PCLinuxOS 2009.2, Distro Siap Pakai!

Halo Pembaca! Sebenarnya saya sudah lama menggunakan distro PCLinuxOS 2009.2 (PCLOS), namun karena saya sok sibuk akhir-akhir ini, saya gak sempat bikin ulasan soal distro ini. Sebelumnya saya pernah memposting artikel mengenai distro PCLOS versi sebelumnya di blog ini. Jujur saja, saya suka menggunakan distro ini, coz masih keturunan dari distro favorit saya, Mandriva,hehehehe… Bedanya PCLOS 2009.2 sama yang versi 2009.1 apa gan? Hampir gak ada sih, kernel yang digunakan masih sama, yaitu versi 2.6.26.8 tex3. Menurut informasi yang saya dapat, PCLOS 2009.2 ini merupakan ‘maintenance release’ yang berisi bugfix untuk meningkatkan stabilitas. Berikut hasil inspeksi saya tentang distro ini.

GUI

Untuk urusan GUI, PCLOS 2009.2 ini termasuk keren, theme baru yang digunakan ‘blue carres’ cukup menawan. Satu hal yang saya suka dari PCLOS, yaitu driver graphic card proprietary yang telah disertakan, sehingga mampu menghasilkan animasi dan tampilan grafik yang halus. Seperti versi sebelumnya, Distro PCLOS ini telah menyertakan paket compiz-fusion, paket ini lah yang kadang bikin pengguna ‘Jendela’ iri,hehehehe… Betapa tidak, efek compiz-fusion yang keren serta kebutuhan resource yang rendah. Saya pernah mencoba menjalankan efek compiz-fusion di laptop yang menggunakan graphic card onboard sisi mirage 3, compiz berjalan mulus tanpa tersendat-sendat, padahal mirage 3 termasuk graphic onboard yang payah, bahkan masih kalah dengan GMA milik intel. Weh kok ngelantur, back to topic, berikut screnshot desktop PCLOS 2009.2…

Efek Deformation : Silinder

Desktop PCLinuxOS 2009.2

Efek Expo

Screenshot diatas adalah tampilan desktop PCLOS 2009.2 dengan efek 3D Desktop compiz-fusion. Sebenarnya masih ada paket serupa dengan compiz-fusion, namanya metise, namun saya belum pernah mencobanya. Ada pula PCLOS 2009.2 yang menggunakan Gnome sebagai desktop environment nya, berikut screenshotnya.

Gnome Desktop

Hahahaha… brutal nih yang gnome, tampilanya item semua… tapi keren banget! Saya sie sebenernya suka yang gnome ini daripada KDE, tapi sayangnya PCLOS gnome ini tidak dapat shut down sempurna di komputer saya, selain itu PCLOS gnome juga tidak menyertakan paket compiz-fusion. Pada pembahasan kali ini, saya fokus ke PCLOS 2009.2 KDE saja.

Paket Software

Sepengetahuan saya, untuk urusan paket software bawaan, PCLOS menyertakan software paling banyak dibanding distro lain yang menggunakan media CD. Ya, paket software yang dibawa sangat banyak dan berorientasi pada penggunaan sehari-hari alias desktop. Paket-paket utama antara lain Kernel 2.6.26.8 tex3, KDE 3.5.10, Firefox 3.0.11, Abiword 2.6.8, Xchat 2.8.6, Adobe flah player 10, K3B, JRE 6 dan Compiz-fusion. Menurut beberapa info yang saya dapatkan, PCLOS 2009.2 ini membawa paket baru yang bernama ‘update notifier’ saya sie gak tau, karena saya tidak terhubung dengan internet, jadi gak pernah melakukan ritual update,hehehehe… Satu hal yang sangat saya sayangkan, PCLOS 2009.2 ini tidak menyertakan paket office paling popular di dunia open source, OpenOffice.org. Meski begitu, PCLOS menyediakan shortcut ‘Get OpenOffice’ untuk mendownload openoffice terbaru. Paket lain yang disertakan bersama installer distro PCLOS ini cukup lengkap untuk penggunaan desktop, sebut saja kaffeine, mplayer, emerald theme, Kpdf, KMPlayer, GIMP, Ark dan banyak lagi, pokoknya sangat lengkap untuk ukuran installer CD.

User Friendly

Seperti leluhurnya, PCLOS ini sama mudahnya dengan Mandriva. Sebenarnya mudah tidaknya dalam penggunaan itu relatif, tergantung kebiasaan juga. Namun menurut saya, bagi yang baru saja bertobat menggunakan linux, distro PCLOS ini sangat cocok, mengapa? Bisa lansung pakai! Emangnya distro lain egak? Distro lain juga langsung bisa dipakai sih, tapi kebanyakan tidak menyertakan codec multimedia, sehingga cukup menyusahkan pengguna yang baru saja bertobat migrasi dari windows. Distro PCLOS ini dilengkapi dengan control panel yang bernaman ‘PCLinuxOS Control Center’ untuk memudahkan pengaturan konfigurasi sistem dan hardware. PCLOS control center ini memiliki fungsi yang sama dengan Yast milik opensuse, namun PCLOS control center ini lebih sederhana. Berikut screenshotnya…

PCLinuxOS Control Center

Performa distro ini cukup baik, hanya saja waktu bootingnya agak lambat jika dibandingkan dengan Mandriva 2010 atau Ubuntu 9.10. Distro ini belum mendukung filesystem terbaru, EXT4, mengingat kernel yang digunakan PCLOS tidak bisa disebut baru. Distro ini cukup stabil unruk digunakan keperluan desktop sehari-hari. Performa dalam mendeteksi hardware yang terinstal juga cukup baik, semua hardware yang saya pakai di komputer telah terdeteksi dan dapat digunakan. Saya juga pernah menginstall distro ini di 3 laptop, yang pertama Compaq dengan chipset intel, Axioo dengan chipset sis dan laptop eMachines, semuanya dapat terinstal dan hardware terdeteksi dengan baik.

Kesimpulan

PCLinuxOS ini merupakan distro yang user friendly, lengkap dan cocok untuk pengguna yang baru saja mengenal linux. PCLOS ini memiliki tampilan desktop yang menawan dengan beberapa theme yang terinstal di emerald theme membuat pengguna tidak cepat bosan. Kemudahan dalam memainkan file multimedia tanpa harus menginstal codec terlebih dahulu adalah salah satu kelebihan dari distro ini.  Alangkah baiknya, distro ini turut membawa paket openoffice pada instalernya, karena hanya tersedia abiword tanpa ada software spreadsheet dan presentation akan menyulitkan sebagian orang. Sampai disini dulu posting kali ini, semoga bermanfaat!


19 Comments

  1. demoffy December 2, 2009
    • tuxlin December 2, 2009
  2. alamendah December 2, 2009
    • tuxlin December 2, 2009
  3. ruanghatiberbagi December 3, 2009
  4. Gadgetboi December 3, 2009
    • tuxlin December 3, 2009
    • tuxlin December 5, 2009
  5. Saffa' December 4, 2009
  6. andi December 4, 2009
  7. Gadgetboi December 5, 2009
  8. waroeng ubuntu December 5, 2009
  9. baskoro December 7, 2009
    • tuxlin December 7, 2009
  10. demoffy December 7, 2009
  11. Papa Oya December 30, 2009
    • tuxlin December 30, 2009
  12. awak lalinux July 2, 2010
    • tuxlin July 6, 2010

Add Comment

*