Laptop AI ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA): Solusi Cerdas untuk Kerja Lebih Efisien – Halo Pembaca Tuxlin Blog! Beberapa tahun terakhir ini perkembangan AI (Artificial Intelligence) alias kecerdasan buatan memang sangat pesat! Dulu Tuxlin Blog kenal AI itu cuma berperan sebagai ‘lawan’ ketika main game sendirian (single player) di komputer atau konsol game. Eh sekarang AI sudah bisa membantu manusia untuk bekerja, bikin konten, teman diskusi, brainstorming, generate gambar dan video, dan banyak lagi. Banyak pekerjaan yang mungkin bakal mati karena AI yang semakin canggih. Solusinya? Ya kita pakai AI biar bertahan. š
Mengakomodasi tren AI ini, Asus sudah menghadirkan laptop dengan kemampuan AI berlabel ASUS AI yang udah ada sejak tahun lalu dan kini mengalami menghadirkan peningkatan melalui lini laptop ASUS AI 45+ TOPS NPU, Makin canggih ya? Salah satu serinya adalah laptop ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)š Sebenernya, AI itu memang bisa meningkatkan produktivitas atau sekadar gimik aja? š¤ Nah pada posting kali ini, Tuxlin Blog bakal sharing bagaimana AI bisa dimanfaatkan untuk menunjang produktivitas sebagai bloger, sosial media specialist, dan kontributor media online.

Table of Contents
Blogger dan Tech Reviewer: Review Makin Tajam dan SEO-Friendly Berkat AI

Kerjaan utama Tuxlin Blog ya ngeblog sama review gadget. Ya istilah kerennya: Tech Reviewer! 𤣠Nah keberadaan AI seperti Copilot atau ChatGPT ini sangat membantu untuk bikin artikel review jadi lebih oke dan SEO friendly. Biasanya Tuxlin Blog minta rekomendasi judul artikelnya dan kemudian baru diedit sesuai kebutuhan.

Selain menggunakan AI untuk merancang judul artikel pilar, Tuxlin Blog juga memakai kemampuan rewrite atau tulis ulang sebuah artikel dari AI Copilot atau ChatGPT. Buat apa? Buat publikasi artikel press release. Sejauh ini kalau posting artikel press release tanpa diedit, takut kena duplicate content dari mbah Google š„²
Makanya Tuxlin meramu perintah atau prompt AI Copilot untuk tulis ulang press release agar sesuai dengan gaya bahasa blog Tuxlin maupun web Laptophia. Selain menghindari persoalan duplicate content, juga bikin pembaca merasa bahwa artikel itu memang sudah diolah agar sesuai dengan gaya bahasa website yang kita kelola.

AI juga ngebantu banget bikin review jadi lebih tajam dan nggak ada aspek yang kelewat. Misalnya nih Tuxlin mau bikin review tentang laptop Zenbook S14 OLED (UX5406SA). Nah Tuxlin perintahkan AI Copilot buat bikin rangkuman kelebihan, kekurangan, dan review menurut tech reviewer terkemuka. Setelah muncul datanya, kita pakai sebagai referensi.
Data dari AI tadi bukan untuk dicontek ya, tapi untuk dibuktikan! Misalnya nih berdasarkan rangkuman, speaker laptop Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ini jelek. Nah tugas Tuxlin adalah mencoba langsung speakernya dan nilai sendiri. Apakah setuju dengan pendapat reviewer lain dari data AI atau nggak? Selain itu, data dari AI ngebantu Tuxlin agar nggak ada aspek yang kelewat untuk diulas atau dicoba. Hasilnya? Artikel review lebih lengkap dan tajam.
Baca juga:Asus ROG Zephyrus G14 GA403UV Review, Performa Buas dalam Kemasan Ringkas

Tuxlin Blog juga kadang memanfaatkan AI untuk bikin gambar ilustrasi untuk artikel yang lagi dibikin. Kadang Tuxlin nggak punya stok foto yang relevan dan ketika comot di web, takut kena copyright. Solusinya ya suruh AI buat bikin ilustrasi sesuai konteks artikel yang dibuat. Nah gambar di atas adalah ilustrasi ketika Tuxlin Blog bikin artikel perbandingan antara SSD, SSHD, dan hard disk. š

Tech reviewer tentu nggak bisa dileplaskan dari data benchmark, baik smartphone atau laptop. Biasanya setelah benchmark, angka atau skornya dicatat di Excel dan kemudian divisualisasikan pakai grafis. Kalau pakai Excel terus dibikin grafik, butuh beberapa klik dan geser-geser dulu… Belum lagi milih style dan warna. Kelamaan š„² Mending data benchmark tadi kasih ke AI Copilot dan suruh buatin grafik skor benchmark-nya kayak di atas. Itungan detik udah jadi. Cepat dan praktis bukan? š
AI Membantu Social Media Specialist Bekerja Lebih Cepat dan Efisien
Selain sebagai tech reviewer dan blogger, Tuxlin sekarang ada kerjaan baru lho… šJadi ceritanya tahun lalu Tuxlin Blog mendapat tawaran pekerjaan sebagai Social Media Specialist untuk usaha kuliner Soto Sedaap Boyolali Ibu Widodo. Berhubung kondisi ekonomi emang lagi goyang dombret begini dan kerjaan ini bisa dilakukan secara remote, ya sudah Tuxlin terima saja š
Sesuai namanya, usaha kuliner ini asalnya dari Boyolali yang sudah membuka puluhan outlet di pulau Jawa.š¤ Jobdesc-nya sih mengelola akun sosmed di semua platform, seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube. Sebenarnya mereka punya desainer grafis sendiri, cuma untuk konten-konten video dan konten lain yang sifatnya dadakan musti Tuxlin bikin sendiri. š¤¦š¼āāļø

Awalnya Tuxlin kira jadi ngadmin sosial media dan kreator konten itu bakalan bisa santai, ternyata kagak cuy! Musti bikin perencanaan konten, bikin kontennya, jadi Customer Service dadakan kalau ada keluhan/kritik di DM, dan sebagainya. Pokoknya tiap hari ada gebrakannya. Entah ada customer ngamuk atau orang nawarin macem-macem wkwkw…š
Nah untungnya sih sekarang ada AI ya, jadi bisa menghemat waktu dan kerja jadi lebih efisien. š¤ Tuxlin udah mulai pakai AI buat kerjaan sebagai Social Media Specialist ini sejak Januari 2025 alias awal tahun ini. Kira-kira AI apa aja yang Tuxlin pakai?š
Perencanaan
Setiap akhir bulan, Tuxlin Blog musti bikin rencana konten untuk sebulan ke depan. Ya kalau istilah anak-anak sosmed ya bikin kalender konten! Kalau dulu sih bisa seminggu lebih bikin kalender konten pakai Excel. Nggak bisa asal bikin ya, musti brainstorming nyari ide konten, bikin draft hook + CTA, ngecek kalender ada hari besar apa aja, meeting sama tim terkait, dan banyak lagi.
Awal Januari 2025, Tuxlin coba manfaatin AI Copilot yang ada di Windows 11 buat bantuin bikin kalender konten. Jadi Tuxlin cukup bikin perintah atau prompt yang detail mengengenai rencana konten, lengkap dengan hook yang menarik dan CTA (Call To Action) untuk menarik interaksi. Hasilnya kayak di bawah ini:

Jreengg! Draft rencana konten sebulan ke depan udah jadi dalam itungan detik hahaha… *tawa kemenangan* 𤣠Hasil bikinan AI ini masihj bisa disesuaikan dengan mengubah prompt sesuai kebutuhan. Tindakan selanjutnya adalah mengekspor tabel yang dibikin AI tadi ke Excel untuk dilakukan editing lebih lanjut. Tuxlin Blog tingggal edit dan sesuaikan caption aja agar lebih oke.
Biasanya poin-poin yang Tuxlin tambahin dari draft di atas adalah konten promo dan event dari perusahaan (meeting dulu sama tim marketing), video atau konten lucu (kerja bareng tim CCTV), informasi lowongan (kerja bareng tim HRD), dan sebagainya. Kalender konten yang biasanya seminggu lebih baru kelar, berkat AI bisa cuma 3 hari beres. Malah kalau nggak pakai meeting segala, sehari juga udah kelar ini š
Eksekusi Konten

Seperti yang udah disinggung di atas, Tuxlin musti bikin konten tertentu dan konten video yang emang nggak di-handle sama tim desain. Sebagai contoh kasus peringatan hari buruh 1 Mei 2025 yang mana harus ada konten yang diungah ke sosmed dan nggak ada bahan desain ready untuk di-upload š¤ Ini bisa lolos karena emang awalnya hari buruh nggak masuk rencana konten, tapi atasan tetiba pengen ada konten. š¤¦š¼āāļø
Saat itu waktunya mepet banget! Pokoknya sebelum jam 12 siang, konten harus sudah naik. Gaswat kalau begini 𤯠Untungnya sih Tuxlin Blog pas dapat inspirasi dan ada AI yang siap membantu eksekusi inspirasi tadi jadi desain yang kreatif š
Jadi ceritanya anak CCTV pernah kirim foto dokumentasi tim management lagi kunjungan keliling outlet Jabodetabek. Bermodalkan foto tersebut, Tuxlin perintahkan saja AI Copilot untuk mengubah foto tersebut jadi bergaya kartun anime š¤ Nggak sampai semenit, jadi deh gambar kartun keren ala anime seperti di atas. š

Langkah berikutnya adalah bikin desain dadakan pakai aplikasi Canva! Tuxlin sebenernya nggak punya keahlian desain dan aplikasi Canva ini bisa ngebantu banget buat orang awam bikin desain yang bagus dengan cepat.
Canva ini juga punya fitur-fitur berbasis AI lho… Tuxlin baru sempat eksplore beberapa tool berbasis AI untuk kelarin desain konten hari buruh. Beberapa tool AI di Canva yang Tuxlin manfaatkan untuk desain ini adalah Magic Erase, Background Eraser, Magic Grab, Magic Expand, dan Magic Animate (animasi biar gerak untuk konten TikTok). Sat-set, 30 menit kelar š¤£

Setelah selesai desain, Tuxlin langsung perintahkan AI Copilot supaya bikin caption + hashtag yang relevan dengan konten yang barusan dibikin. Edit-edit dikit biar sesuai, langsung gas upload desain ke Instagram dan yang bentuk video animasi upload ke TikTok dan YouTube Shorts.
5 menit setelah upload, bu manajer nanyain: Mas kontennya gimana? Maaf ya dadakan begini. Langsung deh Tuxlin jawab: Sudah naik, Bu. Aman. š *sambil nyeruput kopi item berampas yang pait banget*

Jadi kang sosmed emang sering deg-degan karena selalu ada saja gebrakan tugasnya. Untungnya sekarang sudah berpegang teguh pada AI hahaha… š


Tuxlin juga bikin beberapa stock yang dibuat oleh AI Copilot untuk kebutuhan darurat seperti di atas. ya memang sih hasil AI begini nggak bisa langsung mentah di-upload gitu. Harus diedit lagi dan disesuaikan dengan konteks konten nantinya. Tapi setidaknya Tuxlin nggak perlu memulai dari awal, tinggal dilakukan editing pakai Canva atau CapCut sesuai konsep yang mau dibikin. š¤

Nah buat konten video emang Tuxlin Blog yang bikin. Mulai dari konten yang bersifat dokumentasi, lucu-lucuan, promosi, dan sebagainya yang berbentuk video ya Tuxlin yang bikin. Selama ini editing pakai CapCut desktop karena mudah, cepat, dan udah support fitur AI lho… š
Beberapa fitur AI yang sering Tuxlin gunakan untuk menghemat waktu dan bikin video jadi lebih keren antara lain Auto Caption, Auto Enhance, Noise Remover, Background Remover, Text to Speech, dan banyak lagi. Sebagian besar footage emang hasil kiriman tim yang ada di lapangan, jadi kualitasnya nggak seragam. makanya butuh fitur-fitur AI tadi biar kualias videonya bagus dan layak publish. š¤
Dulu pernah tuh ada acara dadakan dan yang bikin video footage dokumentasi juga agak ngasal, terus suruh ‘dimasak’ jadi konten. Berhubung waktunya mepet, Tuxlin langsung masukin semua footage yang oke ke project CapCut Desktop dan pakai fitur Smart Cut, biar motong video secara otomatis pakai AI. Tuxlin tinggal edit-edit dikit, kasih filter, auto enhance jadi HD, kasih auto subtitle, sat-set 60 menit kelar… Terima kasih AIš¤£
Kontributor Media Online Makin Gesit dengan AI
Selain jadi blogger, tech reviewer, dan social media specialist, Tuxlin Blog juga aktif jadi kontributor sebuah media online nasional. Banyak amat kerjaannya? Maklum, masih butuh duit. Apapun yang menghasilkan duit dan halal, kerjakan š Kalian yang masih suka baca berita pasti tau menia online ini. Nama medianya itu kalau dalam bahasa Indonesia adalah ‘Air’. Media apa hayo? Cari sendiri deh… š
Nah sebagai kontributor lepas, kerjaan Tuxlin Blog adalah nulis artikel berdasarkan tema dan kriteria tertentu yang dikasih oleh editor. Artikelnya macem-macem ya, mulai dari rekomendasi laptop, kelebihan mesin diesel, kumpulan ucapan idul fitri, sampai panduan memilih alat pancing untuk pemula š¤£
Untuk bidang yang kurang dikuasai, Tuxlin memanfaatkan AI untuk memberikan gambaran dan wawasan mengenai topik tertentu. Misalnnya seminggu lalu Tuxlin dapat jatah nulis tentang drone. Setelah baca banyak sumber dan referensi, ternyata drone punya dua jenis motor: brushed dan brushless. Apa bedanya? Ya sudah, suruh AI Copilot aja bikin perbandingannya dan hasilnya kayak gini:

Langsung deh dapat gambaran informasinya. Eits, jangan langsung asal comot informasinya ya! Soalnya AI itu kadang nggak akurat. Misal Tuxlin langsung comot dan ternyata datanya nggak akurat, artikelnya jadi misleading alias menyesatkan pembaca. š¤
Tugas kita sebagai manusia yang mengecek fakta alias fact check dari data yang disajikan AI dan cari sumber yang emang kompeten. Selain itu juga perlu meninjau konteks kalimat bikinan AI, apakah sudah sesuai konteks yang diharapkan atau belum. AI emang canggih, tapi kalau nggak ada peran manusia, bisa sesat dan menyesatkan lho… š Meski demikian, ini jelas lebih menghemat waktu daripada kita bikin dari nol.

Gaya menulis sebagai blogger dan tech reviewer kayak Tuxlin Blog yang kadang nggak sesuai EYD dan nyeleneh yang jelas nggak sesuai kalau diterapkan di media online. Kebiasaan nulis ngasal di blog inilah yang bikin Tuxlin Blog agak kesulitan menyesuaikan diri dengan gaya formal dan baku khas media online yang sudah tergabung dengan dewan pers.
Gegara masalah gaya menulis, Tuxlin jadi agak lambat untuk bikin artikel buat media. Solusinya? Pakai AI! Eits, bukan nyuruh AI buat bikinin artikel buat kita, bukan ya… Enak aja nggak mau mikir wkwkw š Jadi Tuxlin tulis aja dulu draft artikelnya kayak gimana. Setelah selesai draft artikel, baru suruh AI Copilot buat ngecek tata bahasa, gaya bahasa, penulisan, dan sebagainya. Bahkan kalau perlu, suruh AI Copilot buat ubah tone penulisan jadi lebih formal. Hasilnya? Tuxlin tinggal edit-edit dikit dan masukin keyword. Artikel bisa selesai lebih cepat dan tetap berkualitas š
Sejauh ini penggunaan AI seperti Cop[ilot dan ChatGPT untuk kontribusi artikel di media online tidak terlalu banyak ya karena Tuxlin cuma bertanggung jawab dengan artikelnya saja. Urusan SEO, link, dan sebagainya sudah diurus sama editor dan kawan-kawan di media. Tetapi dengan adanya AI ini, kerjaan bisa selesai lebih cepat dan waktu yang tersedia bisa digunakan untuk ngerjain tugas lain. š
ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) Pilihan Tepat

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) adalah salah satu laptop yang cocok banget buat jadi partner kerja Tuxlin sebagai blogger, tech reviewer, social media specialist, dan juga kontributor media online. Keunggulan utama laptop Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ini adalah kemampuannya dalam menangani tugas berbasis AI dengan kinerja tinggi dan efisien. š Maklum, laptop ini udah dilengkapi unit khusus untuk memproses AI, namanya NPU.
ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) merupakan salah satu laptop AI dengan performa NPU 45+ TOPS.
Apa itu NPU?

Sejak Intel merilis lini prosesor baru yang disebut dengan IntelĀ® Core⢠Ultra Series 1 yang pakai nama sandi Meteor Lake, ada komponen processing baru selain CPU dan GPU, apakah itu? NPU atau Neural Processing Unit yang disebut dengan Intel AI Boost. š¤ Nah NPU ini merupakan komponen processing yang dirancamg khusus untuk menangani tugas spesifik berbasis AI atau AI workload.
Nah laptop AI ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) udah ditenagai Intel® Core⢠Series 2 yang menggunakan nama sandi Lunar Lake dan menggunakan NPU Intel®AI Boost generasi baru dengan kinerja hingga 47 TOPS (Terra Operations Per Second).
Kalau nggak ada NPU, tugas berbasis AI bakal dikerjain oleh CPU dan GPU yang mana bakal boros daya dan baterai laptop cepet abis. Kalau ada NPU, tugas berbasis AI bakal dikerjakan oleh NPU yang makan daya lebih sedikit jika dibandingkan GPU maupun CPU. Jadi, keberadaan NPU ini jadi penting banget agar tugas-tugas berbasis AI ini nggak boros daya.
Mengapa Laptop AI Harus Punya NPU?
Pertanyaannya, megapa laptop AI harus punya NPU? Padahal CPU dan GPU kan udah bisa nanganin AI? Meski sama-sama nanganin AI, fungsi NPU ini agak berbeda sob! NPU kayak IntelĀ® AI Boost yang ada di laptop Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ini dirancang untuk efisiensi daya. NPU akan mengerjakan tugas AI spesifik dengan konsumsi daya serendah mungkin.
Jenis tugas AI yang dikerjakan NPU ini yang sifatnya spesifik dan sustain atau terus menerus di perangkat dengan baterai, kayak laptop contohnya. Misalnya nih kita pakai fitur Background Blur di Microsoft Studio Effects yang berbasis AI selama 1 jam buat meeting online. Andai yang kerjain ini CPU ata GPU, baterai laptop bakal cepet habis karena keduanya konsumsi dayanya gede. Padahal tugas sepele ini bisa dikerjakan oleh NPU dengan konsumsi daya yang jauh lebih kecil. Efeknya? CPU dan GPU tugasnya ringan dan daya tahan baterai lebih panjang.
Microsoft Studio Effects dan Asus AiSense Camera

Sebenarnya ada banyak aplikasi dan fitur yang udah support AI yang dikerjakan oleh NPU, seperti Microsoft Studio Effects dan Asus AiSense Camera, OMNI, Paint Cocreator, dan sebagainya. Nah yang paling sering Tuxlin Blog gunakan adalah Microsoft Studio Effects alias Asus AiSense Camera. Kedua aplikasi ini dapat memberikan efek-efek di webcam, seperti background blur, eye contact, automatic framing, Asus 3DNR, dan sebagainya.
Fitur-fitur di Microsoft Studio Effects alias Asus AiSense Camera bermanfaat banget kalau pas harus meeting sama team Soto Sedaap atu tim editor media online. Background blur pasti aktif biar fokus ke orangnya dan ngak lihat obyek lain di kamera dan Asus 3DNR bikin gambar jadi lebih bening. Asus jjuga punya AI Noise Cancelling yang bikin suara kita lebih jernih lho, cocok banget buat meeting pas tetangga lagi hajatan, berisiknya tidak akan terdengar š Semua fitur ini pakai AI yang dikerjain sama NPU lho… Jadi hemat baterai meski meeting berjam-jam. š¤
Layar Asus Lumina OLED yang Mantap!

Nggak cuma sekadar kemampuan AI yang unggul, laptop AI Zenbook S14 OLED (UX5406SA) juga dipersenjatai dengan layar Asus Lumina OLED yang bisa dikatakan salah satu yang terbaik di kelasnya. Bandingkan saja dengan kebanyakan laptop di kelas yang sama yang masih pakai layar jenis IPS dengan color gamut yang terbatas.
Layar Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ini ukurannya 14 inci berteknologi Asus Lumina OLED (Organic Light Emiting Diode) resolusi 3K 2880 x 1800 piksel dengan aspek rasio 16:10 yang mampu memberikan view workspace yang lebih luas, serta menampilkan 1.07 miliar warna yang vivid dengan kecerahan 400 nits, serta sudah mengantongi sertifikasi VESA Display HDR 500 serta PANTONE Validated Display dengan color gamut 100% DCI-P3.
Kualitas layar laptop AI Zenbook S14 OLED (UX5406SA) yang superior ini ngebantu banget saat Tuxlin Blog bikin desain konten di Canva agar warnanya lebih akurat. Nggak cuma itu, layar secanggih ini juga enak banget buat color grading dan pengaplikasian filter di CapCut Desktop agar tone warna video di konten Soto Sedaap kian Sedaaap *eh malah promosi š Udah gitu, layar laptop ini udah support refresh rate 120Hz, animasi dan scrolling bakal kelihatan mulus dan enak di mata.
Performa Kencang dan Powerful untuk Menunjang Produktivitas

Jujur saja nih, laptop yang Tuxlin Blog gunakan saat ini sudah cukup berumur yak. Sebenarnya masih memadai, tapi ya kurang kenceng untuk kebutuhan sekarang ini. Apalagi kalau udah disuruh buka Canva, Chrome puluhan Tab barengan edit video di CapCut Desktop, udah pasti teriak kipasnya…! 𤯠Tuxlin musti buka satu-satu, baru deh laptopnya agakl santai.
Andai Tuxlin Blog punya Zenbook S14 OLED (UX5406SA), kerjaan bikin konten buat sosmed di Canva dan CapCut Desktop pasti lebih sat-set. Bahkan pas dibuka barengan pun bakal tetap responsif! Editing video di CapCut dengan banyak efek dan transisi, terus render ke 4K UHD sekalipun rasanya bakal mulus banget kalau pakai Zenbook S14 OLED (UX5406SA). š
ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) sangat cocok untuk menjalankan aplikasi-aplikasi modern yang sudah mendukung teknologi AI. ASUS Zenbook S14 (UX5406SA) sudah diperkuat oleh Intel® Core⢠Ultra 7 Processor 258V 32GB 2.2GHz yang memiliki 8 core dan 8 thread. Prosesor tersebut dilengkapi dengan Intel® Arc⢠Graphics serta chip AI berbasis Intel® AI Boost NPU dengan kecepatan hingga 47 TOPS.
Ini karena Zenbook S14 OLED (UX5406SA) udah kenceng dengan dukungan prosesor Intel® Core⢠Ultra 7 Processor 258V octa-core (8 thread) generasi Lunar Lake atau Intel® Core⢠Ultra Series 2 yang terdiri dari quad-core P-core 2,2 GHz TurboBoost 4,8GHz + quad-core E-core 2,2 GHz TurboBoost 3,7GHz. Laptop ini diperkuat oleh memori RAM sebesar 32GB LPDDR5x-8533MHz on-chip atau terintegrasi
Sisi grafis, laptop ini terbilang kenceng berkat dukungan GPU (Graphics Processing Unit) terintegrasi dari Intel®Arc⢠Graphics 140V. GPU Intel®Arc⢠Graphics ini mengusung 8 Xe core yang didalamnya terdapat 8 ray tracing unit yang berlari dengan kecepatan 2050 MHz dengan antarmuka memori system shared.
Nggak percaya kencengnya laptop Zenbook S14 OLED (UX5406SA)? Berikut rekap hasil benchmark yang dilakukan oleh tim Asus Indonesia:
- Geekbench 6 CPU Single-core 2725; Multi-core 11.141
- Cinebench R15 Single-core 284 cb; Multi-core 1625 cb
- Cinebench R23 Single-core 1874 pts; Multi-core 10.460 pts
- 3DMark Time Spy 4301
- 3DMark Port Royal 2135
- 3DMark Night Raid 33.670
- 3DMark Fire Strike 8800
- PCMark 10 7.343
- Blender Classroom CPU 12 menit 5.19 detik
- Blender Classroom GPU 3 menit 2.52 detik
- Shadow of the Tomb Raider – Native High 28 fps (average)
- Cyberpunk 2077 – High 24.51 fps (average)
Kelebihan prosesor Intel® Core⢠Ultra Series 2 yang digunakan Zenbook S14 OLED (UX5406SA) adalah dilengkapi NPU atau Neural Processing Unit Intel® AI Boost generasi baru yang hadir secara spesifik untuk memproses aplikasi yang menggunakan AI dengan performa hingga 47 TOPS.
Laptop Zenbook S14 OLED (UX5406SA) telah memenuhi kualifikasi sebagai Microsoft Copilot+ PC yang mensyaratkan NPU 40+ TOPS dan dapat menjalankan fitur berbasis AI seperti Live Caption, Live Transcript, Paint co-creator, Microsoft Studio Effects, dan sebagainya.
Tuxlin berharap ke depan NPU ini bakal dimaksimalkan potensinya ya. Misalnya AI Copilot lebih responsif kalau pakai NPU. Beberapa efek dan fitur AI di CapCut kabarnya sudah mulai memanfaatkan NPU. Ini Kabar baik karena nantinya konsumsi daya bisa lebih hemat pas kita intens edit video di CapCut pakai fitur-fitur AI tadi.
Intel sendiri sebenernya udah punya OpenVINO. Ini semacam toolkit yang bisa dipakai pengembang untuk memanfaatkan AI generatif, termasuk memanfaatkan potensi NPU di prosesor-prosesor Intel. Salah satu aplikasi yang pakai OpenVINO ini adalah Audacity.

Nah Audacity ini punya plug in berbasis OpenVINO yang membawa fungsi canggih, salah satunya adalah Music Separation yang akan memecah sebuah lagu menjadi dua atau empat layer yang terdiri dari instruments, vocal, bass, dan drum⦠Canggih kan? Bisa tuh kita dengerin gebukan drum-nya doang, betotan bass-nya doang atau dengerin vokal tanpa instrumen.
Proses audio separation yang dilakukan oleh Audacity ini menggunakan teknologi AI yang dikerjakan oleh CPU, GPU, dan NPU. Kalau Tuxlin pakai laptop Zenbook S 14 OLED UX5406SA yang NPU-nya kenceng, mungkin proses separasi bisa lebih cepat dan efisien konsumsi baterainya. š¤ Semoga ke depan ada lebih banyak aplikasi semacam ini yang bisa memaksimalkan potensi NPU.
Baterai Tahan Lama
Laptop Zenbook S 14 OLED UX5406SA ini dibekali baterai berkapasitas 4 Cell 2S2P 72 WHr. Asus mengklaim daya tahan baterai Zenbook S 14 OLED UX5406SA mencapai 27 jam! Ngeri banget itu daya tahan baterainya ya?
Mungkin dengan gaya pemakaian ala Tuxlin Blog, daya tahan baterainya nggak selama itu kali ya? Kan pakai aplikasi Capcut Desktop yang udah makan resource lumayan, Canva, browser dengan puluhan tab… Kalau berdasarkan pengalaman dari yang udah pernah pakai, penggunaan agak intensif pun baterai bisa tahan di atas 10 jam! Ini udah lebih dari cukup buat Tuxlin. kemana-mana nggak perlu bawa charger kayaknya. Auto sikaaatttt š
Ringkas, Ringan, dan Konektivitas Lengkap!
Salah satu keunggulan laptop AI Zenbook S 14 OLED UX5406SA ini adalah ukurannya sangat ringkas dan nyaman banget buat dibawa kemana-mana. Ketebalannya cuma 1,29 cm pada bagian tertipisnya dan bobotnya juga cuma 1,2 kilogram saja. Nggak perlu repot-repot pakai tas gede buat bawa laptop ringkas ini. Jelas laptop ini nggak bakal membebani kalian yang punya mobilitas tinggi. Nggak akan bikin pinggang kalian pegel-pegel heheheā¦


Meski bodinya tipis dan ringan, port dan konektivitas laptop ini lengkap lho… Sisi kiri laptop Zenbook S14 OLED (UX5406SA) terdapat port HDMI, 2x port Thunderbolt 4 USB-C (support Data Transfer, Power Delivery, dan DisplayPort 1.4), dan port audio 3,5mm. Sedangkan sisi kiri laptop terdapat sebuah port USB 3.2 Gen1 dan sebuah LED indikator.
Tangguh Berstandar Militer

Laptop ringkas dan tipis kayak Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ini apa nggak ringkih ya? Banyak yang nanya kayak gini dan takut nih kalau laptopnya gampang rusak, retak, dan sebagainya. Ini nggak berlaku buat Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ya, soalnya semua laptop Asus ini udah memenuhi standar militer US MIL-STD-810H yang telah melalui pengujian ketat seperti guncangan, kelembapan, getaran, dan sebagainya.
Jadi kalau kalian pakai laptop AI Zenbook S14 OLED (UX5406SA) dan dimasukkin ke dalam tas, terus ketumpuk buku-buku tebel atau file lainnya, nggak usah khawatir⦠tetep aman! Bahkan kalau penggunaan agak kasar sehari-hari kayak kepentok, nggak sengaja didudukin atau terinjak dengan tidak sengaja, laptop ini masih cukup tangguh. Berdasarkan pantauan Tuxlin, nggak banyak lho laptop AI lain yang tangguh dengan US Military Grade seperti Asus ini.
Tombol Copilot

Tuxlin kan sering banget tuh pakai Copilot buat ngerjain kerjaan di atas. Nah guna mengakomodasi penggunaan fitur AI agar lebih cepat dan efisien, Asus nyediain tombol khusus untuk manggil Microsoft Copilot alias Copilot dedicated key. Ini jelas menghemat waktu Tuxlin Blog yang sering buka tutup Copilot. Biasanya musti geser-geser kursor dulu, pakai laptop ini tinggal tekan satu tombol dan Copilot datang
Kesimpulan
Sebagai seorang blogger, tech reviewer, social media specialist, dan kontributor, keberadaan AI alias kecerdasan buatan ini memang sangat membantu menghemat waktu. Bekerja bisa lebih cepat, efisien, efektif, dan tentu saja produktivitas meningkat. Paling tidak, Tuxlin Blog jadi ada tambahan waktu buat santai-santai mantau keributan di sosmed wkwkw…. š
Penerapan AI dalam pekerjaan Tuxlin Blog ini bakal lebih kencang dan efisien lagi kalau pakai laptop AI canggih kayak Zenbook S14 OLED (UX5406SA). Laptop ini meupakan salah satu dari laptop Asus AI 45+ TOPS NPU karena dibekali NPU 47 TOPS yang bakal mengoptimalkan fitur AI yang Tuxlin gunakan agar lebih cepat dan efisien.
Performa CPU dan GPU dari Zenbook S14 OLED (UX5406SA) ini sudah sangat powerful banget buat menangani tugas-tugas dan kerjaan Tuxlin Blog yang bergelut dengan Canva lengkap dengan fitur AI-nya, Chrome dengan puluhan tab, dan tentu saja CapCut desktop dengan fitur-fitur berbasis AI. Implementasi AI dan penggunaan laptop AI canggih seperti Zenbook S14 OLED (UX5406SA) bisa jadi kombo ampuh untuk mendongkrak produktivitas dan menghemat waktu.
Spesifikasi ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)
- Layar sentuh Asus Lumina OLED berukuran 14 inci resolusi 3K 2880 x 1800 piksel, aspek rasio 16:10, 400 nits, 100% DCI-P3 color gamut, PANTONE validated, VESA Display HDR True Black 500, Asus Splendid, SGS Eye Care, Dolby Vision, 120Hz refresh rate, NanoEdge Display, 178° wide-view, support stylus pen
- Prosesor Intel® Core⢠Ultra 7 Processor 258V octa-core (8 thread) terdiri dari quad-core P-core 2,2 GHz TurboBoost 4,8GHz + quad-core E-core 2,2GHz TurboBoost 3,7GHz
- NPU IntelĀ® AI Boost (IntelĀ® NPU 4) 47 TOPS
- Chipset IntelĀ®
- Grafis Intel®Arc⢠Graphics 140V
- Memori RAM 32GB LPDDR5X-8533MHz, on-chip
- Storage SSD 1TB PCIe 4.0 x4 M.2 NVMe
- Konektivitas WiFi 7 802.11 be (2×2) (tri-band), Bluetooth 5.4, 1x port USB 3.2 Gen 2, 2x port Thunderbolt 4.0 USB-C (support Data Transfer, Power Delivery, dan DisplayPort 1.4), port HDMI 2.1, port audio 3,5mm
- Quad Speaker stereo Harman Kardon certified, Smart Amplifier Technology, Asus Audio Booster, Dolby Atmos Audio, AI noise-canceling
- Asus ErgoSense keyboard dengan backlight Asus Antibacterial Guard
- Kamera webcam 1080p Full HD camera with IR Camera, support Windows Hello
- Baterai 4 Cell 2S2P 72WHr lithium-polymer Battery, fast charging 60% dalam 49 menit
- Sistem Operasi Microsoft Windows 11 Home + Microsoft Office Home and Student 2021 asli pre-installed
- Dimensi 31.03 x 21.47 x 1.19 ~ 1.29 cm berat 1.2 kilogram
- Tangguh dengan standar militer MIL-STD-810H
- Warna Zumaia Gray dan Scandinavian White
Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog ASUS 45+ TOPS Advanced AI Laptop yang diadakan oleh Travelerien.
Anda mungkin suka:Asus AI di Laptop Vivobook S 14 OLED S5406, Sejauh Mana Manfaat yang Dirasakan?



