Bikin LiveUSB Mandriva 2010.1 Spring!

Halo Pembaca! Wah bulan Mei, Juni, Juli dan maybe Agustus adalah bulan-bulan jarang posting, mengapa? Karena saya malas Karena saya lagi sibuk bikin proyek toko online alias toko berbasis web untuk tugas akhir, nanti kalo udah selesai bakal saya posting deh proyeknya. Back to topic, karena proyek inti nya udah hampir kelar, saya bisa sedikit lebih santai n ngurusin blog ini. Iseng-iseng baca postingan bro Gadgetboi, ternyata distro favorit saya, mandriva sudah merilis versi terbarunya, mandriva 2010.1 spring. Langsung aja saya ke warnet favorit buat download si spring terbaru itu. Rencananya sih mau download yang mandriva free 2010.1 alias yang DVD, tapi sayang, warnet langganan lagi lemot! Akhirnya saya putuskan download yang mandriva one alias versi LiveCD. Berbegai mirror lokal sudah saya bongkar, ternyata belum satu pun yang menyediakan, masih mentok di versi 2010. Langsung saja saya ke situs resmi Mandriva, adanya cuma download via torrent. Gak masalah sih, cuma saya gak biasa aja download pake torrent, hehehehe.. langsung aja aktifkan BitTorrent…. *2 jam kemudian* Akhirnya 2 iso mandriva (KDE4 dan Gnome) siap di pindahkan ke flashdisk. –Sekarang udah nongol tuh isonya di kambing :mrgreen:.

Sampai dirumah nih, pengennya langsung dicobain, huehehehehe… tapi bingung neh, gak ada CD blank buat bakar iso image nya, gimana nih? Jalan satu-satunya ya bikin Live USB. Mandriva memang gak bersahabat sama tool Unetbootin, setelah mampir ke forum mandriva, ternyata mereka pake tool bernama mandriva feed. langsung saja saya mampir ke kambing, di tiap folder rilis mandriva pasti ada mandriva_seed.sh (linux) dan mandriva_seed.zip(windows). Berhubung di folder 2010.1 belum ada, saya pake yang versi 2010. Ukurannya lumayan, 15,4mb. Kalo udah download mandriva seed nya, jalankan melalui terminal/konsole, ingat harus pake super user. Masuk ke direktori tempat mandriva-seed.sh berada, jalankan dengan perintah :

#./mandriva-seed.sh

Akan muncul GUI-nya seperti gambar dibawah…

Screenshot Cara pake nya gampang, pilih file iso yang akan digunakan melalui tombol Browse, kemudian tentukan target device alias menentukan USB drive nya (dalam contoh diatas terdeteksi sebagai sdb). Setelah semuanya sudah ditentukan dengan benar, klik Create Live USB, tunggu hingga selesai, biasanya makan waktu sekitar 1 menit lebih. Oya, pada pembahasan ini, saya pake PCLinuxOS Gnome.

Screenshot-1

Tuh kan, selesai dalam wakti 0:1:30, hehehehe… Oiya, sebaiknya Flashdisk berukuran minimal 1GB, lha iso-nya aja 694 mb :D. Setelah selesai, silahkan restart komputer/laptop anda, ubah settingan boot priority ke USB-HDD, USB-ZIP atau USB-Drive, save settingan dan Mandriva One 2010.1 LiveUSB akan menyambut :D.

TAMBAHAN

Tool mandriva seed ini akan otomatis mempartisi flashdisk anda sesuai dengan ukuran iso image mandriva, gimana tuh? Jadi begini, saya pake flashdisk 4GB, setelah di pasang mandriva LiveUSB melalui mandriva seed, ukuranya akan mengecil menjadi sekitar 700mb atau seukuran iso mandriva, wah rugi dong?! Tunggu dulu, kapasitas sisanya masih ada, cuma statusnya jadi unallocated, lebih jelasnya lihas screenshot Gparted dibawah…

Gparteds Dari gambar diatas, jelas flashdisk terbagi menjadi 3 partisi, partisi LiveUSB, partisi RESIZE_ME dan unallocated space. Jika flashdisk tadi di tancapkan di windows, maka partisi RESIZE_ME saja yang terdeteksi. Cara balikinya gimana? Gampang, delete aja semua partisi, dan buat 1 partisi baru sesuai dengan kapasitas flashdisk, bereskan? Di linux bisa pake GParted, Diskdrake. Sedangkan pengguna windows dapat menggunakan Partition Magic atau Easus Partition untuk memulihkan flashdisk ke keadaan semula :). Sampi sini dulu posting kali ini, see u! 😀


11 Comments

  1. gadgetboi July 20, 2010
    • tuxlin July 21, 2010
  2. Belajar seo July 21, 2010
  3. K@barNet July 24, 2010
  4. Fitri July 25, 2010
  5. andikurnia July 26, 2010
    • tuxlin July 31, 2010
  6. andrysatrio July 28, 2010
    • tuxlin July 31, 2010
  7. rizal January 17, 2011
    • tuxlin January 17, 2011

Add Comment

*