smile. Bukan bermaksud jelek-jelekin BBM for Android (bisa ditimpukin pengguna BB tar :mrgreen: ) nih, tapi posting ini hanya sekedar sharing mengenai apa yang saya rasakan setelah beberapa hari menggunakan BlackBerry Messenger di Android. Saya sendiri mulai menggunakan BBM di Android sejak dirilis pada 22 Oktober lalu dan beruntung bia make gak pake antri, hehehehe…Smile with tongue out. Setelelah selesai instalasi dan mencobanya selama beberapa hari, ada dua hal yang saya rasakan, yakni smartphone saya jadi agak berat dan baterai jadi agak boros.

BBM for Android Agak Berat

Image00001Image00002Image00003

Categories
Android Review Tuxlin's Journal

BBM for Android: Fitur dan Kesan Pertama Menggunakannya

Image00001

Halo Pembaca! Setelah sebelumnya sempat batal dirilis, akhirnya BlackBerry Messenger aka BBM for Android secara resmi dirilis oleh BlackBerry (Ingat, RIM aka Research In Motion udah lama ganti nama jadi BlackBerry Smile with tongue out, jadi kagak ada yang namanya RIM sekarang). Hal ini berawal ketika saya sedang menikmati liburan di pulau kapuk alias molor di pagi hari,saya mendapat pesan dari salah seorang teman saya yang mengalami kesulitan untuk mendaftar BBM di Android. Saya malah balik tanya, emang udah dirilis? Ternyata sudah! Wah saya ternyata ketinggalan informasi inih, payah kebanyakan molor sih, hahahaha :mrgreen:. Langusng saja saya main ke Play Store, ternyata ada! BBM for Android buatan BlackBerry Limited, sudah pasti ASLI ini! Langsung deh saya download dan login dengan BlackBerry ID yang telah saya buat sebelum BBM for Android dan iPhone ini dirilis, dan jreeeeengggg….!!

Categories
Gadget Review Tuxlin's Journal

Lenovo A390, Dual Core dengan Android Ice Cream Sandwich

DSC_1015

Halo Pembaca! Lama saya nggak posting di blog ini karena akhir-akhir ini tenggelam bersama kerjaan dan tugas kuliah, hehehe… Beberapa waktu lalu kakak saya berniat ingin membeli smartphone Android dengan budget terbatas, yakni tak lebih dari Rp 1 juta. Awalnya saya sarankan Andromax-I, tapi sinyal dan kecepatan internetnya kayak siput lambat, maka pilihan diarahkan ke smartphone Android GSM. Saya merekomendasikan untuk mengambil Lenovo A390 yang mengusung spesifikasi yang lumayan dengan harga kurang dari Rp 1 juta. Berikut ini adalah spesifikasi smartphone Lenovo A390:

  • Sistem Operasi Android 4.0.4 Ice Cream Sandwich
  • Chipset MediaTek MT 6577, prosesor ARM Cortex-A9 dual-core 1GHz
  • Grafis PowerVR SGX 531
  • Kamera 5 megapiksel, fixed focus
  • Layar 4 inci, dengan resolusi 480 x 800 pixels, 233 ppi (pixel per inch), 16 juta warna
  • Memori RAM 512MB, ROM 4GB, yang kosong untuk aplikasi 800MB dan untuk data 2,05GB
  • WiFi, Bluetooth, USB, 3.5mm audio jack, FM Radio
  • GSM (900/1800/2100) plus 3G UMTS/HSPA, Dual SIM & Dual Standby
  • Dimensi 125,6 x 64 x 10 mm
  • Berat 131g
  • Baterai 1500mAh

DSC_0993

Categories
Android Tuxlin's Journal

BBM for Android: Dirilis Oke, Nggak Juga Gak Masalah

Halo pembaca!! Akhir-akhir ini BBM for Android alias BlackBerry Messenger untuk smartphone Android dan iOS sedang ramai diperbincangkan di dunia maya maupun dunia nyata Smile with tongue out. Aplikasi chatting besutan BlackBerry ini memang digandrungi oleh pengguna alay di Indonesia. Beberapa waktu lalu sempat muncul bocoran aplikasi BBM untuk Android di situs file sharing macem DropBox, 4Shared, dan yang lainnya. Saya sendiri akhirnya mendapatkan APK BlackBerry Messenger dari teman saya tanggal 21 September lalu. Langsung deh saya coba install itu BBM for Android dan sukses Hot smile. Oiya, Android yang bisa jalanin BBM ini minimal Android 4.0 Ice Cream Sandwich atau lebih baru, pas deh sama smartphone purba saya yang cuma mentok di Android 4.0.4 Ice Cream Sandwich. Setelah BBM for Android terinstall di Xperia Ray saya, langsung deh saya jalankan dan muncul ini :

Categories
Gadget Review Tuxlin's Journal

Iseng Membandingkan Kamera Xperia Ray vs Galaxy S3 Mini

Halo Pembaca! Beberapa waktu lalu ada saudara Tuxlin yang membeli smartphone Android, yakni Samsung Galaxy S3 Mini yang harganya sekitar Rp 3,1 jutaan. Saya berkesempatan untuk mencoba Galaxy S3 Mini lumayan lama, soalnya suruh sekalian nginstallin aplikasi dari Google Play Store, yah tinggal download-download aja sih :mrgreen:. Impresi pertama ketika pegang ni Galaxy S3 Mini, rasanya kok kayak Samsung banget ya? Ya iyalah, emang merknya Samsung Smile with tongue out. Maksudnya gini, kayak kebanyakan smartphone Samsung mengusung antarmuka alias user interface yang sama, yakni TouchWiz UI. Samsung Galaxy S3 Mini datang dengan kamera belakang dengan resolusi 5 megapiksel autofokus yang dilengkapi dengan LED flash.

Wah saya jadi penasaran nih bandingin kualitas kameranya dengan smartphone tua andalan saya, Xperia Ray yang mengusung kamera 8,1 megapiksel autofokus yang juga dilengkapi dengan LED flash. Mungkin pembaca bakalan nanya, kok kamera 5 megapiksel dibandingin dengan kamera 8 megapiksel? Gak adil dong! Lah, namanya juga iseng :mrgreen:. Konon katanya, baik buruknya kualitas foto itu nggak semata-mata ditentukan oleh besaran resolusi megapikselnya, tapi juga dipengaruhi oleh sensornya juga Nerd smile. Saya sendiri sebenarnya sangat awam soal dunia fotografi, motret pake DSLR aja baru sekali, hahahahaha…. Oke langung saja simak gambar di bawah ini. Sebelah kiri adalah Samsung Galaxy S3 Mini dan sebelah kanan adalah Sony Ericsson Xperia Ray. Semua foto saya resize dari resolusi asli ke 1024 x 768 piksel, kalo kurang jelas klik aja gambarnya Smile with tongue out.