Next Generation : Phenom II X4 vs Core i7, Pilih mana?

Perkembangan teknologi prosesor semakin hari semaikin cepat. Kini muncul 2 next generation prosesor dari 2 kubu produsen prosesor, Intel dan AMD. Intel terlebih dahuu meluncurkan platform barunya berbasis prosesor Core i7 dengan arsitektur terbaru, nehalem. Sementara AMD tidak mau kalah dengan munculnya Phenom II X4 (Deneb), setelah sebelumnya gagal dengan Phenom I (Agena). Mana yang terbaik?? Tiap orang berpendapat beda tentang pertanyaan ini. Mana yang price/performance-nya paling tinggi? Jawaban pertanyaan ini yang didambakan banyak orang. Pada dasarnya, kedua platform baru ini memiliki peningkatan kinerja yang cukup signifikan dibanding pendahulunya. Berikut akan saya bahas kedua platform ini berdasarkan harga, performa, upgradeabilty dan backward compatibility.
Pertama saya akan membahas yang tercepat dalam hal performa yaitu, Core i7. Core i7 merupakan prosesor terbaru intel dengan arsitektur yang sama sekali berbeda dengan pendahulunya, Core2duo/quad. Core i7 memiliki Intergrated Memory Controller (IMC) dengan dukungan triple-channel DDR3. Sistrm bus Intel FSB diganti dengan sistem interface yang jauh lebih cepat, yaitu Quick Path Interconnect (QPI) hingga 6,4 Gt/s bandingkan dengan FSB tertinggi intel, 1,6 Gt/s. Selain itu, Core i7 berdesain native quad-core, berbeda dengan core2 quad yang mnggabungkan 2 prosesor dualcore. Core i7 menggunakan soket LGA1366 dan baru satu pilihan chipset yang ada yaitu, Intel X58 yang memiliki dukungan CrossfireX dan SLI. Tak bisa dipungkiri bahwa kinerja Core i7 secara clock-to-clock mengungguli pendahulunya dan juga kompetitornya. Kinerjanya sangat tinggi, meski beberapa orang menilai performa yang kurang maksimal dalam gaming. Prosesor ini sudah dapat dijumpai di Indonesia, beberapa toko komputer telah menawarkan paket PC dengan prosesor Core i7.
Phenom II X4 adalah senjata AMD untuk tetap bersaing dengan Intel. Performanya meningkat signifikan dibanding Phenom sebelumnya. Prosesor ini menggunakan DDR2 untuk seri xx0 dan DDR3 untuk seri xx5, namun versi DDR3 masih belum jelas kapan diluncurkan. Menurut AMD, prosesor ini kompetibel dengan soket AM2 dan AM2+, dengan kata lain anda masih dapat mengunakan motherboard dan DDR2 lama anda. Phenom II X4 seri 9xx memiliki kapasitas L3 cache yang lebih besar, 6 mb. Perbedaan Phenom II dengan Phenom adalah proses fabrikasinya. Phenom II berbasiskan proses produksi 45nm dan Phenom 65nm. Selain itu, Phenom II memiliki potensi overclock yang cukup tinggi. Dari hasil review beberapa situs hardware, kinerja Phenom II ini masih kalah dengan Core i7 secara clock-to-clock, mungkin lebih tepat bersaing dengan Core 2 Quad 9xxx mengingat harga keseluruhan PC Phenom II lebih murah.
Rekomendasinya?
Bagi yang berencana upgrade dalam waktu dekat serta telah memiliki platform soket AM2+, saya menyarankan Phenom II, karena jika telah memiliki platform AM2+ hanya tinggal update BIOS dan membeli prosesornya saja. Alasanya? Phenom II diklaim AMD kompetibel dengan soket AM2 dan AM2+ bahkan prosesor soket AM3 masih kompetibel dengan pendahulunya sehingga hanya cukup membeli prosesornya. Bagi yang memiliki platform Intel LGA775 dengan prosesor core2 duo, saya lebih menyarankan untuk upgrade ke core2 quad q6xxx/q9xxx performanya masih sangat-sangat baik untuk aplikasi saat ini hingga beberapa tahun kedepan. Alasanya? Sama, yaitu lebih hemat, karena tidak harus malakukan total upgrade, cukup membeli prosesor dan update BIOS dengan catatan chipset yeng digunakan mendukung core2 quad. Bagi yang akan membangun PC baru, saya masih menyarankan Phenom II X4. Mengapa? Meski harga Phenom II tidak jauh beda dengan Core i7 920, namun peripheral pendukung (Motherboard,RAM) Phenom II X4 lebih murah, sehingga harga keseluruhan sistem jauh lebih murah dibanding Core i7 dengan performa bersaing. Harga motherboard AMD lebih murah dibanding Intel, dengan bujet 1 jutaan saja, anda dapat membawa pulang motherboard dengan chipset AMD terbaru, 790GX yang memiliki dukungan crossfireX. Bagi yang condong ke Intel, ada baiknya menunggu harga Core i7 dan DDR3 turun. Karena core i7 dan DDR3 merupakan teknologi baru, sehingga harganya masih mahal. Opsi lain adalah menunggu diluncurkanya versi murah nehalem yaitu Core i5 dengan soket LGA1156.
Kenapa Bukan Core i7?
Saya tidak merekomendasikan Core i7 karena harganya cukup mahal meski performanya terdepan. Core i7 terendah, seri 920 seharga 3 jutaan, harga motherboard X58 berkisar di angka 3 jutaan ditambah lagi 3 keping DDR3 untuk memaksimalkan triple-channelnya, VGA high end, total keseluruhan 1 PC tanpa monitor dapat mencapai 15 jutaan bahkan lebih. Ditambah lagi para pemilik core2 quad/duo tidak dapat lagi menggunakan motherboard dan ram DDR2 lamanya untuk Core i7. Berbeda dengan Phenom II X4 yang memiliki performa bersaing, harga prosesornya 3 jutaan, motherboard 790GX 1,5 jutaan, 2 keping DDR2 masing-masing 2GB, vga high end, total keseluruhan sistem tanpa monitor hanya mencapai setengah dari sistem Core i7 dengan performa yang cukup tinggi. Sampai saat ini, hanya 3 prosesor yang mendukung soket LGA 1366 prosesor lainya di kelas mainstream kemungkinan menggunakan soket 1156. Bagi yang memiliki bujet tak terbatas, dapat menjatuhkan pilihan ke Core i7. Kesimpulanya, menurut saya Core i7 masih terlalu mahal.


8 Comments

  1. faish March 18, 2009
    • tuxlin March 18, 2009
  2. Hitman March 20, 2009
    • tuxlin March 24, 2009
    • tuxlin March 24, 2009
  3. Pentol May 14, 2009
  4. Pentol May 14, 2009
    • tuxlin May 24, 2009

Add Comment

*