Categories
Hardware

Power Supply, ‘Jantung Komputer’

1-psu1

Power supply a.k.a PSU adalah komponen yang cukup penting dalam sebuah komputer. Seringkali orang melupakan PSU dalam merakit komputer, padahal komponen ini yang menjamin kehidupan dan keawetan komponen lain. Orang cenderung memilih prosesor yang lebih kencang, motherboard yang lebih hebat atau memory yang gegas daripada memilih PSU berkualitas, katakanlah true power rating. Mereka cenderung meremehkan komponen satu ini dan memilih PSU bawaan casing atau PSU abal-abal. Mereka cenderung berpikir seperti ini, ‘PSU gak perlu yang mahal-mahal, pakai bawaan casing aja dah cukup’. Saya sendiri dulu juga berpikir demikian, namun akhirnya saya sadar setelah PSU abal-abal bawaan casing mleduk dengan sukses. Sebenarnya apa sie PSU itu?? Seberapa pentingkah komponen ini? Berikut sedikit keterangan seputar PSU yang saya dapat dari beberapa sumber dan pengalaman pribadi.

Istilah Dalam PSU

Bagi seorang yang berkecimpung di dunia teknik elektro, tentu tidak asing lagi dengan istilah-istilah di artikel ini. Bagi para pemula (termasuk saya) dapat menyimak keterangan dari beberapa istilah dalam PSU. Dalam PSU terdapat 3 satuan dalam kelistrikan, yaitu Volt(V), Ampere(A) dan Watt(W). Volt adalah satuan tegangan listrik, Ampere adalah satuan arus listrik dan Watt adalah hasil perkalian antara arus dan tegangan listrik. Adapula istilah ‘Rails’, Rails adalah sitem penghantaran listrik yang berupa jalur dan dibedakan berdasarkan teganganya, dalam PSU terdapat Rails +3,3V, +5V, +12V, -5V dan -12V. Saat membeli PSU, cukup perhatikan rail yang positif saja. Besarnya Watt tiap rail dapat dihitung dengan mengalikan angka voltase rail dengan besarnya arus yang dihasilkan rail tersebut. Menurut sumbar yang saya dapat, komponen komputer saat ini banyak menyedot daya dari rail +12V, jadi saat membeli PSU perhatikan daya pada rail 12V. Ada pula produsen yeng menyertakan spesifikasi dual/triple bahkan quad rail untuk rail 12V. Multiple rail memiliki keuntungan jika terjadi kerusakan di salah satu rail, maka tidak berpengaruh dengan rail lainya. Peak power, adalah daya maksimum yang mampu diberikan PSU dalam waktu singkat, misal 30 detik. Continuous adalah daya yang mampu diberikan PSU secara continuous atau dalam waktu lama, sering disebut pure power.

Fitur-fitur dalam PSU

Overvoltage Protection, yaitu fitur yang bermanfaat untuk melindungi komputer dari naiknya tegangan sumberlistrik secara tiba-tiba, biasanya PSU melakukan automatic shutdown untuk melindungi dari overvoltage. Power Supply Modular, adalah power supplay yang konektor powernya dapat dilepas-pasang sesuai kebutuhan. Kelebihan PSU modular adalah jeroan PC terlihat lebih rapi dan kelemahanya adalah dalam PSU modular terdapat titik power yang digunakan untuk menancapkan kabel power, titik power ini berpotensi hambatan. Jadi semakin banyak titik power akan semakin banyak hambatan dan semakin banyak daya yang terbuang. Voltage regulation and ripple, bebean listrik komputer bervariasi, hal tersebut juga menyebabkan output teganag PSU bervarisai (berubah-ubah). Semakin sedikit perubahan tersebut akan semakin bagus. Hold-time, adalah waktu yang dapat ditahan/dikompensasi PSU saat tidak mendapat sumber listrik, misal listrik terputus dalam waktu singkat kemudian on lagi, maka daya dapat dikompensasi PSU (serasa gak mati lampu).

PFC

PFC adalah Power Factor Correction. PFC ini adalah ukuran seberapa efektif sebuah PSU dan ini dinilai dari 0-1. PSU terkemuka saat ini menawarkan efisiensi 80plus atau dalam PFC 0,8 yang cukup dekat dengan angka maksimal 1, berarti sangat efisien. PFC sendiri dibagi 2, yaitu Passive PFC dan Active PFC. PFC pasif menggunakan kapasitor untuk memfilter arus AC agar terjaga muatan induksinya. PFC aktif menggunakan rangkaian elektronik untuk mengimbangi muatan induksi.

Kesimpulanya

PSU merupakan salah satu komponen yang penting dalam sebuah komputer. PSU berfungsi memompa arus untuk semua komponen yang membutuhkan. PSU yang baik akan turut menjaga keawetan periperal yang anda gunakan. Saran saya, gunakan power supply berkualitas untuk menjaga keawetan periferal komputer. Saya sendiri pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan dan untungnya tidak mengorbankan periferal lain. So, mari kta ganti PSU abal-abal dengan PSU berkualitas a.k.a

PSU true power.

Categories
Hardware Komputer

Perbedaan Notebook dan Netbook

Perbedaan Notebook dan Netbook 1Netbook (belakang), Notebook (depan)

Sebagian besar orang tau apa itu notebook atau Tukul bilang laptop. Lha kalau netbook? Yapz… netbook adalah istilah yang masih terbilang baru. Akhir-akhir ini netbook sedang naik daun. Awalnya, netbook pertama muncul adalah asus eee PC, kini telah tersedia berbagi merk dan pilihan operating sistem. Pada dasarnya netbook hampir sama dengan notebook, hanya saja netbook lebih portable dan untuk keperluan komputasi yang ringan. Lah terus bedanya sama notebook?? Simak posting berikut…

Dimensi dan ukuran layar

Ada perbedaan yang cukup mencolok antara netbook dan notebook. Ukuran layar netbook lebih kecil dan berkisar di angka 7”-10,2” sedangkan notebook mulai 12” keatas. Selain itu, netbook berukuran lebih kecil dan lebih ringkas untuk dibawa-bawa dibanding notebook. Berat netbook juga jelas lebih ringan di banding notebook umumnya. Memang netbook lebih portable dibanding notebook.

Spesifikasi hardware

Spesifikasi hardware antara netbook dengan notebook berbeda. Biasanya, netbook menggunakan prosesor Intel Atom, VIA C7 yang hemat energi, AMD pun tidak mau kalah dan akan meluncurkan prosesor Athlon Neo, AMD C50, E350 (Brazos) untuk pasar netbook. Netbook biasanya dibekali Ram 512mb-1gb untuk mendukung performanya. Netbook biasanya sudah dibekali peralatan untuk berinternet dengan nyaman dengan menyertakan wi-fi dan bloetooth bahkan akhir-akhir ini ada produsen yang menyertakan modem 3G dan 3,5G (HSDPA), tak lupa webcam pun hadir di sebagian besar netbook yang beredar. Beberapa produsen menyediakan opsi SSD (Solid State Drive) sebagai media penyimpananya kerena lebih hemat energi jika dibandinkan dengan hardisk. Sementara notebook biasanya mnggunakan prosesor yang lebih kuat seperti, Pentium Dual-core, Core2 Duo, Core i3, Core i5, Turion X2 dengan ram yang sama atau lebih besar dari netbook. Notebook juga dapat menggunakan discrete graphic dari Ati Radeon atau Nvidia GeForce, Netbook ada yang menggunakan grafis dari Nvidia GeForce (platform ION) dan Radeon (Platform AMD Athlon Neo dan AMD Brazos).

Daya tahan baterai

Notebook pada umumnya hanya mampu ‘hidup’ dengan baterai selama 1-3jam saja. Sedangkan netbook mampu bertahan lama antara 3-5jam. Ini dikarenakan hardware yang digunakan netbook lebih hemat energi dibanding notebook.

Fungsi dan target pengguna

Dilihat dari spesifikasi hardware yang digunakan, jelas performa notebook jauh lebih cepat dibanding netbook. Notebook ditujukan bagi orang yang membutuhkan komputer yang cukup bertenaga untuk bekerja dan dapat dibawa kemana-mana. Performa notebook sekarang (terutama platform centrino2) sudah mendekati bahkan menyamai komputer desktop kelas mainstream. Performa ini sangat berguna bagi orang yang membutuhkan komputer pekerjaan editing multimedia atau hal-hal yang lebih dari sekedar mengetik. Sedangkan netbook ditujukan bagi orang yang menginginkan mobilitas dalam menggunakan komputer untuk sekedar pekerjaan office dan internet. Performa netbook pun pas-pasan. Saya kini menggunakan Netbook Acer AO 531h dengan spesifikasi Intel Atom N280, GMA 950, 2 GB DDR2 dan 160GB HDD, performanya paspasan, namun cukup untuk komputasi dasar seperti office dan internetan.

Harga

Ini adalah poin paling penting bagi sebagian orang. Dikala krisis global, orang akan lebih sensitif terhadap harga dibandingkan fitur yang ditawarkan. Kini harga Notebook di kisaran 3,5juta keatas. Sedangkan netbook baru harganya mulai dari 2 jutaan. Udah tau bedanya kan? Jangan sampai deh salah pilih. Sebelum membeli notebook atau netbook, tentukan dulu kebutuhan komputasinya, apakah hanya untuk office, mutimedia atau yang lain. Jika anda membutuhkan untuk keperluan office dan internetan, jelas netbook adalah pilihan yang lebih hemat dan lebih portable. Anda menginginkan performa lebih, pilih notebook untuk menghandle keperluan komputasi sedang. Anda ingin performa yang lebih dahsyat? Pakai desktop! Desktop juga bisa kok dibawa kemana-mana asal kuat aja bawanya, hehehehe…..

Categories
Hardware

Next Generation : Phenom II X4 vs Core i7, Pilih mana?

Perkembangan teknologi prosesor semakin hari semaikin cepat. Kini muncul 2 next generation prosesor dari 2 kubu produsen prosesor, Intel dan AMD. Intel terlebih dahuu meluncurkan platform barunya berbasis prosesor Core i7 dengan arsitektur terbaru, nehalem. Sementara AMD tidak mau kalah dengan munculnya Phenom II X4 (Deneb), setelah sebelumnya gagal dengan Phenom I (Agena). Mana yang terbaik?? Tiap orang berpendapat beda tentang pertanyaan ini. Mana yang price/performance-nya paling tinggi? Jawaban pertanyaan ini yang didambakan banyak orang. Pada dasarnya, kedua platform baru ini memiliki peningkatan kinerja yang cukup signifikan dibanding pendahulunya. Berikut akan saya bahas kedua platform ini berdasarkan harga, performa, upgradeabilty dan backward compatibility.
Pertama saya akan membahas yang tercepat dalam hal performa yaitu, Core i7. Core i7 merupakan prosesor terbaru intel dengan arsitektur yang sama sekali berbeda dengan pendahulunya, Core2duo/quad. Core i7 memiliki Intergrated Memory Controller (IMC) dengan dukungan triple-channel DDR3. Sistrm bus Intel FSB diganti dengan sistem interface yang jauh lebih cepat, yaitu Quick Path Interconnect (QPI) hingga 6,4 Gt/s bandingkan dengan FSB tertinggi intel, 1,6 Gt/s. Selain itu, Core i7 berdesain native quad-core, berbeda dengan core2 quad yang mnggabungkan 2 prosesor dualcore. Core i7 menggunakan soket LGA1366 dan baru satu pilihan chipset yang ada yaitu, Intel X58 yang memiliki dukungan CrossfireX dan SLI. Tak bisa dipungkiri bahwa kinerja Core i7 secara clock-to-clock mengungguli pendahulunya dan juga kompetitornya. Kinerjanya sangat tinggi, meski beberapa orang menilai performa yang kurang maksimal dalam gaming. Prosesor ini sudah dapat dijumpai di Indonesia, beberapa toko komputer telah menawarkan paket PC dengan prosesor Core i7.
Phenom II X4 adalah senjata AMD untuk tetap bersaing dengan Intel. Performanya meningkat signifikan dibanding Phenom sebelumnya. Prosesor ini menggunakan DDR2 untuk seri xx0 dan DDR3 untuk seri xx5, namun versi DDR3 masih belum jelas kapan diluncurkan. Menurut AMD, prosesor ini kompetibel dengan soket AM2 dan AM2+, dengan kata lain anda masih dapat mengunakan motherboard dan DDR2 lama anda. Phenom II X4 seri 9xx memiliki kapasitas L3 cache yang lebih besar, 6 mb. Perbedaan Phenom II dengan Phenom adalah proses fabrikasinya. Phenom II berbasiskan proses produksi 45nm dan Phenom 65nm. Selain itu, Phenom II memiliki potensi overclock yang cukup tinggi. Dari hasil review beberapa situs hardware, kinerja Phenom II ini masih kalah dengan Core i7 secara clock-to-clock, mungkin lebih tepat bersaing dengan Core 2 Quad 9xxx mengingat harga keseluruhan PC Phenom II lebih murah.
Rekomendasinya?
Bagi yang berencana upgrade dalam waktu dekat serta telah memiliki platform soket AM2+, saya menyarankan Phenom II, karena jika telah memiliki platform AM2+ hanya tinggal update BIOS dan membeli prosesornya saja. Alasanya? Phenom II diklaim AMD kompetibel dengan soket AM2 dan AM2+ bahkan prosesor soket AM3 masih kompetibel dengan pendahulunya sehingga hanya cukup membeli prosesornya. Bagi yang memiliki platform Intel LGA775 dengan prosesor core2 duo, saya lebih menyarankan untuk upgrade ke core2 quad q6xxx/q9xxx performanya masih sangat-sangat baik untuk aplikasi saat ini hingga beberapa tahun kedepan. Alasanya? Sama, yaitu lebih hemat, karena tidak harus malakukan total upgrade, cukup membeli prosesor dan update BIOS dengan catatan chipset yeng digunakan mendukung core2 quad. Bagi yang akan membangun PC baru, saya masih menyarankan Phenom II X4. Mengapa? Meski harga Phenom II tidak jauh beda dengan Core i7 920, namun peripheral pendukung (Motherboard,RAM) Phenom II X4 lebih murah, sehingga harga keseluruhan sistem jauh lebih murah dibanding Core i7 dengan performa bersaing. Harga motherboard AMD lebih murah dibanding Intel, dengan bujet 1 jutaan saja, anda dapat membawa pulang motherboard dengan chipset AMD terbaru, 790GX yang memiliki dukungan crossfireX. Bagi yang condong ke Intel, ada baiknya menunggu harga Core i7 dan DDR3 turun. Karena core i7 dan DDR3 merupakan teknologi baru, sehingga harganya masih mahal. Opsi lain adalah menunggu diluncurkanya versi murah nehalem yaitu Core i5 dengan soket LGA1156.
Kenapa Bukan Core i7?
Saya tidak merekomendasikan Core i7 karena harganya cukup mahal meski performanya terdepan. Core i7 terendah, seri 920 seharga 3 jutaan, harga motherboard X58 berkisar di angka 3 jutaan ditambah lagi 3 keping DDR3 untuk memaksimalkan triple-channelnya, VGA high end, total keseluruhan 1 PC tanpa monitor dapat mencapai 15 jutaan bahkan lebih. Ditambah lagi para pemilik core2 quad/duo tidak dapat lagi menggunakan motherboard dan ram DDR2 lamanya untuk Core i7. Berbeda dengan Phenom II X4 yang memiliki performa bersaing, harga prosesornya 3 jutaan, motherboard 790GX 1,5 jutaan, 2 keping DDR2 masing-masing 2GB, vga high end, total keseluruhan sistem tanpa monitor hanya mencapai setengah dari sistem Core i7 dengan performa yang cukup tinggi. Sampai saat ini, hanya 3 prosesor yang mendukung soket LGA 1366 prosesor lainya di kelas mainstream kemungkinan menggunakan soket 1156. Bagi yang memiliki bujet tak terbatas, dapat menjatuhkan pilihan ke Core i7. Kesimpulanya, menurut saya Core i7 masih terlalu mahal.

Categories
Hardware

Monitor LCD VS Monitor CRT

Saat ini populasi monitor LCD (Liquid Colour Display) semakin meningkat pesat. Selain harganya sudah lebih murah, monitor LCD terkenal lebih hemat listrik dibanding monitor CRT (Cathode Ray Tube). Meski begitu, populasi monitor CRT di indonesia masih lebih banyak ketimbang LCD, mengapa? Meski harganya sudah turun, harga monitor LCD masih belum terjangkau. Harga monitor LCD 17 inch dengan merk cukup terkenal saat ini berkisar 1,6-2 juta rupiah, bandingkan dengan monitor CRT 17 inch real flat dengan merk terkenal seharga 1 jutaan saja. Saya sendiri juga masih menggunakan CRT 15 inch. Apa sih kelebihan LCD daripada CRT? LCD dan CRT memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Berikut penjabaran kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kelebihan Monitor CRT
1. Warna lebih akurat dan tajam
Monitor CRT memiliki warna yang akurat atau hampir sama dengan aslinya. Karna alasan ini lah para desainer dan editor foto lebih suka menggunakan CRT dibanding LCD. Selain itu, gradasi warna pada monitor CRT masih lebih baik dibanding LCD. Kelebihan soal akurasi dan gradasi warna pada monitor CRT dapat terlihat jika digunakan untuk membuat disain yang kaya warna atau bermain game dengan resolusi tinggi.
2. Resolusi monitor fleksibel
Monitor CRT dapat menggunakan berbagai variasi resolusi tanpa mengalami penurunan kualitas gambar. Sehingga bagi para gamer pas-pasan lebih baik menggunakan CRT karena resolusi game dapat diturunkan tanpa mengorbankan kualitas tampilan.
3. Perawatan mudah, jika rusak dapat di servis
Perawatan monitor CRT masih lebih mudah dibanding LCD, LCD perawatanya harus ekstra hati-hati. Selain itu, jika monitor CRT rusak masih dapat diservis, sedangkan LCD rusak sudah pasti masuk sampah. Selain itu, monitor CRT lebih tahan jika terbentur atau tersentuh jari tangan pada displaynya.
4. Bebas dead pixel, ghosting dan viewing angle
Monitor CRT tidak terdiri dari pixel-pixel seperti LCD, sehingga jelas-jelas tidak akan mengalami dead pixel. Monitor CRT dapat dilahat dari berbagai sisi, tidak seperti LCD yang bergantung pada spesifikasi viewing angle. Monitor CRT tidak mengenal response time, sehingga relatif bebas efek ghosting.
5. Harga lebih murah
Kelebihan dari segi harga inilah yang membuat monitor CRT masih populer. Pada ukuran inch yang sama, dapat dipastikan harga CRT lebih murah dibanding LCD.
Kekurangan monitor CRT
1. Konsumsi listrik
Monitor CRT mengkonsumsi daya listrik 2x lipat dibanding LCD pada ukuran inch yang sama. Monitor CRT 15 inch mengkonsumsi daya antara 60-70 watt sedangkan LCD ukuran 15 inch hanya mengkonsumsi daya maksimal 35 watt. Semakin besar ukuan diagonak monitor, semakin besar pula konsumsi dayanya. Monitor CRT 17 inch real flat menkonsumsi daya hingga 100watt!
2. Bergantung pada refreshrate
Agar mata tidak lelah mengunakan monitor CRT, gunakan refreshrate diatas 70hz. Monitor saya sie mentok di 1024×768 @70hz, cukup membuat lelah mata jika didepan monitor lebih dari 4 jam. Monitor CRT high end mampu menawarkan refreshrate hingga 120hz bahkan lebih. Makin tinggi makin baik tentunya. Hal ini tidak berlaku bagi monitor LCD.
3. Radiasi lebih besar
Tidak dapat dipungkiri, monitor CRT memancarkan radiasi yang lebih besar dibanding monitor LCD. Radiasi ini memiliki dampak negatif bagi mata sehingga mata cepat lelah atau bahkan membuat kepala pusing bagi yang sensitif.
4. Rentan distorsi, glare dan flicker
Ini adalah masalah klasik bagi monitor CRT. Efek distorsi akan terlihat saat kita menggambar lingkaran dengan menggunakan coreldraw atau software lain. Juka refreshrate terlalu rendah, menyebabkan monitor menjadi berkedip-kedip (flicker) dan glare (over brightness).
5. Dimensi besar dan berat
Monitor CRT memiliki ukuran yang besar dan berat, sehingga tidak cocok untuk ruangan sempit, karena banyak makan tempat. Cukup melelahkn jika monitor sering dipindah-pindahkan karena cukup berat. Bayangin aja bawa monitor CRT 19 inch ke lantai 2 menggunakan tangga, cukup berat dan melelahkan bukan?

Udah tau kan kelebihan dan kekurangan monitor CRT? Saya pun sampai sekarang masih menggunakan monitor CRT, mungkin jika ada rejeki ganti ke LCD lah… hehehe.. kelebeihan dan kekurangan LCD? Berikut ulasannya….
Kelebihan monitor LCD
1. Karakter bright yang nyaman dimata serta bebas distorsi
Monitor LCD cenderung terang tapi nyaman dimata. Karakter LCD yang demikian, membuat mata tidak cepat lelah dan betah berjam-jam didepan monitor. Tidak seperti CRT yang kadang over bright. Monitor LCD relatif bebas distorsi dan flicker. Monitor LCD juga memiliki contrast yang cukup baik. Fokus gambar lebih baik dan bebas moire.
2. Tidak bergantung pada refreshrate
Tidak seperti CRT yang harus menggunakan refreshrate yang tinggi agar nyaman dimata, LCD tidak memerlukan refreshrate yang tingi untuk membuat mata nyaman. Memang jarang LCD yang menawarkan refreshrate yang setinggi CRT. Bahkan ada yang mengatakan refreshrate 60hz pada LCD kurang lebih sama 100hz pada CRT.
3. User frendly
Pada monitor CRT, kadang kita harus mengatur geometri, ukuran vertikal, horizontal dan lain sebagainya agar pas di lihat di display. Pada monitor LCD cukup set pada pilihan auto saja, pasti pas di layar.
4. Hemat listrik
Hemat listrik merupakan keunggulan monitor LCD. Pada ukuran diagonal yang sama, konsumsi monitor LCD hanya setengah dibanding konsumsi daya monitor CRT. Monitor LCD cocok dengan tren green computing untuk mengurangi penggunaan energi serta panas yang dilepaskan. Meski begitu, beberapa pengguna masih belum merasakan penghematan energi dari monitor LCD dibanding CRT, kecuali penggunaan dalam jumlah banyak.
5. Ukuran yang ringkas, ringan serta lebih keren
Tidak bisa dipungkiri bahwa ukuran monitor LCD jauh lebih ringkas dibanding CRT. Monitor LCD tidak memakan banyak tempat sehingga cocok ditempatkan di ruangan yang sempit. Monitor LCD juga lebih ringan dibanding CRT sehingga lebih mudah dipindah-pindahkan. Bentuk monitor LCD yang tipis menimbulkan kesan elegan dan techno sehingga terlihat lebih keren.
Kekurangan monitor LCD
1. Viewing angle terbatas, colour depth terbatas dan gradasi warna kurang
Tiap monitor LCD memiliki viewing angle atau sudut pandang yang berbeda-beda. Namun viewing angle-nya tidak se-fleksibel monitor CRT. Monitor CRT dapat dilihat dari berbagai sudut dan sisi, monitor LCD tidak. Colour depth monitor LCD juga terbatas, LCD hanya dapat menampilkan RGB 16,2 juta warna. Perbedaan kedalaman warna ini sangat terasa jika digunakan untuk bermain game atau menonton video beresolusi tinggi. Selain itu, gradasi warna pada monitor LCD kurang baik, meski dalam penggunaan sehari-hari tidak terasa tapi kurang cocok untuk desain grafis dan editing foto/video.
2. Tampilan gambar baik hanya di resolusi native-nya
Monitor LCD memiliki istilah native resolution atau resolusi bawaan untuk menampilkan gambar yang baik. Apabila resolusi diset diatas nativenya, gambar akan terlihat pecah. Jika diset dibawah resolusi nativenya, maka gambar yang dihasilkan cenderung blur dan tidak tajam. Hal ini tidak terjadi di monitor CRT.
3. Response time dan ghosting
Pada monitor LCD, terdapat istilah response time atau waktu respon monitor. Response time yang lambat menimbulkan efek ghosting yang dikarenakan monitor terlambat mersponse tampilan gambar, sehingga pada gambar bergerak terlihat ada bayang-bayangnya. Semakin kecil nilai response time, semakin baik dan cepat responsenya. Efek ghosting kadang masih terlihat di monitor LCD dengan response time 2 ms sekalipun. Ini terlihat saat digunakan untuk bermain game yang memiliki framrate yang tinggi.
4. Warna kurang akurat
desainer atau editor foto cenderung memilih monitor CRT dibanding LCD. Karena warna yang ditampilkan monitor LCD kadang berbeda dengan aslinya. Agar warnah lebih akurat, perlu dilakukan kalibrasi warna dengan perangkat semacam colorimeter yang harganya tidak murah. Namun, secara umum hal ini tidak terasa untuk penggunaan sehari-hari.
5. Harga lebih mahal, perlu perawatan ekstra hati-hati dan dead pixel
Sudah jelas, monitor LCD lebih mahal dibanding monitor CRT, meski sekarang harganya sudah lebih murah, namun masih belum terjangkau bagi banyak kalangan. Monitor LCD juga perlu perawatan ekstra hati-hati dalam membersihkanya, karena komponen LCD yang sensitif. Monitor LCD juga rawan juka terbentur, jadi hati-hati saat memindahkanya. Oiya ada satu lagi kekurangan LCD, awas dead pixel! Monitor LCD terdiri atas pixel-pixel nah dead pixel ini adalah pixel yang rusak atau salah menampilkan gambar, sehingga kehadiran dead pixel ini cukup mengganggu pandangan. Satu lagi, LCD mudah di maling, ckikikikiki….
Udah tau kan kelebihan dan kekurangan CRT dan LCD kan? Jadi jangan sampai salah pilih deh…