Mitos (anggapan masyarakat) Tentang Komputer (Part II)

kompi2

Hoho.. ternyata banyak banget mitos yang beredar si kalangan pengguna komputer, bahkan tiap daerah memiliki tren mitos yang berbeda, wkwkwkwkw… Berikut lanjutan dari posting Mitos (angapan masyarakat) tentang komputer.

DualCore = Pentium D = Pentium DualCore = Duo Core = Core Duo?

Ini mitos yang bikin bingung seorang expert sekalipun, bahkan, penjual kompi/laptop juga masih salah dalam menyebutkan spesifikasi. Anggapan orang, DualCore adalah prosesor terbaru intel yang menggantikan pentium 4. Konyolnya lagi, ada yang bilang, dualcore adalah gabungan 2 prosesor pentium 4. Nah di pameran kemarin malah ada penjual menyebut prosesor Intel Pentium DualCore sebagai ‘Duo Core’ atau ‘Core Duo’, tuh kan malah makin membingungkan? Yang gimana nih?

FAKTANYA, DualCore bukanlah sebuah merk atau brand, melainkan teknologi. Dualcore adalah teknologi prosesor, dimana dalam sebuah chip prosesor terdapat dua (dual) inti (core). Jadi, semua prosesor yang memiliki 2 inti dalam satu chip prosesor, boleh disebut prosesor ‘DualCore’. Lalu, apa itu Pentium D, Pentium DualCore, Duo Core n Core Duo? Pentium D merupakan brand prosesor dari Intel untuk desktop sekaligus prosesor desktop dualcore pertama intel. Meski begitu, banyak yang tidak mengakui bahwa prosesor ini dualcore, karena design nya yang masih multi chip dalam 1 prosesor, malah ada yang menyebut dual prosesor. Pentium Dualcore adalah prosesor penerus pentium D, prosesor ini sudah benar-benar dualcore menggunakan arsitektur Core 2. Pentium Dualcore hadir di segmen desktop maupin mobile/notebook. Prosesor Pentium dualcore ditujukan untuk segmen low end. Sedangkan Core Duo adalah prosesor mobile intel yang berbasis core Yonah yang merupakan prosesor dualcore pertama di segmen mobile sekaligus menggantikan Pentium M dikelas high end notebook. Core Duo juga merupakan nenek moyang Core2 Duo yang menggunakan basis banias. Lalu Duo Core? Gak ada itu Duo Core! Nama kok di bolak-balik, wkwkwkwk.. Yang banyak menggunakan istilah Duo Core malah di kalangan penjual komputer/notebook :).

Semakin Tinggi Frekuensi Prosesor (Ghz), Makin Tinggi Pula Kinerjanya (Makin Cepat!)

Anggapan masyarakat mengenai semakin tinggi frekuensi prosesor, maka makin cepat juga kinerja. Mungkin ini adalah akibat ‘GHz Race’ antar intel vs AMD pas jaman pentium 3 dan pentium 4 versi awal melawan Athlon Thunderbird. Saat itu, Athlon Thunderbird merupakan prosesor pertama yang menembus batas magis 1 Ghz kemudian disusul intel dengan pentium 3 dan pentium 4 dengan clock 1Ghz keatas.

FAKTANYA, semakin tinggi frekuensi prosesor, maka akan semakin cepat kinerjanya adalah benar, jika yang dibandingkan adalah prosesor yang memiliki arsitektur sama dan jumlah core sama, misal Pentium 4 641 3,2 Ghz lebih cepat dibanding Pentium 4 631 3 Ghz. Namun, saat ini terdapat berbagai arsitektur prosesor yang masih beredar, lihat saja Netburst (P4 dkk), Core2, Nehalem, Sandy Bridge, K8, K10 dll. Saat ini cukup sulit membandingkan kinerja prosesor dari clock speed atau frekuensi kerjanya. Saat ini kinerja prosesor tidak cukup hanya dilihat dari frekuensi nya, namun juga arsitektur dan fitur2 yang dibawa oleh prosesor. Misal Pentium 965XE memiliki clockspeed 3,73 Ghz, dibandingkan dengan Core2 Duo E6600 2,4 Ghz, Siapa yang menang? Tentu Core2 Duo E6600, karena menggunakan arsitektur Core2 yang memiliki IPC (Instruction Per Clock) lebih tinggi, transistor lebih banyak, proses manufaktur lebih kecil dan fitur2 yang tidak terdapat di Pentium 965XE yang ber arsitektur lawas.

Semakin Besar VRAM (Memory) VGA, semakin tinggi kinerjanya

Ini adalah mitos yang masih cukup populer hingga sekarang, bahkan penganut aliran sesat ini masih banyak. Mereka beranggapan bahwa VGA yang memiliki kapasitas VRAM yang tinggi, maka kinerjanya juga makin mantab! Hal ini juga dimanfaatkan penjual komputer nakal yang jualan VGA hanya mencantumkan MERK dan kapasitas VRAM. Apa benar VGA dengan VRAM 1GB lebih cepat dari VGA dengan VRAM 512 MB? Belum tentu….

FAKTANYA, Yang mempengaruhi kinerja VGA adalah chipset yang digunakan, VRAM juga berpengaruh, jika VGA digunakan untuk memainkan game dengan resolusi tinggi atau texture tinggi. Jadi, untuk memilih VGA, perhatikan spesifikasi n chipset/seri yang digunakan. Misal, VGA Radeon HD4650 1 GB VS VGA Radeon HD 4850 512MB, siapa yang menang? Tentu saja HD4850, karena HD4850 memiliki spesifikasi 800 Stream prosesor, 40 TMU, 16 ROPs dan 512MB memorinya pasti menggunakan jenis GDDR3. Sedangkan HD4650 hanya 320 stream prosesor, 16 TMU, 8 ROPs dan 1GB memorinya menggunakan jenis DDR2 yang lebih lambat dari GDDR3. Kesimpulanya, kinerja VGA tidak dapat dinilai hanya dari kapasitas VRAM nya, namun juga spesifikasi lain seperti jenis VRAM yang digunakan, lebar pita bandwith (128bit,256bit dll), jumlah stream prosesor dan lain-lain.

Memory interface lebar (bit) = Kinerja VGA lebih tinggi

Hoho… mitos ini hanya sedikit pengikutnya, tapi cukup perlu dibahas disini. Seorang teman saya pernah bilang, “Beli VGA buat gaming mending langsung yang 256bit! mantap! jangan yang 128bit”. Memang VGA card kelas atas kebanyakan dibekali memori interface yang lebar, 256bit atau 512bit. Tapi apakah cukup melihat performa VGA hanya dari lebar memory interface? TIDAK!

FAKTANYA, seperti yang telah dijelaskan, melihat performa sebuah VGA tidak hanya dari 1 sisi saja, tapi lihatlah spesifikasi keseluruhan. Lihat saja Ati Radeon HD5770, VGA ini hanya dilengkapi memory interface 128bit, namun dapat membantai VGA yang memiliki memori interface yang lebih lebar seperti Radeon HD2900XT (512bit), GeForce 9600GT (256bit) atau GeForce 8800GT/9800GT (256bit) mengapa? karena spesifikasi HD5770 sebenarnya lebih unggul dari VGA yang saya sebutkan tadi. HD5770 dilengkapi memori GDDR5, 800SP meski memori interfacenya 128 bit. So, yang mau beli VGA, lihatlah spesifikasi keseluruhan atau kunjungi web hardware review untuk melihat performa berbagai nmacam VGA, biar pas beli nanti tidak kecewa.

Komputer (PC) BRANDED lebih bagus dari komputer RAKITAN

“Komputer saya merknya Compaq, bagus banget… ,Oh ya jangan beli komputer rakitan, egak awet!”, itulah kata orang penganut aliran sesat ini. Anggapan penganut mitos ini adalah menganggap PC bermerk (branded) lebih bagus kualitasnya dibanding PC rakitan. Mereka menganggap PC branded sebagai ‘Motor Jepang’ dan PC rakitan sebagai ‘Motor China’, parah…..! Benarkah mitos ini?

FAKTANYA,  Mitos ini tidak sepenuhnya salah. masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Masalah kualitas, PC Branded memang memiliki standard yang ditetapkan produsen, so pasti terjamin. PC Rakitan? Asal yang milih komponen bagus dan berkualitas, PC rakitan gak akan kalah kualitasnya! Penjelasan lebih lanjut mengenai mitos ini akan saya jelaskan di artikel berikutnya, karena cukup menarik untuk di bahas dan tentu nya bakal panjang lebar, hehehehehehe…

Artikel ini bersambung ke part berikutnya….


2 Comments

  1. tuxlin October 11, 2010
  2. alkaaf October 25, 2010

Add Comment

*