Categories
Sponsored Tuxlin's Journal

Mau Beli Smartphone? Cek Harga Dulu Sob…!

Halo Pembaca! Bulan puasa udah hampir habis dan bentar lagi lebaran… Pasti banyak pembaca Tuxlin Blog yang udah pada berburu smartphone baru, iya nggak? Ngaku! hehehehe… Pada posting kali ini Tuxlin Blog bakal bagi sedikit tips agar kita nggak beli smartphone dengan harga terlalu mahal alias kemahalan.

Kan nyesek juga tuh kita beli hape merk A dengan harga Rp 3 juta, eh temen kita beli tipe yang sama cuma bayar Rp 2,5 juta… Kecewa banget tuh? Makanya, sebelum beli ponsel pintar itu ya survey harga atau cek harga hp dulu sob di situs-situs pembanding harga yang udah banyak bertebaran, misalnya Pricebook.

Categories
Tips n Trik

Facebook Chat Via iChat

Halo Pembaca!! Pada posting kali ini saya membahas bagaimana cara chatting facebook chat melalui iChat. Software iChat adalah aplikasi instant messenger bawaan Macintosh. Secara default iChat hanya mendukung sedikit saja protokol instant messenger, oleh karena itulah sebagian pengguna mac lebih memilih Adium untuk instant messenger. Saya sendiri lebih suka menggunakan iChat karena user interface nya yang sederhana dan elegan Smile. Back to topic, berikut cara menggunakan facebook chat di iChat :

pref

Langkah pertama, jalankan iChat, kemudian masuk ke menu Preferences

Categories
Linux Tips n Trik

Bikin LiveUSB Mandriva 2010.1 Spring!

Halo Pembaca! Wah bulan Mei, Juni, Juli dan maybe Agustus adalah bulan-bulan jarang posting, mengapa? Karena saya malas Karena saya lagi sibuk bikin proyek toko online alias toko berbasis web untuk tugas akhir, nanti kalo udah selesai bakal saya posting deh proyeknya. Back to topic, karena proyek inti nya udah hampir kelar, saya bisa sedikit lebih santai n ngurusin blog ini. Iseng-iseng baca postingan bro Gadgetboi, ternyata distro favorit saya, mandriva sudah merilis versi terbarunya, mandriva 2010.1 spring. Langsung aja saya ke warnet favorit buat download si spring terbaru itu. Rencananya sih mau download yang mandriva free 2010.1 alias yang DVD, tapi sayang, warnet langganan lagi lemot! Akhirnya saya putuskan download yang mandriva one alias versi LiveCD. Berbegai mirror lokal sudah saya bongkar, ternyata belum satu pun yang menyediakan, masih mentok di versi 2010. Langsung saja saya ke situs resmi Mandriva, adanya cuma download via torrent. Gak masalah sih, cuma saya gak biasa aja download pake torrent, hehehehe.. langsung aja aktifkan BitTorrent…. *2 jam kemudian* Akhirnya 2 iso mandriva (KDE4 dan Gnome) siap di pindahkan ke flashdisk. –Sekarang udah nongol tuh isonya di kambing :mrgreen:.

Categories
Tuxlin's Journal Uncategorized

Pagerank…Oh…Pagerank…..!

Halo Pembaca! Pada posting ini, saya mau sharing soal page rank dari google dan alexa. Seperti yang kita tau, google pagerank dan alexa rank adalah patokan popularitas sebuah situs atau blog. Alexa melakukan perhitungan ranking berdasarkan traffic, kalo google? gak tau deh. Saya sampai sekarang masih belum tau bagaimana google melakukan penilaian terhadap sebuah situs web atau blog. Saya mempunyai 3 blog, blog ini dan dua di blogspot. Sampai saat ini, yang paling rajin saya update adalah blog ini, selain itu, traffic kunjungan blog ini perhari rata 135 hits dengan kunjungan tertinggi perhari mencapai 478 hits di bulan november tahun lalu. Melalui inspeksi statistik blog tadi, page rank alexa saya berkisar di angka 1

Categories
Komputer

Tips Membeli Notebook

Halo pembaca! Anda memiliki rencana untuk memebeli notebook/laptop? Berikut ada sedikit tips agar anda tidak salah pilih. Notebook atau lebih sering disebut laptop merupakan komputer yang bersifat portabel. Awalnya, perangkat ini hanya dimiliki oleh kalangan atas karena harganya yang amat mahal. Saat ini, harga laptop sudah sangat murah, dapat dijangkau oleh banyak orang. Permintaan terhadap notebook pun kini lebih banyak dibanding komputer desktop. Merk dan tipe notebook/laptop pun bermacam-macam variasi harga dan spesifikasi yang dibawa. Notebook pun memiliki segmen-segmen yang berbeda-beda, ada desktop replacment, home entertainment, bisnis, ultra portable gaming dan lain sebagainya. Berbagai macam merk dan jenis notebook ini cukup membingungkan pembeli yang masih awam tentang notebook. Saya sendiri sering sekali dimintai pendapat oleh teman-teman saya menganai laptop seperti apakah yang terbaik baginya. Menentukan notebook yang sesuai dengan harapan bukan merupakan hal yang sulit. Berikut ada beberapa poin yang harus dipertimbangkan sebelum membeli laptop.

Tentukan Kebutuhan
Kenapa poin ini saya dahulukan? Karena poin inilah yang paling penting. Alangkah baiknya kita mempergunakan uang hasil jerih payah kita untuk membeli sesuatu untuk mencukupi kebutuhan. Notebook memiliki spesifikasi yang bervariasi sesuai segmen yang dituju. Prosesor-prosesor yang digunakan merupakan prosesor jenis mobile, sebut saja celeron m, pentium dualcore, core2 duo, turion x2 serta dilengkapi memory minimal 512mb dan graphic card onboard maupun discrete. Notebook yang anda inginkan itu akan digunakan untuk apa? Jika hanya digunakan untuk keperluan office standar, menonton video dan keperluan standar lainya, prosesor celeron/sempron/celeron dualcore sudah mencukupi asal menggunakan memory 1gb. Jika anda sedikit bermain-main dengan photoshop atau edit video ringan, pilih pentium dualcore/turion x2 dengan ram 1gb atau lebih, sudah cukup nyaman. Jika anda menggunakan notebook untuk grafis berat atau editing video, anda dapat memilih spesifikasi notebook dengan prosesor kelas core2 duo/turion x2 ultra dengan graphic card discrete dari Ati maupun Nvidia dan dilengkapi memory minimal 2gb akan menawarkan performa yang nyaman untuk kebutuhan anda. Kebutuhan gaming? Spesifikasinya hampir sama dengan laptop untuk multimedia berat, hanya saja membutuhkan graphic card yang lebih kuat (ex: Geforce GTX280M, Mobility Radeon 4870) dengan memory ram 4gb. Anda seorang yang memiliki banyak uang serta seorang antusias? Pilih seri-seri notebook kelas atas (ex: Dell XPS, Asus Lamborghini) atau anda menginginkan sebuah notebook yang cantik, tipis dengan design khusus? Anda bisa memilih Apple macbook air, acer ferrari. Intinya, tentukan dulu kebutuhan komputasi yang anda perlukan.
Tentukan Spesifikasi
Setelah menetukan kebutuhan, tentukan spesifikasi notebook. Notebook dengan spesifikasi seperi apa yang mampu mencukupi kebutuhan anda? Pada poin pertama sudah saya jelaskan gambaran secara umum mengenai spesifikasi hardware notebook berdasarkan kebutuhan. Selain spesifikasi hardware, notebook juga terdapat variasi ukuran layarnya berdasarkan segment yang dituju. Jika anda sering bepergian jauh serta membutuhkan notebook, pilih notebook yang ringan dan diagonal layar yang kecil, 13,3 inch dan 12.1 inch bisa jadi pilihan. Selain itu, untuk bepergian jauh, anda memerlukan notebook yang ringan agar tidak membuat anda capek membawa notebook. Jika anda tidak terlalu sering bepergian jauh membawa notebook, pilih yang berdiagonal 14,1 inch atau 15,4 inch, mengapa? Notebook yang berlayar lebih kecil dari kategori ini biasanya memiliki harga yang lebih mahal dengan spesifikasi hardware yang sama. Jika anda menggunakan untuk keperluan desktop replacement atau home entertainment, pilih notebook dengan layar ukuran diatas 17 inch agar nyaman untuk menonton video. Pertimbangkan juga daya tahan baterai, hal ini cukup penting bagi yang sering bepergian dengan membawa notebook.
Batasi Budget
Setelah anda mangetahui spesifikasi yang cocok, anda dapat menentukan budget maksimal untuk membeli notebook yang anda butuhkan. Mengapa harus dibatasi? Kadang kita mudah lepas kendali dan membeli notebook yang lebih mahal dan sebenarnya berlebihan untuk kebutuhan anda. Poin ini sangat bergantung pada kebutuhan anda, semakain berat kebutuhan komputasi anda, semakin tinggi pula spesifikasi notebook yang anda butuhkan, semakin mahal pula harganya. Abaikan godaan penjual yang sering mengatakan “Dengan menambah uang sekian, anda dapat spek segini”. Jadi, pilih notebook sesuai kebutuhan.
Memilih Merk dan Tipe Notebook
Memilih merk notebook merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Di indonesia, terdapat 2 kategori merk notebook, yang pertama, merk branded, contoh di kategori ini adalah merk-merk notebook kelas internasional antara lain Acer, Dell, HP, Toshiba dan sebagainya. Kategori kedua adalah merk lokal, contoh Axioo, Forsa, Zyrex dan sebagainya. Secara umum, tidak ada perbedaan kualitas yang signifikan antara 2 kategori tersebut, karena sebagian besar notebook merk lokal dibuat oleh produsen manufaktur yang sama dengan merk kategori pertama. Hal yang patut dipertimbangakan saat memilih merk adalah support layanan purna jual. Tanyalah pada teman-teman anda yang telah memiliki notebook untuk mengetahui merk mana yang memiliki layanan purna jual yang baik. Mengapa hal ini pentng? Karena apabila notebook yang kita beli rusak atau cacat, kita dapat melakukan klaim garansi atau penggantian spare part dengan mudah, nyaman dan terjamin. Setelah memilih merk yang anda percaya, kemudian pilih tipe notebook dengan spesifikasi sesuai dengan kebutuhan anda.
Pertimbangkan Fitur Tambahan dan Bundling Sistem operasi
Notebook biasanya memiliki fitur tambahan berupa finger print, webcam, face detection, card reader, bluetooth dan sebagainya. Apakah anda membutuhkan fitur-fitur tersebut? Jika tidak, abaikan saja. Namun jika anda membutuhkan berbagai fitur tambahan tersebut, pilih notebook yang memiliki fitur yang anda maksud dan sesuaikan dengan budget anda. Membeli notebook tanpa bundling sistem operasi memang lebih murah. Rata-rata merk lokal dan beberapa merk branded menjual notebook tanpa sistem operasi. Apa untungnya selain lebih murah? Keuntungan lain adalah anda bebas memilih sistem operasi yang ingin anda gunakan di notebook. Notebook dengan bundling sistem operasi memang lebih mudah, namun memliki harga jual yang lebih tinggi (khususnya yang dibundling dengan microsoft windows) dan apabila anda tidak cocok/tidak suka dengan sistem operasi bawaan, anda harus membeli lagi dan menginstall sistem operasi yang sesuai keinginan anda.
Manfaatkan Saat Promosi
Manfaatkan momen saat promosi atau pameran, mengapa? Kadang saat promosi atau saat pameran, kita dapat membeli notebook dengan harga yang lebih murah. Selain itu, kadang disaat promosi, produsen memberikan berbagai bonus (tas ransel, tshirt, voucher) atau gratis upgrade memory ram menjadi 1-2gb atau upgrade hdd dari 160gb ke 250gb, lumayan kan?
Mungkin sampai disini dulu posting kali ini, semoga sedikit tips tadi berguna. See u next time!

Categories
Hardware

Next Generation : Phenom II X4 vs Core i7, Pilih mana?

Perkembangan teknologi prosesor semakin hari semaikin cepat. Kini muncul 2 next generation prosesor dari 2 kubu produsen prosesor, Intel dan AMD. Intel terlebih dahuu meluncurkan platform barunya berbasis prosesor Core i7 dengan arsitektur terbaru, nehalem. Sementara AMD tidak mau kalah dengan munculnya Phenom II X4 (Deneb), setelah sebelumnya gagal dengan Phenom I (Agena). Mana yang terbaik?? Tiap orang berpendapat beda tentang pertanyaan ini. Mana yang price/performance-nya paling tinggi? Jawaban pertanyaan ini yang didambakan banyak orang. Pada dasarnya, kedua platform baru ini memiliki peningkatan kinerja yang cukup signifikan dibanding pendahulunya. Berikut akan saya bahas kedua platform ini berdasarkan harga, performa, upgradeabilty dan backward compatibility.
Pertama saya akan membahas yang tercepat dalam hal performa yaitu, Core i7. Core i7 merupakan prosesor terbaru intel dengan arsitektur yang sama sekali berbeda dengan pendahulunya, Core2duo/quad. Core i7 memiliki Intergrated Memory Controller (IMC) dengan dukungan triple-channel DDR3. Sistrm bus Intel FSB diganti dengan sistem interface yang jauh lebih cepat, yaitu Quick Path Interconnect (QPI) hingga 6,4 Gt/s bandingkan dengan FSB tertinggi intel, 1,6 Gt/s. Selain itu, Core i7 berdesain native quad-core, berbeda dengan core2 quad yang mnggabungkan 2 prosesor dualcore. Core i7 menggunakan soket LGA1366 dan baru satu pilihan chipset yang ada yaitu, Intel X58 yang memiliki dukungan CrossfireX dan SLI. Tak bisa dipungkiri bahwa kinerja Core i7 secara clock-to-clock mengungguli pendahulunya dan juga kompetitornya. Kinerjanya sangat tinggi, meski beberapa orang menilai performa yang kurang maksimal dalam gaming. Prosesor ini sudah dapat dijumpai di Indonesia, beberapa toko komputer telah menawarkan paket PC dengan prosesor Core i7.
Phenom II X4 adalah senjata AMD untuk tetap bersaing dengan Intel. Performanya meningkat signifikan dibanding Phenom sebelumnya. Prosesor ini menggunakan DDR2 untuk seri xx0 dan DDR3 untuk seri xx5, namun versi DDR3 masih belum jelas kapan diluncurkan. Menurut AMD, prosesor ini kompetibel dengan soket AM2 dan AM2+, dengan kata lain anda masih dapat mengunakan motherboard dan DDR2 lama anda. Phenom II X4 seri 9xx memiliki kapasitas L3 cache yang lebih besar, 6 mb. Perbedaan Phenom II dengan Phenom adalah proses fabrikasinya. Phenom II berbasiskan proses produksi 45nm dan Phenom 65nm. Selain itu, Phenom II memiliki potensi overclock yang cukup tinggi. Dari hasil review beberapa situs hardware, kinerja Phenom II ini masih kalah dengan Core i7 secara clock-to-clock, mungkin lebih tepat bersaing dengan Core 2 Quad 9xxx mengingat harga keseluruhan PC Phenom II lebih murah.
Rekomendasinya?
Bagi yang berencana upgrade dalam waktu dekat serta telah memiliki platform soket AM2+, saya menyarankan Phenom II, karena jika telah memiliki platform AM2+ hanya tinggal update BIOS dan membeli prosesornya saja. Alasanya? Phenom II diklaim AMD kompetibel dengan soket AM2 dan AM2+ bahkan prosesor soket AM3 masih kompetibel dengan pendahulunya sehingga hanya cukup membeli prosesornya. Bagi yang memiliki platform Intel LGA775 dengan prosesor core2 duo, saya lebih menyarankan untuk upgrade ke core2 quad q6xxx/q9xxx performanya masih sangat-sangat baik untuk aplikasi saat ini hingga beberapa tahun kedepan. Alasanya? Sama, yaitu lebih hemat, karena tidak harus malakukan total upgrade, cukup membeli prosesor dan update BIOS dengan catatan chipset yeng digunakan mendukung core2 quad. Bagi yang akan membangun PC baru, saya masih menyarankan Phenom II X4. Mengapa? Meski harga Phenom II tidak jauh beda dengan Core i7 920, namun peripheral pendukung (Motherboard,RAM) Phenom II X4 lebih murah, sehingga harga keseluruhan sistem jauh lebih murah dibanding Core i7 dengan performa bersaing. Harga motherboard AMD lebih murah dibanding Intel, dengan bujet 1 jutaan saja, anda dapat membawa pulang motherboard dengan chipset AMD terbaru, 790GX yang memiliki dukungan crossfireX. Bagi yang condong ke Intel, ada baiknya menunggu harga Core i7 dan DDR3 turun. Karena core i7 dan DDR3 merupakan teknologi baru, sehingga harganya masih mahal. Opsi lain adalah menunggu diluncurkanya versi murah nehalem yaitu Core i5 dengan soket LGA1156.
Kenapa Bukan Core i7?
Saya tidak merekomendasikan Core i7 karena harganya cukup mahal meski performanya terdepan. Core i7 terendah, seri 920 seharga 3 jutaan, harga motherboard X58 berkisar di angka 3 jutaan ditambah lagi 3 keping DDR3 untuk memaksimalkan triple-channelnya, VGA high end, total keseluruhan 1 PC tanpa monitor dapat mencapai 15 jutaan bahkan lebih. Ditambah lagi para pemilik core2 quad/duo tidak dapat lagi menggunakan motherboard dan ram DDR2 lamanya untuk Core i7. Berbeda dengan Phenom II X4 yang memiliki performa bersaing, harga prosesornya 3 jutaan, motherboard 790GX 1,5 jutaan, 2 keping DDR2 masing-masing 2GB, vga high end, total keseluruhan sistem tanpa monitor hanya mencapai setengah dari sistem Core i7 dengan performa yang cukup tinggi. Sampai saat ini, hanya 3 prosesor yang mendukung soket LGA 1366 prosesor lainya di kelas mainstream kemungkinan menggunakan soket 1156. Bagi yang memiliki bujet tak terbatas, dapat menjatuhkan pilihan ke Core i7. Kesimpulanya, menurut saya Core i7 masih terlalu mahal.