Pengalaman Menggunakan Antivirus

Halo pembaca! Melalui posting ini, saya ingin sharing pengalaman dalam mengggunakan antivirus. Penggunaan antivirus adalah hal yang ‘wajib’ bagi para pengguna sistem operasi windows, mengapa? Karena sistem operasi windows merupakan sasaran empuk para pembuat virus, jelas windows merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan. Hanya saja, menurut pendapat beberapa orang, penggunaan antivirus dapat membebani sistem (Antivirus tertentu). Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena saya pernah mencoba beberapa antivirus dan hasilnya tidak semua memberatkan sistem. Mamang ada sih antivirus yang cukup berat dan lelet kinerjanya, namun antivirus yang lelet ini pasti mendapat perbaikan diversi terbarunya. Antivirus akan selalu memiliki tingkat deteksi yang baik asal rajin di update. Sehebat apapun heuristik antivius, bila tidak di update akan sama saja dengan harimau tanpa cakar dan taringnya. Walah kok malah ceramah panjang kek gini? Oke langsung saja di paragraf berikutnya!
Norton System Works
Pertama kali menggunakan antivirus adalah Norton System Works, saya lupa versi berapa, coz saya pake ini saat pertama kali menggunakan komputer sehingga saya masih sangat awam soal beginian. Seingat saya, antivirus ini memiliki banyak sekali fitur bahkan yang tidak berhubungan dengan keamanan pun disertakan (ex: norton speed disk). Mungkin saat ini Norton System Works telah digantikan dengan Norton 360. antivirus ini cukup lambat dalam melakukan scanning, bahkan sampai ditinggal-tinggal. Meski begitu, tingkat deteksinya cukup baik untuk virus import, saat itu virus lokal belum menggila seperti sekarang. Setelah itu saya menggunakan norton Antivirus 2003 atau 2005? Lupa soalnya. Kemampuanya hampir sama dengan norton sistem works. Pada suatu ketika… virus lokal yang bernama ‘brontok’ mulai merajalela. Saya telah mengantisipasi hal tersebut dengan melarang flashdisk menancap di komputer, kecuali flashdisk milik saya. Namun suatu hari teman saya datang membawakan lagu favorit dan segera saja saya tancapkan flashdisknya. Malamnya, komputer saya menunjukan gejala ketidak beresan dan ternyata flashdisk teman saya telah terinfeksi brontok. Norton-nya? Hanya diam membisu membiarkan brontok beraksi di komputer. Akhirnya saya memutuskan untuk servis pembersihan virus dan selanjutnya tidak lagi menggunakan antivirus, namun menggunakan software deepfreeze.
NOD32 v2.7
Setelah sekian lama menggunakan deepfreeze, akhirnya teman saya memberikan kopi installer NOD32 v2.7+jamu. Setelah terinstal, ternyata antivirus ini cukup bagus! Tidak terlalu membebani komputer saya (saat itu masih menggunakan Duron 900Mhz+256mb SDR). Proses scanningnya tidak terlalu cepat, namun tingkat deteksi terhadap virus lokal yang saat itu menggila sangat baik. Saya cukup senang menggunakan antivirus ini, hanya saja proses updatenya cukup menyulitkan, maklum gak ada koneksi internet dirumah. Saya biasa berburu file update antivirus nod32 di internet, setelah download file update langsung saja saya lakukan ritual update offline nod32. Memang untuk urusan update definition, antivirus ini cukup merepotkan terutama bagi yang tidak memiliki koneksi internet di komputernya. Gak tau deh kalo beli antivirus ini secara resmi supportnya kek gimana… Beberapa teman saya yang menggunakan antivirus ini juga berpendapat demikian. Antivirus ini sempat saya tinggalkan karena saat itu saya menginginkan performa yang optimal untuk komputer saya (Duron) sehingga saya memilih menguninstal antivirus ini dan kembali ke deepfreze. Antivirus ini kembali saya gunakan untuk menggantikan AVG yang terinstall setelah saya upgrade komputer.
PCMAV+CLAMAV
Setelah beberapa bulan hanya menggunakan deepfreze untuk mengamankan drive C saja, akhirnya saya mencari antivirus yang bersifat portable untuk menambah tingkat keamanan komputer (ceile!). Saya memilih antivirus buatan dalam negeri, PCMAV, mengapa? Saat itu virus lokal benar-benar menggila! Hampir semua warnet dikota saya terinfeksi aneka macam virus lokal. PCMAV ini memiliki tingkat deteksi yang dahsyat untuk virus lokal, untuk virus importnya, PCMAV dapat memanfaatkan database milik CLAMAV. Gabungan PCMAV+CLAMAV ternyata cukup hebat dalam melindungi komputer dari ancaman virus lokal. Hanya saja, kecepatan scanningnya saat itu (versi RC) sangat lambat berjalan di komputer Duron milik saya. Saya cukup percaya diri dengan kombinasi PCMAV+CLAMAV ini sampai pada suatu ketika teman saya memberi kabar virus baru yang menginfeksi file exe, yaitu win32/Viruut. Awalnya saya tenang-tenang saja, namun pada suatu ketika saya merasa komputer saya amat sangat lambat dan mudah hang. Saya mencoba menelusuri penyebab kelambatan dengan melihat proses apa saja yang berjalan di task manager. Ternyata benar! Ada sebuah proses yang mencurigakan sedang berjalan dan tidak dapat dihentikan melalui task manager. Langsung saja saya jalankan PCMAV, namun virus telah membuatnya diam. Akhirnya saya menyerah dan mencoba antivirus lain untuk membantainya.
AVG Free Antivirus 8
Antivirus yang saya gunakan untuk menggantikan PCMAV adalah AVG ini. Ketika itu saya install dari CD bonus majalah dan langsung saya lakukan proses scanning. Hasilnya? AVG menangkapi file-file milik sistem windows yang terinfeksi sehingga membuat windows berhenti bekerja dan terpaksa saya lakukan install ulang. Ini adalah perkenalan yang kurang baik dengan sebuah antivirus. Setelah selesai melakukan ritual instalasi windows xp yang cukup membosankan, akhirnya selesai dan langsung saya instal AVG antivirus dan langsung saya lakukan pembersihan komputer dari win32/viruut yang merepotkan. Saya menggunakan antivirus ini hingga saat upgrade komputer ke Athlon X2 4400+ pertengahan 2008 lalu. AVG ini cukup ringan digunakan dan kecepatan scanningnya terbilang cepat. Tingkat deteksi virusnya sangat bagus menurut saya, baik virus lokal maupun import. Namun selama saya menggunakan AVG, ternyata antivirus ini cukup sering mengalami salah tangkap/deteksi yang sering disebut dengan ‘false alarm’. False alarm ini biasanya terjadi pada software serial number generator atau yang sering disebut keygen (Maklum, saya termasuk pengguna software versi petani). Namun hal ini masih dapat ditoleransi. Adapun hal yang tidak saya suka dari AVG ini, yaitu ketika eksekusi virus, kebanyakan file-file yang terinfeksi virus ikut dihapus. Sebenarnya ada opsi untuk membersihkan file terinfeksi dengan menggunakan opsi heal, namun fitur ini bekerja kurang maksimal.
NOD32 v4 Bussines Edition
Setelah berhenti menggunakan AVG, saya kembali menggunakan NOD32 v2.7 karena kinerjanya bagus dan hemat resource. Suatu hari saya main ke kos-kosan teman sekampus, ternyata dia pake NOD32 v3, interfacenya lebih bagus dibanding v2.7. penggunaan dan konfigurasi tingkat lanjutnya cukup mudah dipahami. Kecepatan scannya juga cukup cepat, setidaknya lebih cepat dari yang versi 2.7. Secara keseluruhan, saya cukup puas dengan kinerja antivirus ini, hanya saja penggunaan memory agak boros, mencapai rata-rata 46-48mb. Updatenya bisa dikatakan lebih mudah dibandingkan dengan versi 2.7, mengingat dirumah saya tidak memiliki koneksi internet. Saya biasa mendownload file update disebuah blog yang juga di wordpress, penasaran? Send me an email. Saya belum bisa berkomentar lebih banyak lagi tentang antivirus ini, karena saya menggunakannya baru beberapa minggu sebelum artikel ini diketik.
Norton Antivirus 2009
Mungkin antivirus inilah yang paling ringan dibanding yang saya sebutkan sebelumnya. Antivirus ini hanya memakai memori sistem sekitar 6-15mb serta proses scanning sangat-sangat cepat. Keberadaan antivirus ini disistem seakan-akan sama sekali tidak membebani. Norton menyebunya teknologi ‘norton insight’. Saya menggunakan antivirus ini di sistem opersai windows vista ultimate sp1 petani edition. User interfacenya sangat bagus dan cukup informatif. Saya penasaran dengan antivirus ini sejak melihat iklanya disebuah majalah, langsung saja saya cari versi petani-nya di internet. Setelah ketemu langsung saya download dan instal di komputer. Update antivirus ini sangat mudah bagi yang tidak terhubung internet. Cukup download file update di situs norton berukuran 40an mb dan berupa file .exe yang siap dieksekusi untuk proses update. Akurasi proses scanningnya sangat bagus untuk virus import, namun masih payah untuk mendeteksi virus lokal meski menggunakan update terbaru. Terlihat saat laptop teman saya terkena virus lokal ‘the_legend_of_aang.vbs’, norton tidak mampu membasminya.
AVIRA
Saya pernah sekali mencoba antivirus Avira namun cuma beberapa hari saja. Adek tngkat saya dikampus sebagian besar menggunakan antivirus gratis ini. Menurut mereka, antivirus ini mampu mendeteksi virus lokal maupun import dengan sangat baik. Menurut saya, pendapat mereka benar, hanya saja antivirus ini sering mengalami ‘salah tangkap’ a.k.a ‘false alarm’ saat saya memakainya, semoga sekarang udah nggak. Proses updatenya bagi yang tidak memiliki koneksi internet mudah, cukup mendownload file updatenya saja. Lagi-lagi saya tidak berkomentar banyak tentang antivirus ini, coz saya cuma bentar pakenya.
Yang sekarang saya pakai?
Saat ini saya menggunakan beberapa antivirus. Perlu diketahui, saya menggunakan windows xp sp2 dan windows vista ultimate. Pengamanan di windows xp sp2 saya percayakan pada ESET NOD32 v4 sementara windows vista saya menggunakan norton antivirus 2009. Selain dua antivirus tersebut, adapula antivirus yang bersifat portable untuk melengkapi keamanan sistem dari virus. Antivirus portabel yang saya gunakan semua merupakan hasil buatan anak bangsa antaralain, PCMAV+CLAMAV, ANSAV dan SMADAV. Kombinasi seperti ini saya rasa cukup untuk menjaga agar komputer selamat dari serangan virus lokal maupun import,hehehe… see u!


12 Comments

  1. maskedtux June 18, 2009
    • tuxlin June 23, 2009
  2. Hafidz Collection June 18, 2009
    • tuxlin June 23, 2009
  3. hafidz June 30, 2009
    • tuxlin July 1, 2009
  4. Hanson7586 July 3, 2009
    • tuxlin July 6, 2009
  5. Hafidz Collection May 5, 2010
    • tuxlin May 5, 2010
  6. hafid wahyudi May 10, 2010
    • tuxlin May 15, 2010

Add Comment

*