Categories
Tuxlin's Journal

Adu Keren GUI OS

Sebelumnya, saya tidak bermaksud memancing perang antar pendukung OS, ini hanya pengalaman pribadi saya. Banyak orang yang tertarik menggunkan sistem operasi kerena terpikat oleh keindahan GUI nya. Mac dengan Leopard terbarunya, Vista dengan Aero dan tak ketinggalan, Linux dengan Compiz Fusion-nya. Sebenernya keren yang mana sie??? Wah kalo itu sie tergantung selera… kalo saya, jujur saja saya sangat menyukai tampilan Mac OSX Leopard. Kenapa?? Menurut saya, tampilan Leopard tidak membosankan dan telihat klop gitu deh… Walau saya suka tampilanya, bukan berarti saya menyukai OS-nya. Karena Mac OS hanya berjalan dengan menggunakan mesin-mesin Apple, sehingga saya kesulitan untuk menginstall dan mencoba di komputer saya. Di komputer, saya menginstal 4 OS, BlankOn Linux 3.0, Mandriva One Xfce 2008.1 spring, Windows Vista Ultimate SP1 dan yang terakhir adalah Windows XP SP3. BlankOn saya install sebagai pengganti ubuntu, karena saat itu saya tidak memiliki unstaller ubuntu, namun secaraa umum kedua OS ini sama dan hanya sedikit perbedaan.(Jangan tanya soal lisensi yah…. maklum, saya cuma mahasiswa pas-pasan, he…). Disini saya mencoba membandingkan GUI OS yang saya install di komputer, di mulai dari yang paling tua hee… Windows XP…

Adu Keren GUI OS 1Windows XP

Beginilah tampilan standard dari OS yang paling banyak dipakai oleh orang diseluruh dunia… Windows XP memang tidak memiliki efek khusus 3D desktop karena OS ini muncul tahun 2001, yang mana kemampuan hardwarenya tidak sehebat sekarang. Untuk mempercantik tampilan Windows XP ada banyak software yang dapat digunakan seperti windows blinds, styleXP, VTP, inspirat dan yang saya gunakan adalah flaykite OSX 3.0 yang dapat di download di www.softpedia.com. Beginilah setelah mendapat sentuhan Flykite OSX …:)

Adu Keren GUI OS 2

XP Bergaya Mac

Lumayanlah untuk mengobati kebosanan. Flaykite OSX bukan aplikasi yang rakus resource, terbukti setelah saya install, tidak terjadi penurunan performa maupun tambahan waktu booting. Saya sempat berpikir untuk menggunakan vista trensformation pack atau vista inspirat, karena banyak yang make, makanya saya pilih Flaykite OSX saja.
Berikutnya adalah screenshot tampilan Windows Vista Ultimate. Vista memiliki fitur baru untuk mempercantik GUI-nya, yaitu Aero glass dan flip 3D. Tampilan Vista memang indah bagi yang sudah terbiasa dengan tampilan XP. Lompatan keindahan GUI nya cukup terasa jika dibanding XP. Meski begitu, kekuranganya adalah kebutuhan hardware yang cukup tinggi. Setidaknya prosesor dualcore, ram 1GB dan tak lupa graphic card yang mendukung. Bagi yang sudah terbiasa dengan tampilan Compiz Fusion, mungkin efek di windows vista terlihat biasa-biasa saja. Meski begitu, setidaknya Vista lebih cantik daripada XP. Beginilah tampilan Vista di komputer saya…:)

Adu Keren GUI OS 3Vista Utimate

Berikutnya adalah efek andalan vista, yaitu flip 3D…

Adu Keren GUI OS 4Cakep kan Vista nya?? yang saya tidak tahu, apakah ada software untuk menambah cantik tampilan Vista? Sedangkan di XP banyak software untuk mempercantik tampilan, memang sih saya belum tanya sama mbah google tentang ini. Aero glass-nya membuat border windoe menjadi transparan dengan efek glossy. Saya agak heran dengan Vista, sebenarnya efek 3D desktopnya tidak terlalu luar biasa, tapi mengapa menuntut penggunaan graphic card yang cukup tinggi? Selain itu, Vista juga menuntut spesifikasi prosesor dan ram yang cukup tinggi. Meski begitu, jika dibandingkan dengan XP, Vista jauh lebih cantik menurut saya.
Berikutnya adalah tampilan GUI Ubuntu Linux. Linux lebih dulu memperkenalkan 3D desktopnya dengan compiz dan beryl daripada Vista. Saat saya mulai belajar linux, compiz dan beryl sudah tidak ada, yang ada hanya compiz fusion yang merupakan hasil merger antara compiz dan beryl. Efek-efek yang dihasilkan compiz fusion sangat indah menurut saya. Compiz fusion memiliki banyak efek sehingga pengguna tidak bosan dan setiap efek dapat di-customize sesuai selera. Selain compiz, saya juga menggunakan emerald theme. Ini adalah tampilan standar dari ubuntu…

Adu Keren GUI OS 5

ubuntu 8.04

Begitulah tampilan ubuntu tanpa sentuhan compiz-fusion. Tanpa compiz fusion, tampilan ubuntu agak membosankan menurut saya. Sebelum menjalankan compiz fusion, pastikan driver graphic card telah terinstal dengan benar. Saya sendiri menggunakan graphic card onboard Radeon HD3200. Instalasi driver Radeon cukup mudah di ubuntu, tapi saya pernah mencoba menginstal driver Radeon di Opensuse 11 KDE4 tapi kenapa gak pernah berhasil ya? Ada yang bisa bantu? Kalau tampilan standar dari OS Linux, saya menyukai Mandriva dan Opensuse, saya memilih ubuntu karena menurut saya cukup mudah untuk mengutak-atik tampilanya. Oke langsung saja saya tampilkan screenshot ubuntu dengan compiz fusion…

Adu Keren GUI OS 6Bergaya Vista Glass

Adu Keren GUI OS 7

3D Cube

Adu Keren GUI OS 8Expo

Keren kan?? 3D cube membuat desktop seperti dadu yang dapat diputar-putar, expo mempermudah dalam memilih desktop yang akan digunakan serta tambahan eyecandy fire onscreen dan water effect, menarik bukan? Selain itu saya juga menginstal paket avant window manager dan screenlets agar tampilan desktop semakin indah. Menurut saya, compiz fusion lebih baik daripada Aero karena compiz memiliki lebih banyak efek dan bisa di-customize selain itu, compiz tidak menuntut hardware yang terlalu tinggi. Saya pernah menjalankan Mandriva One 2008.1 KDE di komputer P4 3Ghz, 256MB DDR dengan graphic card intel extreme graphic 2, compiz mampu berjalan lancar dengan spek tersebut. Back to the topic, Ubuntu sangat mudah diutak-atik tampilanya, mungkin karena saya memiliki DVD repo ubuntu sedangkan distro lain saya tidak memilikinya. Di windows XP terdapat aplikasi untuk merubah tampilan menyerupai OS lain seperti Vista inspirat, VTP dan Flykite OSX. Meski ubuntu tidak memiliki aplikasi semacam itu, bukan berarti tidak dapat mengubah tampilan menyerupai OS lain. Silahkan anda mencari theme, icon dan pernak-pernik lainya di www.gnome-look.org. Karena saya menyukai tampilan Leopard, maka saya meng-customize tampilanya hingga mirip Leopard…

Adu Keren GUI OS 9Udah mirip Leopard belum?? Lumayanlah… saya ingin mencoba Macintosh tapi apa daya gak punya hardware yang mendukung. Sebenarnya banyak tutorial cara menginstal Mac di komputer berbasis AMD, tapi saya belum mencoba karena saya tidak memiliki installernya. Menurut informasi yang saya dapat, Mac memang memiliki GUI yang indah, namun efek 3D desktopnya tidak sehebat compiz fusion. Ada juga efek animasi window-nya, tapi nanti menyusul… coz koneksinya ge lelet nie…

Kesimpulanya keren yang mana nih?? Yah… terserah selera masing-masing he… kan pendapat tiap orang beda-beda. Menurut saya sie jelas keren compiz fusion-nya linux kerena compiz fusion tidak menuntut hardware yang terlalu tinggi, selain itu, compiz fusion memaksimalkan rekayasa efeknya. Sementara Vista dengan Aero-nya, cukup indah dan menarik hanya saja Aero mensyaratkan penggunaan spesifikasi hardware yang lebih tinggi hanya menyediakan efek transparan dan flip 3D nya. Seharusnya Aero memiliki efek yang lebih fantastis lagi, karena sepsifikasi hardware yang digunakan cukup tinggi. Bagaimana dengan windows XP?? Menurut saya sie XP standar saja untuk keindahan tampilan, perlu sedikit sentuhan agar tampil lebih menarik. Lalu dengan Macintosh?? Ye… saya kan dah bilang belum nyoba, gak baca paragraf diatas yaw?? :p da yang mo minjemin Mac-nya buat saya cobain?? hehehehehe…..

Categories
Tuxlin's Journal

KEMBALI FITRI

Wah telat deh posting ucapan lebaran… hee… maklum saya kan pelanggan setia warnet, pas lebaran gak ada warnet buka, payah deh…. Koneksi melalui handphone tidak memungkinkan untuk posting, padahal testi di friendster dah numpuk… artikel buat blog udah minta di upload, tapi gak papalah telat daripada gak sama sekali, iya toh?? Lebaran tahun ini kok rasanya gak serame dulu ya?? atau cuma perasaan saya saja?? Mungkin angpau n bungkisan lebaran tahun ini lebih sedikit dari tahun kemarin kali yaw?? ckikiki… Buat bapak-bapak anggota dewan gak boleh nrima bingkisan ama KPK kan?? kasian… gak papa ding bingkisan gak resmi udah kelebihan kok… hehehehe…. Sibuk banget deh kalo lebaran mulai dari keliling kampung, muter-muter ke rumah sodara ampe bolak-balik ke rumah tetangga, tapi senengnya bisa ketemu sodara-sodara.
Gak terasa bulan ramadhan telah berlalu, setelah 30 hari kita berpuasa kini telah tiba hari kemenangan. Puasa kemarin kita tidak hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan nafsu dan emosi. Apakah arti kemenangan sebenarnya?? Menjadi lebih baik dihadapan Allah adalah arti kemenangan yang sebenarnya. Hendaknya kita mampu menahan diri kita dari hal-hal yang tidak baik, karena kemenangan adalah bilamana seseorang menjadi lebih baik dan lebih bertaqwa setelah bulan ramadhan. Apakah anda sudah merasa sebagai pemenang?? Semoga kita semua umat muslim adalah pemenang sejati di hari kemenangan ini, Amin.
TUXLIN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429H, MOHON MAAF LAHIR BATIN YA….

Categories
Tuxlin's Journal

Pengalaman Saya Menggunakan Komputer

Halo pembaca!! Saya mau sharing pengalaman saya dalam menggunakan komputer sejak pertama kali pegang komputer sampe sekarang. Komputer bagi saya seperti teman belajar, ada kenangan sedih, lucu, konyol, senang, jengkel, berantem (lho?!) semua menjadi sebuah kenangan yang melekat di hati (so cwitt…!). Saya mengenal komputer serta memegangnya untuk yang pertama kali saat saya kelas 2 smp, kira-kira tahun 2003. Lho mas masak 2003 baru pegang komputer?? Dah jangan diketawain yah… emang itu kenyataanya. Saat itu saya ikut ekstrakurikuler komputer disekolah. Saat itu yang dipelajari adalah microsoft word, ya standar lah untuk anak smp saat itu. Saya masih sangat awam tentang komputer, bahkan kalau ada pesan peringatan di komputer, saya langsung gemetar dan keluar keringat dingin. Saya takut sekalai, jangan-jangan terjadi kerusakan fatal di komputer dan aneka macam dugaan… dah kayak orang paranoid deh. Guru pembimbing saya menghampiri meja saya dan bertanya,”Itu komputernya kenapa mas??” Saya pun langsung demam ketakutan kalau-kalau komputernya rusak gara-gara saya… begitulah potret saya ketika SMP. SMA, saya lebih baik tentunya.. gak malu-maluin kayak SMP deh… setidaknya saya bisa mengikuti pelajaran TIK dengan hasil yang baik.
Pengalaman Membeli Komputer Pertama
Sewaktu SMA, bapak saya pernah bilang mau membelikan komputer untuk saya, wah seneng banget deh… padahal baru dibilangin hehehe… Suatu ketika, Pakde saya menawari komputer rakitan dengan prosesor pentium 4 dengan harga yang cukup murah untuk tahun 2005. Walau murah, bapak saya masih merasa terlalu mahal dan menolak tawaran tadi. Fyuh… padahal dah ngimpi pake komputer milik sendiri… Pada pertengahan tahun 2006, seorang temen bapak, sebut saja TEJO, nawarin untuk merakitkan komputer murah, katanya sie Pentium III. Ternyata bapak saya tertarik dan memesan untuk saya. Wah saya seneng banget, akhirnya saya dapat memiliki sebuah komputer.. hehehe… setelah 1 bulan menunggu… buset lama banget deh.. padahal yang saya tau, merakit komputer tu gak selama itu… bahkan orang dudulz pun ngrakit komputer gak bakal selama itu deh… ada apa gerangan?? katanya yang ngrakit, komponennya beli di jakarta, jadi lama. Wah kayaknya ada yang gak beres nie… Akhirnya jadi juga.. pas kerumah Tejo buat ngambil CPU, saya merasa gak yakin aja CPU yang saya pesan barang baru… Kok tau?? Masak kipas PSU udah banyak debunya… mana ada komputer baru kayak gitu?? tapi saat itu saya terlalu senang jadi ya gak pusing mikirin kipas berdebu. Sampai CPU dibawa kerumah, 2 minggu CPU lum dipake lho… bukanya apa-apa, lha belum beli monitor! Setelah beli monitor baru (yang ini bener-bener baru!) dengan merk yang gak jelas, he… 15” Monitor CRT. Jadi spek komputer saya yang pertama kali kayak gini…
AMD Duron 850Mhz “Spitfire” (Onboard!)
128mb SDR
Motherboard ECS K7SEM chipsetnya SIS730S
VGA Onboard SIS630
HDD WDC 20GB 5400rpm
CD-ROM Samsung dan tak lupa Floppy drive, hehehe…
OS Microsoft Windows 2000 Professional
Pertama kali tau prosesor komputer saya bukan intel… rasanya shock banget… seperti merasa punya komputer jadi-jadian. Setelah saya cari info tentang AMD Duron, ternyata dibeberapa benchmark mampu mengimbangi Pentium 4 Willamette lho… Tapi kok komputernya kayak kura-kura yaw??? Lambat bener… kemudian saya cari tau kenapa komputer lambat dan dari informasi yang saya dapat dari internet, ternyata kinerja komputer tidak hanya ditentukan oleh prosesor.. setelah saya cermati, RAM saya kurang… Terang aja, 128mb masih di-share sama vga onboard.

Tampang kompie saya yang pertama kayak gini…

Pengalaman Saya Menggunakan Komputer 10 Spitfire-SYS

DITIPU???
Komputer pertama saya itu CPU saja habis 2 juta+500rb buat monitor di tahun 2006 (kalo sekarang sie buat beli HD4850!). Saya tidak tau kalau itu adalah barang second. Memang sie dari segi harga gak kemahalan banget… tapi baru 2 hari, floppy drive gak bisa digunakan dan akhirnya 1 bulan kemudian komputer tidak dapat masuk windows. Saya langsung bawa ke tempat servis dan yang servis bilang kalo hardisknya badsector dan gak bisa install ulang windows 2000-nya karena gak ada cd drivernya. Ada yang gak beres..! Yang servis bilang, biasanya kalo beli komputer baru pasti dikasih cd driver, Deg! Akhirnya saya bilang memutuskan membongkar komputer bersama tukang servis dan ketahuan! Komputer saya di beli tahun 2003, padahal saya beli sama orang yang bernama TEJO akhir tahun 2006! Cuma cd-romnya aja yang baru, Gila! Setelah bolak-balik servis, akhirnya saya mengupgrade sedikit komputer saya dengan tambahan ram SDR 128, HDD 40GB dan CD-RW, jadi total ram 256mb dan HDD 60GB (40+20). Dari rangakaian servis dan upgrade terhadap komputer, saya total habis dana sekitar 1,2 juta saat itu. Jadi total dana yang saya keluarkan agar dapat menggunakan komputer yang stabil sekitar 3,7 juta (2,5+1,2jt), Bayangkan uang 3,7 juta di awal 2007 jika dibelikan komputer dapat Athlon64 single core!!! Saya cuma dapat Duron jadul… Saya saat itu masih sangat awam, jadi ya ketipu deh… Tar kalo ketemu sama si TEJO, bakal saya timpuk pake hardisk!!
Selanjutnya…
Saya menggunakan spek diatas sejak sma sampai kuliah.. walau komputer saya lambat, saya tetap mengoptimalkan penggunaanya. Komputer saya ini telah membuat saya menjadi tidak awam lagi tentang hardware dan komputer pertama saya ini saya kasi nama Spitfire-Sys. Setelah komputer tidak rewel, saya mulai mempelajari komputer mulai dari OS windows-nya. Saya mulai bisa menginstall ulang OS, scan virus dan lainya. Saya juga mulai belajar photoshop, corel draw dan converting audio. Namun saya mulai merasa komputer saya ini tidak mampu mencukupi kebutuhan. Pernah saya convert video durasi 55 menit menggunakan winavi video converter memakan waktu lebih dari 3jam. Tidak hanya itu, saya pun tidak bisa menginstal game-game yang saya inginkan karena keterbatasan spesifikasi komputer. Tahun pertama kuliah, saya mulai menabung dan bekerja sampingan yaitu jualan pulsa. Selagi menabung, saya mengikuti perkembangan hardware komputer. Saya senang sekali ditahun 2007 terjadi price war antara Intel dan AMD. Awalnya saya ingin membeli Athlon64 3200+ namun karena price war, saya lebih memilih Athlon64 X2 dualcore 3600+. Februari 2008, uang saya mulai tekumpul namun masih kurang dan saya mulai memikirkan spek CPU yang nanti akan saya beli, kira-kira seperti ini, Athlon64 X2 3600+, 1GB DDR2, motherboard menggunakan chipset geforce 6100 atau chipset AMD690G. Karena kebutuhan komputer baru semakin mendesak, maka saya jual komputer saya yang Duron itu. Saya jual hanya CPU saja dengan spek awal ketika saya membelinya tanpa HDD 40GB dan CD-RW, laku 600ribu, lumayanlah buat tambahan. Sa good bye to Spitfire-sys yang udah dibeli temen sekelas saya dikampus.
KOMPUTER BARU
Ketika uang terkumpul, saya malah bingung memilih platform AMD64 X2 atau Pentium Dualcore E2xxx. Saya tertarik potensi overclock dari E2xxx yang mampu dioverclock hingga kenaikan 100%. Namun setelah saya mencoba Athlon64 X2 milik sepupu saya dan E2xxx milik teman, saya lebih memilih Athon64 X2 nya karena prosesor ini memiliki respon yang gegas dilingkungan OS meski dari segi kemampuan kalah dengan Intel Core based, tapi respon prosesor di lingkungan OS cukup cepat, mungkin karena arsitektur AMD64 menggunakan intergrated memory controller. Akhitnya juni 2008 saya membeli komputer dengan spek yang lebih baik dari perkiraan awal, yaitu AMD Athlon64 X2 4400+, 2x1GB DDR2 800, mobo Biostar TA780G, hdd 160GB dan menyusul DVD-RW. Komputer ini saya beri nama Carthwheel-sys mengacu pada penamaan platform yang menggunakan chipset AMD780G. Untuk graphic card, saya cukup puas dengan onboard HD3200-nya. Radeon HD3200 cukup bertenaga, karena saya mempu memainkan game Call of Duty 4 dengan resolusi 1024×768, setting normal, noAA. Perbedaan kinerjanya sangat terasa dibanding komputer saya yang lama (ya iyalah!). Dengan komputer baru ini, saya akan memaksimalkan penggunaanya dengan mempelajari berbagai bidang komputer seperti Linux, grafis, multimedia, programming dan lainya. So, buat yang punya komputer dengan spek seperti apapun, maksimalkanlah penggunaanya untuk mempelajari dunia komputer.

Nie tampang kompie saya yang sekarang…

Pengalaman Saya Menggunakan Komputer 11Cartwheel-SYS

Doakan saya semoga bisa upgrade ke phenom ato nambah graphic card add on ya… he….