Review Nokia Lumia 520, Windows Phone Termurah

Halo Pembaca! Setelah sekian lama penasaran, akhirnya Tuxlin Lab berkesempatan untuk mencicipi menggunakan smartphone dengan sistem operasi Windows Phone 8, yakni Nokia Lumia 520 yang merupakan smartphone Lumia dari kasta terendah :mrgreen: Lalu dari mana Lumia 520 ini? *KPK mode: on* Ceritanya panjang, anggap saja ini jatah dari kantor, hahahahaha…. Open-mouthed smile. Oke, setelah berburu di internet, akhirnya saya menemukan toko online yang menjual smartphone Lumia 520 inidengan harga yang sangat murah dan bergaransi, yakni Rp 1.150.000 saja. Dua hari menanti, Lumia 520 akhirnya mendarat dengan selamat di Tuxlin Lab dan siap di review Smile. Berikut ini spesifikasi singkat Nokia Lumia 520.

Spesifikasi Nokia Lumia 520

  • Sistem Operasi Windows Phone 8, Upgradeable to Windows Phone 8.1
  • Chipset Qualcomm Snapdragon S4 MSM8227, dual-core Krait 1GHz
  • Grafis Adreno 305
  • Kamera 5 megapiksel autofokus
  • Layar 4 inci, dengan resolusi 480 x 800 pixels, 233 ppi (pixel per inch), 16 juta warna, IPS panel
  • Memori RAM 512MB, ROM 8GB, yang kosong sekitar 4GB
  • WiFi, Bluetooth, USB, 3.5mm audio jack, FM Radio, GPS
  • Quadband GSM 850/900/1800/1900 & 3G 900/2100
  • Dimensi 119 x 64 x 9,9 mm
  • Baterai BL-5J 1430mAh

Paket Pembelian Nokia Lumia 520

Review Nokia Lumia 520_03

2 hari setelah saya pemesanan, smartphone Nokia Lumia 520 akhirnya tiba di Tuxlin Lab dengan selamat tanpa mengalami penyok seperti pada Lenovo A369i beberapa waktu lalu. Langsung saya buka boksnya dan saya cek perlengkapan yang ada di dalamnya. Ternyata benar, isinya Lumia 520, bukan Lumia 930 hehehehehe Smile with tongue out. Berikut ini adalah perlengkapan yang ada di paket penjualan Nokia Lumia 520.

  • Handset Nokia Lumia 520
  • Kabel data USB
  • Charger
  • Earphone
  • Baterai
  • Kartu garansi
  • Kitab-kitab Buku Manual
  • MicroSD? Kagak ada, beli sendiri yah Smile with tongue out

Tampang dan Build Quality Nokia Lumia 520

Review Nokia Lumia 520_04Review Nokia Lumia 520_06

Penampilan smartphone Nokia Lumia 520 ini tak seperti kebanyakan smartphone Android yang rounded karena ia hadir dengan bentuk kotak dengan sudut yang lancip. Satu hal yang membuat saya suka Lumia 520, yakni sekilas mirip smartphone dengan desain unibody. Tapi tenang, casing belakang dan baterainya bisa dilepas kok. Kebetulan Lumia 520 yang mampir di Tuxlin Lab warnanya hitam dan bagian casing belakang hitam doff yang kesat kayak ada lapisan karetnya. Smile. Secara umum mantap lah build quality Lumia 520 untuk kelas 1 jutaan. Sayangnya, speaker ada di bagian belakang ponsel dan suaranya tak keluar sempurna ketika ditaruh di meja.

Review Nokia Lumia 520_05Review Nokia Lumia 520_07Review Nokia Lumia 520_09Review Nokia Lumia 520_08

Sisi samping kiri Lumia 520 sepi, tidak ada tombol apapun. Sisi kanan Lumia 520 terdapat volume rocker, tombol on/off, dan tombol shutter kamera. Nokia meletakkan jack earphone 3,5mm di sisi atas dan port microUSB di sisi bawah Lumia 520.

Review Nokia Lumia 520_10Review Nokia Lumia 520_11

Nokia Lumia 520 menggunakan micro SIM, sehingga kartu SIM standar harus dipotong terlebih dahulu. tentunya penggunaan micro SIM ini nggak cocok bagi mereka yang sering gonta-ganti SIM card, hehehehe… Biasanya yang alay atau ‘teroris’ tuh yang sering gonta-ganti kartu, hehehe… Smile with tongue out

Tampilan Antarmuka Nokia Lumia 520

Review Nokia Lumia 520_12

Berbeda dengan smartphone yang saya review sebelumnya, Nokia Lumia 520 menggunakan sistem operasi Windows Phone 8. Bagi yang belum terbiasa (termasuk saya Smile with tongue out), pasti agak bingung dengan antarmuka yang disebut dengan Live Tile. Kita disuguhkan tampilan kotak-kotak dengan warna dan ukuran yang dapat disesuaikan. Kendati demikian, tampilan antarmuka Windows Phone 8 pada Lumia 520 sebenarnya sangat minimalis dan mudah digunakan. Saya sendiri membutuhkan waktu setengah hari agar terbiasa dengan penampilan menu-menu di Windows Phone. Oiya, sehari setelah smartphone Lumia 520 ini datang, langsung saya update ke Nokia Lumia Black atau Windows Phone 8 GDR3.

Aplikasi bawaan Nokia Lumia 520 ini tak terlalu banyak dan yang paling menonjol adalah aplikasi Microsoft Office yang memungkinkan kita untuk membuka, mengedit, dan membuat dokumen baru langsung dari smartphone yang terdiri dari Word, Excel, PowerPoint dan OneNote. Sebenarnya aplikasi Microsoft Office ini juga ada di Android dan iOS, tapi tidak memungkinkan untuk membuat atau mengedit dokumen tanpa berlanggan Office 365. Nah, kalo Microsoft Office untuk Windows Phone ini bener-bener gratis… Smile. Ini tampilan antarmuka Lumia 520

screenshot Lumia 520_07screenshot Lumia 520_16screenshot Lumia 520_11

Tampilan Lockscreen, Camera Roll, dan Live Tile Lumia 520

screenshot Lumia 520_12

screenshot Lumia 520_13screenshot Lumia 520_06

Tampilan Microsoft Office, Word, dan Extras

screenshot Lumia 520_15screenshot Lumia 520_23screenshot Lumia 520_25

Tampilan HERE Maps, keyboard, People

screenshot Lumia 520_19screenshot Lumia 520_21screenshot Lumia 520_26

Tampilan music player, FM radio, dan Windows Phone Store

screenshot Lumia 520_20

Bagi saya yang sudah terbiasa dengan antarmuka Android di Sony Xperia Ray, memang butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Kini saya sudah terbiasa dengan antarmuka Live Tile daru Windows Phone 8 ini. People dan Me adalah fitur yang cukup menarik buat saya karena keduanya menggabungkan sosial media dengan daftar kontak pada smartphone. Smile

Performa Nokia Lumia 520

Review Nokia Lumia 520_13

Nokia Lumia 520 ini ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon MSM8227 yang mengusung prosesor dual-core Krait berkecepatan 1GHz dengan dukungan memori RAM sebesar 512MB dan dipadukan dengan pengolah grafis dari Adreno 305. Memori RAM cuma 512MB? Yang benar saja? Awalnya saya mengira bahwa Lumia 520 bakal lag jika diinstal banyak aplikasi yang berjalan di background, tetapi ternyata saya salah. Lumia 520 mampu menghadirkan pengalaman buka tutup aplikasi yang smooth dan nyaris tanpa lag. Smile

screenshot Lumia 520_08screenshot Lumia 520_09screenshot Lumia 520_01

Skor AnTuTu yang dihasilkan oleh Nokia Lumia 520 ini adalah 7722 poin. Tak terlalu besar, tetapi skor AnTuTu di Windows Phone ini tak dapat dibandingkan dengan AnTuTu di Android. Setelah lebih dari sebulan menggunakan smartphone Nokia Lumia 520 ini, saya cukup puas. Saya menginstal cukup banyak aplikasi hingga membuat memori internalnya cuma sisa 2,5GB Smile with tongue out, hasilnya? Di luar perkiraan saya, kinerja Nokia Lumia 520 ini tetap smooth tanpa lag! Padahal cukup banyak aplikasi yang jalan di background dan RAM hanya 512MB. Tampaknya manajemen memori Windows Phone cukup efisien.

Kinerja Nokia Lumia 520 dalam memainkan game kurang tereksplorasi, karena saya jarang main game-game berat. Game ringan juga nggak pernah, hehehe… Smile with tongue out. Daya tahan baterai Nokia Lumia 520 ini termasuk standar, yakni mampu bertahan hingga seharian penuh, dengan intensitas penggunaan sosial media & browing yang cukup sering, sesekali memainkan musik dan video, dan jarang digunakan untuk telepon. Kualitas layar Lumia 520 menurut saya sangat baik untuk kelas 1 jutaan, lock GPS cepet banget, dan kamera yang ciamik.

Ada satu hal yang menjengkelkan dari Nokia Lumia 520 (dan mungkin Windows Phone 8 lainnya Devil), yakni file yang tersimpan di microSD jadi terduplikat. Duplikasi file pada Lumia 520 saya ini meliputi foto, video, dan musik. Tak hanya terduplikasi menjadi dua, tetapi kadang sampai lima atau enam. Tapi ketika saya delete 1 file yang terduplikasi, ternyata semua ikut hilang Steaming mad. Mungkin ini salah satu bug yang ada di Windows Phone. Semoga rilis update Lumia Cyan atau Windows Phone 8.1 nanti dapat memperbaiki masalah ini.

Kelebihan Nokia Lumia 520

  • Build quality bagus
  • Kinerja mantap, nggak pake lag
  • Kamera ciamik (review kamera nyusul Smile with tongue out)
  • Ada aplikasi Microsoft Office
  • Dapat update ke Lumia Cyan/Windows Phone 8.1

Kekurangan Nokia Lumia 520

  • Kadang ada duplikasi file (mungkin dialami smartphone Windows Phone lainnya)
  • Tidak tersedia kamera depan
  • Dukungan aplikasi tak sebanyak Android
  • Pakai microSIM

Outro…

Review Nokia Lumia 520_14

Dengan harga yang tak berbeda jauh dengan Nokia X Android, saya lebih memilih Lumia 520, mengapa? Soalnya saat saya beli Lumia 520, Nokia X Android belum dirilis Smile with tongue out. Nggak ding… Lumia 520 hadir dengan spesifikasi di atas kertas yang lebih tinggi dari Nokia X di semua sisi. Windows Phone memang belum memasyarakat, sehingga membuat Lumia 520 ini tak begitu populer…


24 Comments

  1. duniaely June 3, 2014
    • tuxlin June 3, 2014
      • duniaely June 3, 2014
        • tuxlin June 3, 2014
          • duniaely June 3, 2014
          • tuxlin June 3, 2014
          • duniaely June 3, 2014
          • tuxlin June 3, 2014
  2. Fier June 5, 2014
    • tuxlin June 5, 2014
  3. Fier June 8, 2014
    • tuxlin June 11, 2014
  4. Melvin June 9, 2014
    • tuxlin June 11, 2014
  5. gadgetboi June 19, 2014
    • tuxlin June 19, 2014
      • gadgetboi June 24, 2014
        • tuxlin June 24, 2014
          • gadgetboi June 24, 2014
          • tuxlin June 24, 2014
  6. muhlis June 28, 2014
    • tuxlin June 30, 2014
  7. agus June 30, 2014
    • tuxlin July 2, 2014

Add Comment

*