Chameleon Kepanasan!

21

Halo pembaca! Sebagai seorang mahasiswa tukang servis, tentu pernah menangani berbagai macam masalah dari aneka macam komputer dan laptop yang pernah diperbaikinya. Pada posting kali ini saya akan men-share sedikit kasus yang saya alami. Meski bukan suatu kasus yang rumit/berat namun mengasyikan bila dibahas. Pada kasus kali ini, seorang cewek datang ke Tuxlin Lab membawa netbooknya yang OS nya ‘berperilaku aneh’ dan mengalami penurunan kinerja atau dalam bahasa latin disebut LELET.

Sang pemilik pun bilang kalo netbooknya tidak dapat masuk windows dan memunculkan layar berwarna biru (BsoD?). Saya pun menghidupkan netbook tersebut untuk melihat secara langsung perilaku windows-nya. Setelah saya inspeksi, ternyata benar, terdapat gejala aneh. Gejala aneh tersebut antara lain brightness tidak dapat diatur, kinerja sangat LELET dan BSOD diwaktu-waktu tertentu, terutama saat booting awal.

Netbook yang datang kali ini berasal dari brand lokal BYON dengan tipe Chameleon N610GA. Netbook ini memiliki spesifikasi Intel Atom N270, i945GSE, 1GB DDR2, GMA950, 160GB HDD, Wifi dan card reader dengan layar 10,1”-Merupakan spesifikasi netbook pada umumnya. Design nya cukup cantik dengan motif garis di bagian depan, hanya saja body nya agak tebal.

Kedatangan netbook ini bertepatan dengan tewasnya flashdisk kingston DT-G2 yang selama ini membantu saya menangani berbagai masalah. Sialnya, tanpa flashdisk tersebut, saya cukup kerepotan jika melakukan ritual instal ulang di netbook, karena saya tidak memiliki drive optik eksternal. Beruntung jangka waktu pengambilan netbook chameleon tersebut masih cukup lama.

Saya memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mengunjungi APKOM 2010 jogja untuk membeli flashdisk sekaligus survei harga periferal komputer dan cuci mata tentunya :mrgreen:. Sepulangnya dari APKOM 2010, segera saja saya membuat installer windows 7 Ultimate bajakan ke flashdisk baru sebagai media instalasi netbook chameleon tadi. Instalasi selesai dan hampir semua driver telah terdeteksi dengan baik.

Langsung saja, Antivirus andalan saya, NOD32+Smadav segera melakukan pembersihan netbook chameleon dari segala macam unsur virus, worm, trojan dan malware. Setelah proses pembersihan selesai, munculah biang kerok yang menyebabkan netbook ini LELET, yaitu Sality dan W32/Viruut. Kedua jenis virus ini memang menyebalkan dan merepotkan, karena menginjeksi file-file exe tertentu. Setelah semuanya clear, segera saja saya install software-software standar yang dibutuhkan dan selesailah tugas saya.

Netbook chameleon telah beres dan saya hubungi pemiliknya, ternyata si pemilik berniat mengambil netbooknya seminggu lagi! Wah ternyata masih sangat lama. Ada hal yang menurut saya lucu dari netbook ini. Apaan? Aksesoris yang digunakan untuk keyboardnya, berikut gambarnya…

kibor

Hahahahahaha… namanya juga cewek, suka yang pink n lucu,hehehehe… Dibalik tampilanya yang menarik aksesoris seperti ini malah merepotkan bagi saya, betapa tidak, aksesoris ini membuat tuts keyboard bertambah sempit dan licin.

Selain itu, icon shortcut khas netbook/notebook (Fn+xx) jadi tertutupi oleh aksesoris tersebut, hal ini cukup menyulitkan jika ingin mengatur brightness, volume atau menghidupkan modul wifi yang iconnya di keyboard tertutupi oleh aksesoris ini. Parahnya lagi, perekat-nya tidak lagi kuat, sehingga jika mengetik dengan cepat,aksesoris tersebut lepas dan merepotkan.

lepas

Ada baiknya kita menggunakan aksesoris sesuai dengan perangkat yang kita gunakan. Berikut adalah contoh salah dalam penggunaan aksesoris…

DSC00020

Gak hanya itu, tombol shift, enter dan tab juga terlihat ‘dipaksakan’ sehingga terlihat kepanjangan. Ada efek negatifnya? Tentu, contohnya jika kita tekan tombol spasi, maka tombop alt akan ikut terpencet, begitu juga dengan tombol tab. Memang sih dari jauh terlihat cantik, tapi akan ‘mengerikan’ jika dilihat dari sisi usability aka penggunaan.

chameleon Suhu Tinggi, cukup untuk merebus telur…

Melihat dari sisi performa, rencananya, saya akaan membuat artikel head-to-head 3 prosesor atom dan netbook chameleon ini akan mewakili Atom N270. Langsung saja saya jalan kan everest untuk menjalankan benchmark. Benchmark memang berjalan lancar, tapi skor yang dihasilkan cukup jauh dibawah N280, kok bisa? Padahal seharusnya skornya masih mirip-mirip. Setelah saya cari-cari, saya menemukan biang kerok nya, yaitu saat benchmark di everest, clockspeed yang tertera dibawah hasil benchmark adalah 1066Mhz padahal clock asli dari Atom N270 adalah 1600Mhz alias 1,6Ghz dengan FSB 533 Mhz.

Awalnya saya pikir ada yang salah dengan setting di BIOS. Langsung saja saya restart, terdapat beberapa parameter yang jarang ada di netbook/notebook yaitu CPU spread spectrum, PCI spread spectrum dan beberapa lainya. Aneh di netbook kok ada parameter ginian ya? Langsung saja saya disable opsi tersebut, save dan masuk windows, hasilnya? Tetep 1066Mhz! Saya mencoba menggunakan opsi ‘reset to default setting’ di BIOS, dan ternyata setting default untuk parameter spread spectrum tersebut adalah enable!

Akhirnya saya biarkan saja setting default tersebut. Setau saya, prosesor modern akan melakukan penurunan kecepatan jika suhu panas atau tidak dibebani tugas yang berat. Kalo urusan benchmark, jelas panas kendalanya! Padahal kan bench pake everest, gak berat gitu. Oke, langsung saja netbook saya matikan dan menunggu semua bagian benar-benar dingin.Setelah semuanya dingin, saya hidupkan netbook tersebut dan saya jalan kan CPU-Z dan CPU-Z pun memperlihatkan clockspeed yang seharusnya, 1,6Ghz.

Berarti N270 nya normal, hehehe… segera saya jalankan benchmark everest, dan hasilnya? Tetep run di 1066Mhz! Payah nih. Kesimpulanya, pendinginan chameleon ini kurang mumpuni, suhunya saya lihat di everest mencapai 89C! Nyaris membuat air mendidih. Kalo kenyataanya seperti itu, ya saya pasrah,hehehe.. ogah bongkar-bongkar sih.Sampai disini dulu posting kali ini, See U next Time!

21 COMMENTS

  1. mas tuxlin, ogud khan dapet DVD Mandriva 2010.0 free edition dari infolinux. tapi lagi bingung nich gimana cara konek ke internet? … 🙁 mana enggak ada extra wvdial lagi … kppp juga enggak bisa dipake (mungkinkah pengaruh ketiadaan wvdial? … adakah cara mengkoneksi ke internet? pake network connection enggak bisa tuh, walau sudah kedetek hape saya tapi kok minta pin 4 digit .. saya biarin enggak bisa, saya kasih 1234 malah error … ada solusikah? …

    • @gadgetboi
      bro bukanya di DVD nya ada wv dial? tinggal ketik aja mantranya #urpmi install wvdial slese?? coba dulu bro… tar ta cari info linux dulu biar gantiin opensuse 11.2 yang ada di my kompi,hehehehe

    • @gadgetboi
      kita beda aliran bro, kpp bekerja dengan baik konek pake smart, gak download apa2, cuma baca tutorialnya supranos, ente dah mampir situ kan???

  2. waduw,, kok bisa mpe kepanasan yaw padahal kan harsna udah dirancang dalam segala medan heheh

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    makasih
    😀

  3. thank infonya
    gue pake nih netbook persis..syukur belum pernah troble padahal hampir tak pake 24 jam saben hari..
    apa karena yang tak beli netbook sample ya jadi awet?

  4. Wahh ini se netbook nya sama dg punya gwa wakakakaka…..

    emang bener tu kl di pake lama panas bngt isa bwt ngerebus telur 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here