Phenom II & Dragon Platform, Jawaban AMD!

dragon_intro

Setelah spider platform kini muncul penerusnya, dragon platform. Bisa dibilang spider platform kurang populer karena performanya kurang memuaskan dibanding kompetitor. Prosesor phenom yang merupakan otak dari spider platform memang memiliki performa yang kurang memuaskan. Phenom 9850BE dan 9950BE merupakan top model yang memiliki performa baik dan merupakan angin segar bagi para penggemar AMD. Prosesor phenom terdahulu menggunakan pross produksi 65 nm dengan besar cache 4x512kb L2 cache serta tambahan 2mb L3 cache. Sedangkan platform dragon terdiri dari phenom II, graphic card radeon 4800-series dan chipset 790 series.

Prosesor phenom II yang memiliki kode sandi ‘Deneb’ yang berbasis proses produksi 45 nm yang diperkirakan diluncurkan pada akhir tahun ini atau awal tahun 2009. Kompetitornya, Intel, telah lama meluncurkan prosesor 45 nm-nya. Menurut review beberapa situs hardware luar negeri, phenom II ini memiliki performa yang lebih baik dibanding pendahulunya bahkan mampu mengalahkan prosesor tebaru intel, Core i7 untuk urusan gaming. Phenom II memiliki L3 cache yang lebih besar, yaitu 6mb. Selain peningkatan performa dan spesifikasi cache, phenom II ini juga memiliki potensi overclock yang cukup tinggi. Phenom terdahulu hanya mampu mencapai kisaran 3-3,4Ghz menggunakan chipset terbaru, AMD 790GX+SB750. Phenom II memiliki potensi hingga 4Ghz bahkan 6Ghz menggunakan liquid nitrogen (LN2). Kini overclocker dapat memilih platfor AMD untuk ‘bereksperimen’ setelah sekian lama intel merajai dunia overclock. Prosesor ini akan menggunakan soket AM2/AM2+ untuk seri-seri awal dan soket AM3 yang (mungkin) mendukung penggunaan memori DDR3 untuk seri berikutnya. Diperkirakan prosesor phenom II ini memiliki harga yang lebih murah dibanding kompetitornya, core i7.


Radeon 4800-series murupakan graphic card yang cukup fenomenal tahun ini, betapa tidak, seri 4800 ini cukup membuat pesaingnya kalang kabut dan melakukan price cut besar-besaran. 4800-series ini menggunakan chip RV770 dan memiliki 800 stream prosesor dengan performa komputasi hingga 1 teraflops. Diawal kehadiran seri 4800, cukup membuat kompetitornya kalang kabut, seri HD4850 dengan harga $200-an secara performa mampu bersaing dengan 9800GTX yang saat itu masih $340 dan HD4870 seharga $300-an yang memiliki performa bersaing dengan geforce GTX260 yang saat itu seharga $400-an. Nvidia pun melakukan price cut besar-besaran untuk jajaran geforce-nya. Seri 4800 ini berbasis proses produksi 55 nm TSMC, sehingga menghasilkan chip yang berukuran relatif kecil. Salah satu keunggulan seri 4800 yang tidak dimiliki kompetitornya, yaitu dukungan terhadap DirectX 10.1. Kehadiran seri 4800 ini juga meningkatkan market share dicrete graphic ATI/AMD dari 30% menjadi 40% lebih. Seri top model HD4870 X2 dengan solusi multi chip graphics juga telah diluncurkan dan turut meramaikan pasar high end.

Dragon platform juga didukung chipset AMD 790 series. Chipset seri 790 memiliki 3 varian, yaitu 790X, 790FX dan 790GX. Ketiganya memiliki dukungan terhadap teknologi multi GPU crossfire. Yang terbaru, 790GX memiliki onboard graphic radeon HD3300 serta dukungan teknologi hybrid crossfire dan crossfire karena memiliki 2 slot PCIe 16x. 790GX dipasangkan dengan southbridge terbaru AMD, SB750 yang memiliki kemampuan untuk mengoverclock phenom hingga 3Ghz tanpa mengubah voltase. Top model 790FX pada motherboard terbaru juga dipasangkan dengan SB750. 790FX memiliki dukungan teknologi crossfireX yang memungkinkan pemasangan 3-4 GPU dalam sebuah sistem.

Menurut beberapa situs review, performa dragon platform secara keseluruhan yang lebih baik dibanding pendahulunya, spider platform. Peningkatan yang sangat signifikan untuk gaming dan grafis, dikarenakan 4800-series memang memiliki performa tinggi. Kinerja sebenarnya dari dragon platform masih belum pasti, kita lihat saja hasil review setelah platform ini diluncurkan.


Add Comment

*