Data Hilang=Bencana!!!

Mungkin sebagian besar pembaca setuju dengan pernyataan diatas. Seperti yang saya alami baru-baru in…hikz… Bayangkan saja, data sebesar 50GB dalam 3 partisi hilang dalam 2 detik… hikz… T_T. Awalnya, saya bermaksud mengganti OS openSUSE 11 dengan kubuntu 8.04. Live cd kubuntu saya jalankan kemudian saya mencoba menginstallnya, awalnya lancar. Saat pemilihan lokasi instalasi, saya heran hardisk saya terdetect oleh kubuntu, tapi kenapa partisinya tidak?? Jadi kubuntu menganggap hardisk saya seperti hardisk baru yang belum terformat, padahal di hardisk tersebut sudah terdapat 3 OS beserta data-data saya. Pembaca ada yang tau sebabnya??? Karena saya tidak berani ambil resiko, saya urungkan niat saya untuk menginstall kubuntu. Kemudian saya masuk OS windows XP dan membuka disk management, saya mencoba hapus partisi yang digunakan opensuse, kali aja dengan begitu, kubuntu dapat mendeteksi dengan benar. Disini terdapat primary partition dan extended partition. Partisi opensuse dan swap masuk dalam extended partition. Sebenarnya saya kurang paham mengenai primary-extended partition, ada yang bisa jelasin??? Saya menghapus partisi opensuse dengan disk management windows, begitu saya tekan DELETE, lansung saja 3 partisi data ikut saya lenyap! Saat itu dunia terasa sempit dan gelap… hikz…. semangat hidup menurun drastis…. halah! Saya mencoba memastikan ‘kehilangan’ partisi ini di windows explorer, hilang! Saya pindah ke BlankOn, juga tidak nampak di mandriva 2008 juga tak terlihat…. Saya buka dengan diskdrake, terlihat partisi-partisi saya yang hilang dalam keadan ‘unpartitioned’. Saya merasa orang yang paling ceroboh saat itu…hikz… Praktis, komputer saya cuma tersisa operating sistem tanpa adanya data-data pemiliknya. Namun saya tidak putus asa, dulu saya pernah mengalami hal seperti ini dan dapat terselesaikan menggunakan easy recovery 6. Kembali ke windows dan menginstall aplikasi tersebut, hasilnya? Tidak berhasil didinstall, mungkin easy recovery tidak kompatibel dengan windows xp sp3?? adakah aplikasi di linux untuk urusan sepertin ini? Kasih tau saya ya kalo pembaca tau aplikasi recovery di linux.

Akhirnya saya menyerah… saya serahkan saja pada tukang servis…hehe… mau gimana lagi, udah mentok. 2 hari kemudian, tukang servis memberitahu saya, bahwa musik dan dokumen-dokumen berhasil ‘diamankan’. Sedikit lega… saya teringat bahwa salah satu partisi berisi video-video musik metal kesukaan saya…he… saya tanyakan pada tukang servis, katanya tidak ada 1 pun file video yang ditemukan, WADUH! Padahal itu video yang ngumpulin sejak SMA sampai sekarang… hikz… Dari 3 partisi tersebut, dua diantaranya (musik&dokumen) selamat 100%! Yang satu hilang sama sekali, yaitu video. Mengapa? Ternyata filesistem biang keladinya, dua partisi yang selamat menggunakan NTFS sedangkan partisi video FAT32. Mungkin tukang servis hardisk hanya menggunakan aplikasi yang mendukung NTFS saja. Terpaksa saya ikhlaskan kepergian koleksi video… hikz…. Sehari kemudian, tikang servisnya bilang gak bisa mindah data, karna hardisk saya tidak bisa diformat dengan aplikasi apapun di windows. WALAH! Jangan-jangan hardisk saya dah mo tewas?? Saya ambil hardisk tersebut dari tempat servis dan coba saya format sendiri dirumah, hasilnya? GAGAL! Saya gak kurang akal, saya jalankan live cd mandriva, masuk diskdrake partisi ulang dan format lagi, hasilnya?? BERHASIL!! Untung saja ada linux!! Kini hardisk telah kembali bekerja. Dan akhirnya saya harus menginstal ulang windows xp dan vista yang sebelumnya telah terinstall. Meski hardisk dalam masalah format sana-sini, satu OS yang tersisa di hardisk, BlankOn 3.0 tetap dapat digunakan, padahal OS lain sudah harus diinstall ulang. Okeh sampe disini dulu sharing saya, nanti saya sambung di journal berikutnya! Hehehe…..


Add Comment

*