Mitos (anggapan masyarakat) Tentang Komputer

kompi

Halo pembaca! wah bulan ini saya mengurusi berbagai keperluan hingga blog ini terlantar :(. Berikut saya paparkan beberapa mitos (anggapan masyarakat) mengenai komputer yang saat ini masih dianut oleh pengikutnya, hehehehehe… Mitos-mitos ini saya dengar dari orang-orang disekitar saya yang mayoritas masih awam. Banyak dari mitos-mitos tersebut yang masih salah kaprah atau malah udah gak berlaku lagi :), maka dari itu semoga artikel ini akan bermanfaat bagi pembaca yang awam tentang komputer :).

Buat apa komputer mahal-mahal kalo prosesornya bukan pentium 4?

Dari judul diatas terlihat seolah-olah prosesor yang terbaik dan tercepat adalah Intel Pentium 4. Masih banyak orang yang awam tentang komputer yang mendewakan prosesor buatan intel ini, bahkan pamornya mengalahkan generasi terbaru intel seperti Core i7, i5 dll :D. Menurut saya, mitos ini tidak salah jika sekarang masih tahun 2000-2002 :mrgreen:. Hal ini sering dimanfaatkan oleh toko komputer ‘nakal’ untuk menipu konsumen dan ini sering terjadi disekitar tempat tinggal saya. Bagaimana fakta mengenai mitos ini?

FAKTANYA, Intel pentium 4 sudah sejak tahun 2006 telah didiskontinyu oleh intel, generasi penggantinya adalah generasi Core (Core2 Duo, Quad) dan kini diteruskan oleh generasi nehalem, westmere (Core i7, i5, i3) dan yang akan muncul adalah generasi Sandy Bridge. Bicara mengenai performa, Pentium 4 memang prosesor tercepat di tahun 2002-2003, setelah tahun tersebut, pentium 4 jadi bulan-bulanan prosesor AMD K8 (Athlon64) yang saat itu performanya lebih superior. Tahun 2006, diluncurkan prosesor intel generasi Core (Core2 Duo, Core2 Quad) yang performanya jauh meninggalkan pentium 4 dan pesaingnya. Lalu prosesor apa yang tercepat saat ini? Prosesor tercepat saat artikel ini ditulis, adalah intel 6-core (Gulftown) Core i7 980X. Bagaimana performa Pentium 4 sekarang? Itu sih setara intel atom, hehehehehe :mrgreen:

Prosesor AMD gampang panas!

Panas! itulah image prosesor AMD dimata sebagian besar orang yang awam tentang prosesor AMD. Bagaimana sejarah nya? Menurut Wikipedia, anggapan ini berawal ketika AMD meluncurkan generasi prosesor K6-III sebagai generasi penerus K6-II untuk bersaing dengan Intel Pentium II. Performa prosesor ini memang lebih baik dibanding rivalnya, namun panas yang dihasilkan sangat tinggi, sehingga banya terjadi kasus overheat yang menyebabkan kurang suksesnya K6-III. Sejarah berlanjut ketika AMD meluncurkan generasi K7 (Athlon, Athlon XP, Duron). Meski tidak separah generasi K6-III, namun harus diakui bahwa suhu kerja prosesor AMD generasi K7 memang lebih tinggi dibanding pesaingnya dari intel (Pentium III, Pentium 4). Saya sendiri dulu menggunakan AMD Duron (Spitfire) suhu kerja mencapai 54-60C. Bagaimana faktanya mengenai mitos satu ini?

FAKTANYA, AMD telah berhasil mengatasi masalah panas ini sejak tahun 2003 dengan diluncurkan generasi K8 (Athlon 64). Bahkan, suhu kerja AMD lebih rendah ketimbang intel pentium 4, malah gantian intel yang mengalami masalah panas berlebihan di pentium 4 generasi Prescott dan pentium D generasi smithfield. Saat ini sudah TIDAK ADA LAGI MASALAH PANAS baik intel maupun AMD, KECUALI salah pemasangan pendingin prosesor :p. Produsen yang baik akan selalu berusaha mengatasi segala kekurangan produknya agar tetap laku :D. Saat ini teknologi telah berkembang cepat, fitur CnQ di AMD, C1E di intel, fabrikasi yang semakin kecil (45nm,32nm) hingga teknologi seperti SOI (Silicon on Insulator) telah membuat prosesor semakin baik performanya dan semakin dingin suhunya :). Prosesor Intel saat ini (Core i7, i5, i3) dan AMD (Phenom II, Athlon II, Sempron) memiliki suhu kerja normal antara 28C-42C saja, so jangan percaya mitos ini yah :mrgreen:.

Prosesor AMD bagus untuk Game

Masih banyak orang baik awam maupun yang sudah expert menganggap prosesor AMD baik untuk game dan grafis, bahkan, menurut mereka, Intel kalah performa gaming dan grafis dibanding AMD. Bagaimana sejarahnya? Mitos ini muncul sejak AMD menyuntikan instruksi 3DNow! diprosesornya. Hal ini semakin dibuktikan dengan performa generasi K8 (Athlon 64, Athlon 64 X2, Athlon FX) yang berjaya mengalahkan performa prosesor intel ditahun 2003-2006. Saat itu performa gamingnya memang lebih superior dibanding pesaingnya. Selain itu, platform AMD memang memiliki grafis onboard yang lebih bertenaga (GeForce, Radeon) dibanding intel yang mayoritas menggunakan GMA, bagi orang awam, hal ini dianggap prosesornya yang berperan :D. Bagaimana fakta mengenai mitos ini?

FAKTANYA, dalam dunia gaming, keseimbangan Graphic card/VGA dan prosesor adalah penentu performa. Jika dilihat dari sudut pandang dunia prosesor, performa gaming saat ini dipegang oleh Intel. Sejak intel meluncurkan generasi Core2 Duo dan Core2 Quad, performanya berhasil mengalahkan AMD diberbagai aplikasi, termasuk game. Saat ini pun, intel dengan generasi Core i7, i5, i3 masih lebih superior dibanding AMD Phenom II, Athlon II, Sempron. Lha terus AMD K.O dong? enggak juga, AMD menang di price/performance dibanding intel di kelas low-end dan mainstream. 🙂

Prosesor paling menentukan soal kecepatan komputer

Banyak orang awam yang beranggapan bahwa prosesor adalah ujung tombak kinerja sebuah komputer. Bahkan, orang rela mengurangi budget untuk periferal lain seperti memori dan VGA demi mendapatkan prosesor yang lebih cepat dengan harga yang lebih mahal. Tapi apakah memang lebih cepat? Belum tentu…

FAKTANYA, Komputer merupakan sebuah sistem yang di dalamnya terdapat komponen-komponen yang memiliki fungsi spesifik dan saling berkaitan sehingga dapat menghasilkan kinerja komputasi. Prosesor berperan sebagai tukang ngitung komponen pemroses kalkulasi. Memang benar, prosesor yang lebih cepat, performa juga lebih cepat. Namun apalah arti prosesor cepat jika komponen lainya payah? Misalnya, Komputer 1 menggunakan prosesor 6 core Intel Core i7 980X, 512Mb, VGA Radeon HD4350 dan komputer 2 menggunakan Core2 Duo E8600, memori 4GB, VGA Radeon HD5850, keduanya menggunakan OS Windows 7, tentu komputer 2 lebih smooth dan bertenaga dibanding komputer 1. Namun jika Komputer 1 dilengkapi memori dan vga yang sama dengan komputer 2, maka kedudukan menjadi terbalik, komputer 1 lebih dahsyat performanya. Menurut saya, keseimbangan antar komponen penyusun komputer lebih penting untuk menghasilkan performa komputer yang solid. 😀

Tekan Tombol CTRL/SHIFT saat scan antivirus

Mitos satu ini memang tidak sepopuler mitos-mitos lain yang disebut diatas. Saya tau mengenai mitos ini dari teman saya. Saat itu teman saya meminta tolong saya untuk membersihkan virus di hardisknya dan saat proses scanning, dia bilang,“Jangan lupa pencet tombol CTRL/SHIFT agar virus yang terdeteksi tidak melarikan diri :mrgreen:. Menggelikan, hahahahaha..

FAKTANYA, motos ini sangat-sangat menyesatkan dan berakibat jari capek karena mencet tombol atau keyboard aus gara-gara terlalu sering di pencet-tahan, hahahahahahahaha :mrgreen:. Setau saya tidak ada antivirus yang mengharuskan penggunanya memencet tombol tertentu saat scanning. Virus kabur? virus kabur alias tidak dibersihkan tuntas oleh antivirus lebih disebabkan oleh kemampuan dan versi database anti virus tersebut, bukan karena gak mencet tombol CTRL/SHIFT :mrgreen:.

Bersambung…


20 Comments

  1. ageng October 5, 2010
  2. Asop October 5, 2010
    • tuxlin October 7, 2010
  3. alamendah October 5, 2010
    • tuxlin October 7, 2010
  4. Hanson7586 October 5, 2010
    • tuxlin October 7, 2010
  5. gadgetboi October 6, 2010
    • tuxlin October 7, 2010
  6. alkaaf October 6, 2010
  7. wahyu nurudin October 7, 2010
    • tuxlin October 7, 2010
  8. Tri Setyo Wijanarko October 7, 2010
    • tuxlin October 7, 2010
    • tuxlin October 7, 2010
  9. alkaaf October 9, 2010
    • tuxlin October 11, 2010
  10. iman October 12, 2010
  11. M.Fadh October 13, 2010
  12. radt October 17, 2010

Add Comment

*