Pengalaman Belanja Online… (I)

DSC_0314

Halo Pembaca!! Pada kesempatan kali ini saya akan sharing mengenai pengalaman membeli barang secara online atau istilah kerennya online shopping. Awalnya saya termasuk golongan orang yang tidak yakin untuk belanja secara online karena sebagian besar toko online mensyaratkan untuk transfer uang terlebih dahulu sebelum barang yang dibeli dikirim ke alamat. Pertanyaan yang muncul di benak saya adalah, bagaimana kalo setelah transfer barang tidak dikirim? Confused smile Oleh sebab itulah saya memutuskan untuk tidak pernah melakukan transaksi online. Namun, hal ini berubah ketika saya meyusun tugas akhir untuk menyelesaikan kuliah D3 di mana saya mengambil tema tentang penjulan online dan pada proyek tersebut saya merancang dan mengembangkan sebuah website toko online pada tahun 2009 lalu. Saat ujian pendadaran, ada percakapan yang membuat saya tertarik untuk mencoba transaksi secara online.

Dosen : Oke, websitenya sudah lumayan bagus. Anda mengambil tema tentang transaksi online ya…

Saya : Iya pak, terima kasih…

Dosen : Anda sendiri sudah berapa kali melakukan transaksi online?

Saya : (Waduh matihh… Disappointed smile!) Belum pernah pak..

Dosen : Lho Anda harusnya mencoba untuk transaksi online biar nanti bisa tahu bagaimana mekanisme pembayaran, konfirmasi, dan sebagainya. Kali ini saya luluskan, tapi setelah ini Anda harus mencoba transaksi online ya…

Saya : Iya pak, terima kasih… setelah ini saya akan mencoba membeli barang lewat toko online sesuai saran bapak… (Padahal gak bakal saya laksanakan :mrgreen: )

Dosen : Nah… begitu dong. Saya tunggu kabarnya ya.

Saya akhirnya lulus tapi saya nggak praktek transaksi online atau belanja online seperti yang diperintahkan pak dosen, hahahaha… :mrgreen:. Pertengahan tahun 2011, saya baru mencoba melakukan transaksi online atau belanja online ini.

Roxyhp

Transaksi online pertama saya di toko online Roxyhp pada pertengahan tahun 2011. Di toko Roxyhp ini lah saya membeli ponsel Samsung GT-C3322 Lakota Duos yang juga pernah dibahas di blog ini. Saya sebenarnya terpakan membeli ponsel secara onine karena ponsel Samsung Lakota yang saya inginkan belum hadir di wilayah Solo dan sekitarnya Smile with tongue out. Setelah melakukan pemesanan di situs Roxyhp, saya pun melakukan transfer ke rekening yang ditentukan sejumlah harga ponsel plus ongkos kirim. Awalnya saya deg-degan juga, hahahaha… katrok sekali ternyata diriku ini :mrgreen:. 2 Hari setelah melakukan transfer, Samsung Lakota Duos pun sampai ke rumah! Hohohoho… ternyata memang benar-benar dikirim barangnya, hehehehehe… ya iyalah… Rolling on the floor laughing.

Pelayanan yang diberikan oleh toko Roxyhp ini lumayan oke, cuma yang customer service-nya yang lelet kalo balesin chat di YM, harus di-buzz beberapa kali baru dibales chatnya Devil. Ponsel Samsung Lakota Duos yang saya beli sama sekali tidak mengalami masalah. Sejak itu saya tak ragu lagi untuk berbelanja online, terutama untuk membeli barang yang susah di dapat Smile.

Grandcellular

DSC_0315

Pengalaman kedua belanja online adalah di toko online Grandcellular pada pertengahan tahun 2012. Awalnya saya iseng nyari toko online yang jual ponsel lokal dengan harga miring, akhirnya ketemu situs Grandcellular. Toko online yang berbasis di Jember, Jawa Timur ini memiliki desain website yang lebih oke ketimbang toko online sebelumnya. Di toko Grandcellular ini saya membeli ponsel lokal Cross G900T* yang juga pernah saya ulas di blog ini. Berbeda dengan pengalaman sebelumnya yang selalu deg-degan ketika mau transfer uang, kali ini leebih tenang dan percaya diri Hot smile. Dua hari setelah saya melakukan transfer, ponsel yang saya pesan tiba dengan selamat. Salah satu kelebihan toko online Grandcellular ini CS-nya di Yahoo! Messenger cukup responsif dalam membalas chattingan saya.

Saya juga pernah pengalaman yang sedikit mengesalkan dengan situs Grandcellular pada awal 2013 lalu, yakni saat saya memesan ponsel Samsung E1205T aka Samsung Keystone 2 yang juga penah diulas di blog ini. Hal yang mengesalkan itu ketika saya memesan Samsung Keystone 2 dan dibagian note pemesanan, saya mengatakan bahwa saya menginginkan varian warna putih. Namun, setelah saya melakukan transfer, saya konfirmasi di melalui YM, CS nya bilang, “wah maaf, saya gak baca note-nya. Ini barangnya warna hitam sudah siap kirim, bagaimana pak?”. Jiah pake nanya pula itu CS nya Angry smile, akhirnya saya pasrah saja pilih yang warna hitam. Beberapa bulan kemudian saya lembali memesan ponsel Samsung Keystone 2 titipan Om saya di Grandcellular. Sama seperti pemesanan sebelumnya, saya menambahkan note pemesanan untuk memilih varian warna putih. Hasilnya? Barang yang dikirim bener, varian warna putih, sukurlah akhirnya mau memperbaiki layanan :mrgreen:.

Outro…

DSC_0960

Biasanya, barang yang dibeli melalui toko online dipacking dengan bungkus kardus+lakban. Tapi pengalaman terakhir ketika saya pesen ponsel Samsung C3520 aka Samsung Citrus di toko Grandcellular, ternyata tidak dipacking atau dibungkus dengan kombinasi kardus+lakban, melainkan peti mati kayu seperti pada foto di atas Sick smile. Memang sih packing dengan kayu lebih kuat dan aman dari benturan, tekanan, dan goncangan saat pengeiriman dibandingkan dengan packing kardus+lakban. Tapi kalo bentuknya kayak di atas itu sama sekali tidak keren menurut saya :mrgreen:. Selain itu, bongkarnya juga susah, gak bisa pake tangan kosong, hahahahahah…. Sampai di sini dulu posting kali ini, tar masih ada lanjutan kisahnya Smile with tongue out. Semoga bermanfaat.


4 Comments

  1. duniaely October 8, 2013
    • tuxlin October 13, 2013
  2. duniaely October 14, 2013
    • tuxlin October 14, 2013

Add Comment

*